BACAAJA, PADANG PANJANG – Musibah besar kembali menyelimuti Padang Panjang. Tiga prajurit TNI gugur setelah terseret derasnya banjir bandang saat membantu evakuasi warga, membuat suasana duka menyelimuti Sumatra Barat sejak Kamis (27/11).
Tim gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban, termasuk Pelda Yudi Gunardi yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Evakuasi Berubah Jadi Petaka
Ketiga prajurit tersebut awalnya bertugas mengatur arus lalu lintas di kawasan Lembah Anai yang terdampak longsor. Material tanah yang menutup jalan membuat mobilitas warga terhambat.
Namun ketika suara gemuruh dari arah sungai mulai terdengar, mereka langsung bergerak membantu warga menjauh dari lokasi. Sayangnya, arus banjir bandang datang lebih cepat dari perkiraan.
Penemuan Pelda Yudi Gunardi
Pencarian terhadap Pelda Yudi dilakukan selama beberapa hari oleh tim gabungan TNI, Basarnas, dan relawan. Kerja keras itu berbuah hasil ketika jenazahnya ditemukan di Mega Mendung, Singgalang, Tanah Datar.
Setelah proses identifikasi, jenazah langsung disemayamkan di RST dr Rekso Diwiryo sebelum dibawa untuk dimakamkan secara militer di kampung halamannya, Batu Bara, Sumatera Utara.
Belasungkawa dari Pangdam
Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol Letkol Kav Taufiq menyampaikan duka mendalam atas gugurnya ketiga prajurit itu. Ia menyebut mereka sebagai prajurit yang menunjukkan keberanian dan dedikasi tinggi.
Menurutnya, pengabdian mereka akan menjadi inspirasi bagi prajurit lainnya.
Prada Zeni Marpaung Ditemukan Lebih Awal
Sebelum ditemukannya Pelda Yudi, tim SAR telah lebih dulu menemukan Prada Zeni Marpaung di aliran Sungai Batang Anai. Lokasi penemuannya berada di kawasan Kayu Tanam, Padang Pariaman.
Prada Zeni juga terjebak saat membantu evakuasi warga di lokasi tanah longsor. Jenazahnya kini berada di RST Dr Reksodiwiryo sebelum dipulangkan ke keluarga di Langkat, Sumatera Utara.
Serda Robi Ditemukan Pertama
Korban pertama yang ditemukan adalah Serda Robi dari Koramil X/Koto Kodim 0307. Ia ditemukan pada Jumat (29/11) dari timbunan material longsor.
Ketika longsor susulan terjadi, Serda Robi sedang berada di lokasi untuk membantu warga yang masih terjebak.
Medan Bencana yang Berat
Lembah Anai dan kawasan sekitarnya memang dikenal rawan longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi. Medan yang terjal dan tanah yang labil membuat proses evakuasi sangat berisiko.
Menurut Kapendam, situasi saat itu sangat cepat berubah sehingga tim di lapangan hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan warga.
Dedikasi hingga Akhir
Letkol Taufiq menegaskan ketiga prajurit tersebut menunjukkan pengabdian terbaik mereka. Dari mengatur lalu lintas, memberi bantuan warga, hingga ikut berjibaku mengevakuasi korban, semuanya dilakukan dengan semangat kemanusiaan.
“Mereka gugur saat menjalankan tugas untuk rakyat,” ujarnya.
Duka yang Menyisakan Harapan
Meski duka mendalam dirasakan keluarga dan kesatuan, masyarakat memberikan penghormatan besar atas perjuangan para prajurit itu. Banyak warga menyebut mereka sebagai pahlawan dalam situasi bencana yang menegangkan.
Pangdam berharap bencana di Sumbar segera mereda dan proses pemulihan dapat berjalan lebih baik.
Upacara Militer Jadi Penghormatan Terakhir
Ketiga prajurit akan dimakamkan secara militer di kampung halaman masing-masing sebagai bentuk penghormatan atas tugas yang mereka emban.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini. (*)


