BACAAJA, ACEH SELATAN – Warga Aceh Selatan lagi ramai ngomongin soal perubahan cepat di kursi kepemimpinan daerah. Semua bermula dari keputusan Mendagri Tito Karnavian yang resmi memberhentikan sementara Mirwan Ms dari posisi Bupati. Langkah ini diambil setelah Mirwan ketahuan berangkat umrah saat wilayahnya lagi kebanjiran.
Di tengah riuhnya pembicaraan publik, Wakil Bupati Baital Mukadis langsung ditunjuk buat naik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan. Penunjukannya pun disebut sudah berlaku per hari ini dan bakal berjalan selama tiga bulan.
Tito bilang, penugasan sementara ini sesuai dengan SK yang sebelumnya dikirimkan ke Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Menurutnya, keputusan ini bukan cuma soal administrasi, tapi juga pembinaan agar Mirwan paham pentingnya kehadiran pemimpin saat warganya krisis.
Tito juga menyebutkan kalau Mirwan bakal jalani masa pembinaan, mirip dengan yang pernah dilakukan ke Bupati Indramayu Lucky Hakim. Ada sesi magang, pelatihan, sampai edukasi soal penanganan wilayah krisis.
Kontroversi Mulai Meletup
Polemik ini muncul setelah publik tahu Mirwan sedang berada di Tanah Suci saat banjir melanda Aceh Selatan. Video dan kabar soal keberangkatannya memicu kritik keras, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo sempat menyinggung pemimpin yang memilih lari dari masalah, meski tidak menyebut nama. Ia meminta Mendagri mengambil langkah tegas, bahkan menyamakan tindakan itu seperti “desersi” dalam dunia militer.
Pernyataan presiden inilah yang bikin situasi makin panas dan akhirnya berujung pada pemberhentian sementara Mirwan dari jabatan bupati.
Mirwan Minta Maaf Secara Terbuka
Merespons kontroversi yang makin membesar, Mirwan akhirnya angkat suara lewat sebuah video. Dengan nada menahan kecewa, ia menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka kepada Presiden, Mendagri, Gubernur Aceh, dan seluruh masyarakat.
Ia mengakui keberangkatannya di tengah bencana menimbulkan keresahan publik. Meski begitu, Mirwan menegaskan tidak berniat mundur dan siap tetap bekerja dalam penanggulangan bencana Aceh Selatan.
Ia juga berjanji memperbaiki komunikasi, memperkuat kehadiran di lapangan, dan memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Gerindra Ambil Langkah Tegas
Di sisi lain, partai tempat Mirwan bernaung juga bergerak cepat. DPP Gerindra memutuskan mencopot Mirwan dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Keputusan itu diumumkan langsung oleh petinggi partai yang menyebut tindakan Mirwan sebagai bentuk kepemimpinan yang mengecewakan.
Dengan begitu, Mirwan bukan hanya kehilangan jabatan sementara sebagai bupati, tapi juga harus melepas posisi pentingnya di internal partai.
Arah Kepemimpinan Beralih ke Baital Mukadis
Dengan penunjukan sebagai Plt, Baital Mukadis kini memegang kendali pemerintahan Aceh Selatan. Meski datang di tengah situasi yang cukup panas, Baital mengaku siap menjalankan amanah sampai masa tugas sementaranya selesai.
Publik Aceh Selatan pun kini menunggu, apakah perpindahan kepemimpinan ini bisa membawa suasana yang lebih stabil dan responsif terhadap dampak banjir yang masih dirasakan sebagian warga. (*)

