BACAAJA, SURABAYA – Warga Jalan Gubeng Surabaya digegerkan oleh aksi main hakim sendiri yang berujung tragis. Seorang pria yang diduga mencuri motor tertangkap warga, diikat, lalu terbakar setelah disiram bensin. Kini, kondisi terakhir pencuri motor itu jadi sorotan publik.
Pria yang belum diketahui identitasnya itu kini tengah dirawat intensif di RS Bhayangkara Surabaya. Luka bakar yang dideritanya cukup parah, namun pihak kepolisian memastikan kondisinya mulai stabil dan dalam pengawasan medis ketat.
Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut korban selamat dari insiden nahas itu dan kini sedang dalam perawatan. “(Terduga) pelaku dalam kondisi baik, sedang ditangani oleh tim medis RS,” ujarnya.
Polisi pun masih berusaha mengungkap kronologi pasti di balik insiden pembakaran ini. Dugaan sementara, pelaku tertangkap basah saat berusaha mencuri motor milik warga sekitar, hingga memicu emosi massa.
Namun yang masih menjadi tanda tanya besar, apakah pelaku terbakar karena kesengajaan atau karena api yang tak sengaja menyambar? Pihak kepolisian kini tengah mendalami fakta-fakta lapangan.
“Apakah terbakarnya pelaku ini disengaja atau tidak, masih dalam proses pendalaman. Kami masih menyelidiki demi mendapatkan data yang valid, bukan katanya,” ujar Eko menegaskan.
Dari hasil penelusuran awal, polisi sudah mengantongi identitas satu pelaku lain yang berhasil kabur saat kejadian. Pelaku yang lolos disebut-sebut merupakan residivis pencurian kendaraan bermotor di kawasan Surabaya Timur.
Sementara itu, warga sekitar mengaku kaget dengan aksi brutal yang terjadi begitu cepat. Beberapa bahkan sempat merekam kejadian itu dan videonya kini viral di media sosial.
Dalam video berdurasi satu menit itu, terlihat pelaku sudah diikat di tiang listrik. Beberapa warga berteriak meminta pelaku jujur, sebelum terdengar suara teriakan saat api menyambar tubuhnya.
Polisi menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan dalam insiden itu. “Kami sedang mencari tahu siapa yang menyiram bensin dan memicu api,” kata Eko lagi.
Dian, pemilik motor yang hampir dicuri, mengaku awalnya hanya ingin pelaku diserahkan ke polisi. Namun situasi di lapangan sudah tak terkendali. “Saya udah teriak jangan dibakar, tapi warga keburu marah,” katanya.
Dari pengakuan awal, pelaku sempat menyebut dirinya warga Rungkut. Namun hingga kini polisi masih berusaha memverifikasi identitas itu karena belum ada data resmi.
Kepolisian juga mengimbau warga untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan semua kasus ke pihak berwenang. “Kalau pelaku salah, biar hukum yang mengatur, bukan emosi sesaat,” ujar Eko.
Kini fokus utama tim penyidik adalah mengumpulkan bukti video dan keterangan saksi di lokasi. Polisi juga meminta warga yang mengetahui kejadian secara langsung agar segera memberikan kesaksian.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat tentang bahaya tindakan main hakim sendiri. Meski emosi bisa memuncak saat menangkap pelaku kejahatan, hukum tetap harus dijunjung tinggi.
Beberapa pihak juga menilai, viralnya video kekerasan di media sosial justru memperburuk situasi. Sebab, tindakan tersebut bisa memicu aksi serupa di tempat lain.
Pihak RS Bhayangkara belum memberikan keterangan resmi soal detail luka pelaku. Namun menurut sumber internal, kondisi luka bakarnya mencapai lebih dari 40 persen.
Sementara itu, motor yang jadi barang bukti kini diamankan di Polsek Gubeng untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah melacak siapa saja warga yang terekam dalam video pembakaran tersebut.
Peristiwa ini memunculkan kembali perdebatan tentang lemahnya kesadaran hukum masyarakat dan pentingnya edukasi publik tentang penegakan hukum yang beradab.
Beberapa warga sekitar mengaku menyesal setelah mengetahui kondisi terakhir pelaku. “Kami emosi aja waktu itu, tapi sekarang nyesel lihat dia terbakar,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini ditulis, kondisi pelaku terus dipantau tim medis. Polisi berharap ia segera pulih agar bisa dimintai keterangan langsung.
Kondisi terakhir pencuri motor yang dibakar massa ini pun menjadi perhatian luas di dunia maya, banyak yang menyesalkan tindakan brutal tersebut dan berharap keadilan ditegakkan sesuai hukum. (*)


