BACAAJA, SUKOHARJO- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya prinsip collaborative government dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji, Menteri Komdigi Meutya Hafid, Ketua DPRD Jateng, Ketua MUI Jateng, serta sejumlah kepala daerah dan pimpinan partai politik se-Jawa Tengah.
Baca juga: Jelang Pemilu 2029, Golkar Jateng Siapkan Peta Jalan Konsolidasi
Luthfi mengatakan, konsep pemerintahan kolaboratif diterapkan dengan menggandeng berbagai stakeholder, mulai pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat.
Bahkan, ia bersama seluruh fraksi partai politik di DPRD Jateng membentuk Forum Berlian. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan seluruh anggota DPRD dalam upaya mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Tidak cukup itu, kita juga buat Forum Senayan, kita tarik anggota DPR dari dapil Jawa Tengah untuk berkontribusi membangun daerah. Juga menteri-menteri asal Jawa Tengah juga kami gandeng,” jelas Luthfi.
Menurutnya, pola kolaborasi tersebut mulai menunjukkan hasil. Pertumbuhan ekonomi Jateng disebut sudah berada di atas angka nasional. Tingkat pengangguran terbuka juga turun.
Investasi Jateng
Dari sisi investasi, Jateng mencatat realisasi sekitar Rp110 triliun pada 2025, kemudian mencapai sekitar Rp59,9 triliun pada semester I 2026. “Ini membuktikan bahwa di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan fiskal, lalu kondisi geopolitik dunia, Jateng mampu mendatangkan investasi,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Golkar Jateng sekaligus Wakil Ketua DPRD Jateng Muhammad Saleh menilai, gaya kepemimpinan Luthfi memang mengedepankan kolaborasi tanpa melihat latar belakang partai maupun kelompok.
“Gubernur Ahmad Luthfi ini capaian kinerjanya juga luar biasa. Pertumbuhan ekonomi sudah di atas nasional, kemiskinan turun, pengangguran juga turun. Secara kinerja, Pak Luthfi ini luar biasa,” katanya.
Baca juga: Stabilitas Energi Jadi Fokus, Golkar Jateng Dukung Penuh Pemerintah
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut, Jateng sebagai salah satu poros penting Indonesia. Menurutnya, banyak tokoh nasional lahir dari provinsi ini.
Bahlil pun menginstruksikan seluruh kader Golkar untuk mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. “Golkar akan menjadi garda terdepan untuk mendukung dan menjaga Jawa Tengah,” kata Bahlil.
Pada akhirnya, konsep kolaborasi memang terdengar sederhana: beda warna politik boleh, tetapi kalau urusannya kesejahteraan warga, jangan sampai pembangunan malah ikut terjebak politik “kamu siapa, saya siapa”. Warga Jateng butuh hasil, bukan sekadar ramai di ruang rapat. (tebe)

