BACAAJA, SEMARANG- Peningkatan curah hujan di Kota Semarang mulai meninggalkan “oleh-oleh” berupa jalan rusak di sejumlah titik. Kondisi ini langsung disorot Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, yang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera turun tangan.
Beberapa ruas jalan yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah antara lain Jalan Gede, Jalan Beringin Raya di Kecamatan Ngaliyan, serta Jalan Wates. Lubang-lubang besar di permukaan jalan dinilai berisiko tinggi, terutama bagi pengendara motor.
“Keamanan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama,” tegas Suharsono, kemarin. Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung. Jika dibiarkan tanpa penanganan cepat, kerusakan jalan berpotensi makin parah dan memperbesar risiko kecelakaan.
Suharsono pun mendorong Pemkot Semarang untuk memperkuat koordinasi antar-dinas agar proses perbaikan berjalan cepat dan sesuai standar. Ia juga mengingatkan agar kualitas perbaikan benar-benar diperhatikan, bukan sekadar asal tambal. “Cuaca masih tidak menentu. Jangan sampai baru diperbaiki, sebentar sudah rusak lagi,” ujarnya.
Baca juga: Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah
Senada, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang segera melakukan pendataan jalan rusak yang butuh penanganan cepat.
“Bisa dibentuk tim khusus untuk mengidentifikasi jalan-jalan mana saja yang perlu segera dibenahi. Aduan masyarakat sudah kami terima dan juga sudah kami sampaikan ke rapat komisi maupun ke dinas terkait,” kata Danur, baru-baru ini.
Politikus Partai Demokrat itu menegaskan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap proses perbaikan. Harapannya, dalam waktu dekat ada solusi konkret atas keluhan warga soal banyaknya jalan rusak di Kota Semarang.
Perbaikan Jalan
Di lapangan, proses penambalan jalan sudah mulai dilakukan, salah satunya di Jalan Raya Ngaliyan. Namun, perbaikan ini sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat pada Kamis (29/1/2026).
Pantauan di lokasi, petugas menambal aspal di salah satu lajur jalan, sehingga kendaraan harus bergantian melintas. Rambu dan kerucut pembatas dipasang untuk menjaga keselamatan pengendara, meski laju kendaraan terpaksa melambat.
Antrean kendaraan pun sempat mengular, terutama di jam ramai. Meski begitu, kemacetan masih tergolong ringan dan perlahan terurai seiring berjalannya pekerjaan.
Warga sekitar menyambut positif langkah perbaikan tersebut. Aji (35), warga yang hampir setiap hari melintasi Jalan Raya Ngaliyan, mengaku lega melihat jalan mulai ditangani. “Alhamdulillah sudah diperbaiki, semoga jalannya awet,” ujarnya.
Baca juga: Tambal Sulam Jalan Ngaliyan yang Rusak Digerus Hujan
Menurut Aji, kondisi jalan berlubang sebelumnya cukup membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Dengan adanya penambalan, ia berharap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan bisa lebih terjamin.
Jalan memang sudah mulai ditambal, tapi warga berharap yang diperbaiki bukan cuma aspalnya. Soalnya, di musim hujan, lubang di jalan bisa muncul kapan saja, kalau responsnya telat, yang kepleset duluan bukan cuma ban, tapi juga kepercayaan publik. (dul)


