BACAAJA, PATI – Jagat media sosial ramai membicarakan sebuah video pengejaran pelaku pelecehan seksual yang terjadi di jalan raya. Rekaman tersebut cepat menyebar di berbagai grup WhatsApp warga. Publik pun dibuat geram setelah melihat isi video tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan mulai viral sejak Jumat, 6 Maret 2026. Dalam video berdurasi lebih dari satu menit itu terlihat seorang perempuan mengejar pria yang diduga melakukan pelecehan. Adegan pengejaran terjadi langsung di jalan raya.
Kejadian tersebut sebenarnya berlangsung dua hari sebelumnya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 19.46 WIB. Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan rekannya menuju pusat kota.
Keduanya melintas di Jalan Panglima Sudirman Pati menuju arah kota. Kondisi jalan saat itu tidak terlalu ramai. Waktu sudah memasuki malam hari.
Saat melintas di kawasan industri dekat Ngawen Margorejo Pati, tiba-tiba sebuah sepeda motor mendekat. Kendaraan tersebut datang dari sisi kanan korban. Pengendara terlihat mendekati motor korban dengan sengaja.
Pengendara motor itu diduga memepet kendaraan korban dari samping. Posisi motor keduanya berjalan berdampingan. Situasi itu terjadi secara tiba-tiba.
Korban mengatakan pria tersebut langsung melakukan tindakan tidak senonoh. Aksi itu terjadi saat kedua motor berada dalam jarak sangat dekat. Peristiwa itu membuat korban sangat terkejut.
“Pelakunya satu orang. Dia langsung mengulurkan tangan ke arah dada saya saat saya sedang menyetir motor,” ujar korban. Korban meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Pernyataan itu disampaikan saat menceritakan kejadian tersebut.
Aksi itu membuat korban kaget sekaligus marah. Tanpa berpikir panjang korban langsung bereaksi. Rekannya yang dibonceng juga ikut membantu mengejar pelaku.
Dalam video yang kemudian viral, terdengar korban berteriak. Korban meminta pelaku berhenti. Suara teriakan itu terdengar cukup jelas dalam rekaman.
Motor korban terus mengejar kendaraan pelaku. Pelaku terlihat melaju cukup cepat di jalan. Pengejaran berlangsung beberapa saat.
Aksi kejar-kejaran itu bahkan sempat sampai ke wilayah Desa Sukoharjo Margorejo Pati. Kendaraan pelaku terus melaju untuk menghindari kejaran. Korban tetap berusaha mengikuti dari belakang.
Situasi berubah ketika pelaku mulai masuk ke kawasan permukiman. Daerah tersebut memiliki banyak gang kecil. Jalan yang dilalui menjadi semakin sempit.
Karena kondisi jalan semakin sempit, pelaku akhirnya berhasil melarikan diri. Korban tidak bisa lagi mengejar kendaraan tersebut. Pelaku pun menghilang di area permukiman.
Hal yang membuat publik semakin geram adalah tidak adanya warga yang membantu. Dalam video tersebut korban terdengar meminta pertolongan. Namun tidak terlihat orang yang mendekat.
Padahal suara korban cukup jelas memanggil bantuan. Korban berteriak beberapa kali saat mengejar pelaku. Situasi tersebut membuat banyak warganet ikut marah.
Meski pelaku berhasil kabur, korban sempat merekam kendaraan yang digunakan. Rekaman tersebut kemudian beredar di media sosial. Informasi itu menjadi petunjuk awal bagi publik.
Motor yang digunakan pelaku diketahui berjenis Honda Vario. Kendaraan tersebut terlihat jelas dalam video. Bentuk dan warnanya cukup mudah dikenali.
Dalam rekaman itu juga terlihat nomor polisi kendaraan. Nomor tersebut diduga milik pelaku. Informasi ini kemudian menyebar luas di media sosial.
Nomor kendaraan yang beredar adalah Z 5699 HAG. Data tersebut banyak dibagikan oleh warganet. Banyak orang berharap nomor itu bisa membantu proses penyelidikan.
Menanggapi video viral tersebut, pihak Polresta Pati mengaku sudah mengetahui informasi yang beredar. Polisi mulai menelusuri detail kejadian. Proses pengecekan masih dilakukan.
“Kami cek dulu ya terkait laporan dan detail kejadiannya,” ujar Kasi Humas Polresta Pati, Hafid Amin. Pernyataan itu disampaikan saat dimintai keterangan. Polisi belum memberikan kesimpulan lebih lanjut.
Saat ini polisi masih mengumpulkan informasi tambahan terkait peristiwa tersebut. Data kendaraan yang beredar juga sedang ditelusuri. Jika data tersebut benar, pelacakan terhadap pemilik motor kemungkinan bisa segera dilakukan. (*)


