Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Ajak Warga Tengok Perjuangan 81 Tahun Silam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Agustina Ajak Warga Tengok Perjuangan 81 Tahun Silam

T. Budianto
Last updated: Oktober 14, 2026 2:37 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (Foto: Ist)
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Sejarah bukan cuma sederet tanggal yang dihafal saat ujian. Di Semarang, ada kisah perjuangan yang meninggalkan jejak darah, keberanian, dan pengorbanan. Pada Rabu (14/10/2026) malam, kisah itu bakal dihidupkan kembali lewat peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang di kawasan Tugu Muda dan halaman Museum Mandala Bhakti.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak masyarakat datang menyaksikan peringatan ke-81 tersebut. Acara dimulai pukul 18.00 WIB, dengan rangkaian kegiatan mulai dari upacara, napak tilas, pembacaan cukilan sejarah, hingga teatrikal yang menggambarkan kembali suasana pertempuran.

“Ini sejarah kota kita sendiri. Ajak keluarga, ajak anak-anak, supaya mereka tahu apa yang pernah diperjuangkan di sini,” kata Agustina.

Pertempuran Lima Hari berlangsung pada 14-18 Oktober 1945. Kisahnya bermula pada 14 Oktober, ketika delapan anggota Polisi Istimewa yang berjaga di tandon air Wungkal diserang tentara Jepang.

Baca juga: Mengapa Mahasiswa Pilih Tugu Muda sebagai Lokasi Aksi? Singgung Heroisme Pertempuran 5 Hari Semarang

Pada malam yang sama, dr. Kariadi, kepala laboratorium rumah sakit yang hendak memeriksa kabar dugaan peracunan air, dicegat dan gugur. Keesokan harinya, ribuan tentara Jepang bersenjata lengkap menyerbu pusat kota.

Pemuda Semarang, BKR, polisi, dan warga pun melawan dengan persenjataan seadanya. Pertempuran berakhir pada 18 Oktober setelah perundingan. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam, dengan tidak kurang dari 2.000 pemuda dan pejuang gugur. “Yang berjuang waktu itu orang-orang biasa. Tugas kita yang hidup hari ini adalah merawat apa yang mereka tinggalkan,” ujar Agustina.

Peringatan tahunan yang digelar melalui Dinas Sosial Kota Semarang ini melibatkan lebih dari 2.000 orang. Sebanyak 1.051 peserta upacara berasal dari unsur TNI, Polri, taruna, pelajar, mahasiswa, dan relawan sosial. Ada pula 300 tamu undangan serta personel pendukung dari 37 instansi dan perangkat daerah.

Teatrikal Sejarah

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah teatrikal sejarah oleh Untag dan Teater Pitoelas bersama berbagai pihak. Pertunjukan ini akan membawa kembali kisah pertempuran di kawasan yang menjadi saksi perjuangan warga Semarang.

Buat generasi sekarang, ini bisa jadi cara melihat sejarah dari sudut yang berbeda. Bukan cuma membaca nama tokoh di buku, tetapi menyaksikan bagaimana sebuah kota pernah bertaruh nyawa demi kemerdekaan.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan warga yang hendak melintas di sekitar Tugu Muda. Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan pengalihan arus lalu lintas saat gladi bersih pada Selasa (13/10) dan ketika upacara berlangsung pada Rabu (14/10), mulai pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Beragam Spot Wisata Sejarah di Semarang, Jangan Lupa Kunjungi Little Netherlands

Titik penutupan disiapkan di depan LP Wanita Bulu, Simpang Kariadi, Simpang Eka Karya Pandanaran, dan Simpang Paragon. Masyarakat yang membawa kendaraan dapat memanfaatkan kantong parkir di Pasar Bulu, Udinus, Gereja Katedral, serta Ruko Pandanaran. Sejumlah rute Trans Semarang, yakni Koridor 1, 2, 3, 4, 5, 8, dan Feeder 1B, juga akan menyesuaikan layanan.

Agustina meminta warga mengikuti arahan petugas dan memaklumi kemungkinan gangguan perjalanan. “Mohon maaf kalau perjalanan pada Rabu malam sedikit terganggu. Manfaatkan lokasi parkir yang sudah disiapkan dan ikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya. Buat yang tak bisa hadir langsung, peringatan dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube Semarang Pemkot.

Delapan puluh satu tahun berlalu, Semarang sudah berubah dengan gedung, jalan, dan hiruk-pikuk kota modern. Namun, mengenang perjuangan tak cukup dengan menyalakan panggung teatrikal setahun sekali. Sejarah baru benar-benar terawat ketika generasi hari ini mau mengenal, memahami, dan menjaga nilai pengorbanan yang diwariskan para pejuang. (tebe)

You Might Also Like

756 Buruh PT SGS Kena PHK, Pemprov Cari Jalan Biar Bisa Kerja Lagi

Didesak Mundur Warga, Sudewo: “Saya Istikamah”

Samuel Soroti Janji Sejahterakan Rakyat: Visi Presiden Jangan Berhenti di Pidato

Perang Mental di Batakan

Polrestabes Semarang Bagikan Paket Sembako ke Eks Napiter

TAGGED:agustina wilujengpemkot semarangpertempuran lima hari
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gus Mus hingga Wantimpres Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Next Article Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) cum Pembina YPLP PT PGRI Semarang, Dr Muhdi. (dul) UPGRIS bakal Buka Fakultas Kedokteran? Muhdi: Mudah-mudahan Segera Kita Realisasikan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemprov Lanjutkan Program Listrik Gratis

Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) cum Pembina YPLP PT PGRI Semarang, Dr Muhdi. (dul)

UPGRIS bakal Buka Fakultas Kedokteran? Muhdi: Mudah-mudahan Segera Kita Realisasikan

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (Foto: Ist)

Agustina Ajak Warga Tengok Perjuangan 81 Tahun Silam

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gus Mus hingga Wantimpres Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

Baru 64 Persen Koperasi Merah Putih di Jateng yang Beroperasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

IPM Semarang Ngebut ke 85,80

Januari 14, 2026
Info

400 Kader Muslimat NU Naik Level: Dari Pengajian ke Pendampingan Hukum

April 11, 2026
Timnas Indonesia akan memainkan babak akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi dan Irak pada 8 dan 11 Oktober 2025. Menang dalam dua laga tersebut, Indonesia lolos Final Piala Dunia 2026
Sepak Bola

Patrick Kluivert Bawa 30 Pemain Timnas Indonesia Menuju Jepang untuk Laga Penentu Kualifikasi Piala Dunia 2026

Juni 8, 2025
Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jatim, roboh.
Info

Korban Meninggal Musala Runtuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Bertambah Jadi 3 Orang

September 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Ajak Warga Tengok Perjuangan 81 Tahun Silam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?