BACAAJA, SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berencana membuka Fakultas Kedokteran dalam pengembangan program studi baru.
Pembina YPLP PT PGRI Semarang yang menaungi UPGRIS, Dr Muhdi, mengatakan keberadaan prodi baru menjadi langkah untuk menyesuaikan tuntutan dan kebutuhan pendidikan tinggi.
“Fakultas Kedokteran yang mudah-mudahan tidak terlalu lama bisa segera kita realisasikan,” kata Muhdi saat acara wisuda UPGRIS, Selasa (13/10/2026).
Bacaaja: PGRI Jateng: Pemerintah Bakal Rekrut 955 Ribu Guru pada 2027-2029
Bacaaja: Tanpa Tes Ulang, Muhdi: 2.982 Guru PPPK Paruh Waktu di Jateng Bakal Jadi Full Time
Muhdi menyampaikan itu dalam acara yang dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Aisyah Endah Palupi.
“Mohon doanya, Bu Aisyah, dan bantuannya untuk penambahan prodi-prodi baru karena fasilitas kita sudah bertambah. Terbaru ada gedung tujuh lantai. Banyak juga gedung-gedung yang memungkinkan untuk dibuka program studi baru,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UPGRIS, Dr Sapto Budoyo menyampaikan bahwa kampus yang berdiri sejak 1981 tersebut terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Dengan penuh rasa syukur, kami sampaikan bahwa UPGRIS telah berhasil meraih akreditasi unggul,” kata Sapto.
Selain meraih akreditasi unggul, UPGRIS juga memperluas pengakuan internasional. Sapto menyebut sebanyak 12 program studi di kampus tersebut telah memperoleh akreditasi internasional dari ACQUIN.
UPGRIS juga mencatatkan capaian dalam AppliedHE Private University Ranking All Asia 2026. Kampus tersebut masuk dalam lima besar perguruan tinggi swasta se-Asia Tenggara untuk kategori employability atau daya serap lulusan di dunia kerja.
Di tingkat nasional, Sapto menyebut UPGRIS juga meraih berbagai prestasi dan penghargaan. Selama tiga tahun berturut-turut, kampus tersebut mendapatkan pengakuan sebagai perguruan tinggi PGRI terbaik se-Indonesia. (bae)

