BACAAJA, SEMARANG – Demo di Semarang hari ini Senin (20/10/2025) nggak cuma ramai teriakan. Massa juga bawa simbol nyeleneh: batu nisan bertulis “Prabowo-Gibran meninggal 29 Oktober”.
Batu nisan itu bukan karena beneran pemimpin negeri meninggal. Tapi sindiran pedas dari mahasiswa buat pemerintah yang dianggap udah “kehilangan nurani”.
“Nisan tanda matinya hati pejabat yang nggak mau dengar suara mahasiswa,” kata Wiyu Ghaniy Allathif Y, Presiden BEM Unissula, dengan nada geram.
Aksi ini digelar dalam rangka memperingati setahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Menurut Wiyu, setahun memimpin malah bikin rakyat tepuk jidat. Program “makan bergizi gratis” yang dulu dijanjikan malah disindir jadi “makan beracun gratis”.
Aksi kali ini bukan cuma soal simbol nisan, tapi refleksi setahun pemerintahan. Banyak mahasiswa merasa janji kampanye cuma tinggal jargon. Sedangkan rakyat masih nunggu bukti nyata.
Aksi hanya diikuti segelintir mahasiswa. Orator bilang massa yang ikut hanya 130-an orang.
Meski begitu, polisi mengerahkan kekuatan berlebih. Aparat udah siaga dari pagi. Total ada lebih dari dua ribu personel gabungan yang berjaga di sekitar Kantor Gubernur Jateng dan DPRD.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahduddi bilang, mereka menghormati aksi mahasiswa, asal tetap tertib. “Kami pastikan situasi kota tetap kondusif,” katanya. (bae)


