Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Viral, Polisi Ngakunya Proyek Masih Jalan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Viral, Polisi Ngakunya Proyek Masih Jalan

Belakangan, kondisi tanaman yang tumbuh tak merata dan dipenuhi rumput liar memicu tanda tanya publik. Banyak yang menilai program tersebut mandek di tengah jalan.

Nugroho P.
Last updated: Januari 1, 2026 10:12 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi ladang jagung.
SHARE

BACAAJA, TANGERANG – Sorotan soal ladang jagung program ketahanan pangan di Desa Bantarpanjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, langsung ditepis Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada. Ia memastikan lahan yang sempat viral itu tidak terbengkalai, apalagi gagal panen.

Ladang jagung seluas 50 hektar tersebut sebelumnya diresmikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025. Proyek ini jadi bagian dari Program Ketahanan Pangan Nasional yang digarap bersama sejumlah pihak.

Belakangan, kondisi tanaman yang tumbuh tak merata dan dipenuhi rumput liar memicu tanda tanya publik. Banyak yang menilai program tersebut mandek di tengah jalan.

Indra menegaskan penilaian itu terlalu dini. Menurutnya, budidaya jagung di lahan terbuka memang punya tantangan teknis yang tak bisa dilihat sepintas.

“Program budidaya jagung ini masih terus dimonitor. Kondisi yang terlihat sekarang bukan indikator berhentinya atau gagalnya program,” kata Indra lewat keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).

Pantauan di lapangan memang menunjukkan kondisi yang kontras. Di bagian depan lahan, jagung tampak tumbuh hingga setinggi satu meter dan sebagian sudah berbuah, meski daunnya mulai menguning.

Sementara di area belakang, pertumbuhan terlihat lebih lambat. Banyak tanaman pendek, ada yang roboh, bahkan tertutup rumput liar yang tingginya melebihi batang jagung.

Warga sekitar, Supriatna, mengaku kini jarang melihat petugas yang merawat lahan tersebut. Ia dan warga lain memanfaatkan rumput yang tumbuh untuk pakan ternak.

“Awalnya ada yang jaga, sekarang sudah jarang kelihatan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Indra menjelaskan perbedaan pertumbuhan dipengaruhi kondisi tanah setempat. Lahan dengan tanah merah kekuningan, unsur hara minim, serta lapisan tanah atas yang tipis membuat tanaman tak tumbuh seragam.

Curah hujan tinggi belakangan ini juga memperparah kondisi. Erosi disebut membuat pupuk hanyut terbawa air, sehingga hasilnya tak maksimal di beberapa titik.

“Ini tantangan teknis pertanian lahan terbuka. Bukan berarti programnya berhenti,” tegas Indra.

Ia memastikan, dari dua hektar yang ditanam pada tahap awal, sekitar 1,5 hektar sudah masuk fase siap panen dan ditargetkan dipetik pada Januari 2026.

Menurut Indra, dalam dunia pertanian selalu ada risiko tanaman tak tumbuh sempurna. Hal itu dianggap wajar dan masih dalam batas evaluasi.

Soal rumput liar, pihak pengelola PT MSD Corpora Internasional punya alasan tersendiri. Direktur Utamanya, Made, menyebut rumput sengaja dibiarkan sebagai strategi menjaga struktur tanah.

“Rumput ini untuk menahan tanah supaya nggak hanyut saat hujan. Karakter tanah di sini memang mudah tergerus,” jelas Made.

Ia menambahkan, target produksi jagung dipatok 6 hingga 7 ton per hektar, sesuai rata-rata nasional. Namun untuk tahap awal, fokus utama masih pada uji kecocokan benih dan pola pemupukan sebelum masuk skala penuh. (*)

You Might Also Like

Bandara Ahmad Yani Buka Rute Internasional Lagi! Tiket ke Malaysia Ludes, Liburan & Bisnis Makin Gampang

Warna-Warni Direja Hidupkan Sensasi Baru Wisata Purbalingga

Laut Lagi Ngambek, Nelayan Rehat Dulu

Pemprov Lanjutkan Skema Honorarium Guru Non-ASN

Rakyat Kena Prank! DPR Hapus Tunjangan Rumah Rp 50 Juta, tapi Dana Reses Naik Jadi Rp 702 Juta

TAGGED:ketahananan panganladang jagingwapres gibran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tahun Baru Masehi, Dari Kalender Romawi ke Pesta Dunia
Next Article BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK Klaim Selamatkan Duit Daerah, Angkanya Tembus Triliunan, Banyak Juga Bos?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tubuh Mahasiswa Bukan Wilayah Otoritas Akademik

Dari Lahan Nganggur, Lapas Purwodadi Panen 100 Kilo Terong

TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol.

Joget Berujung Letusan, Cafe Palembang Mendadak Jadi Lokasi Mencekam

Fotokopi KTP Mendadak Bikin Deg-degan, Bisa Dipidana?

Kabinet Prabowo Tumbang Bergiliran, Rumah Sakit Jadi Tempat Singgah Mendadak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menerima cedera mata dari Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Loji Gandrung, Jumat (14/1/2026).
Daerah

Sajikan Kuliner Khas Solo, Respati Jajaki Kolaborasi Kota Berseri Bareng Wakil Walkot Bogor

Januari 16, 2026
Daerah

Semarang Mau 2026 Lebih ‘Hijau’, Agsutina Gaspol di Pangan & Lingkungan

Desember 11, 2025
Daerah

Pemkab Grobogan Gratiskan Pengobatan Korban Terduga Keracunan MBG

Januari 16, 2026
Daerah

Pemkot Semarang Lepas 105 Peserta Perjalanan Religi

November 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Viral, Polisi Ngakunya Proyek Masih Jalan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?