BACAAJA, JAKARTA– Layanan kesehatan dasar yang seharusnya jadi prioritas, malah “dilupakan” dalam anggaran Kemenkes 2025. Hal ini bikin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, angkat bicara keras dalam rapat bareng Menkes di Senayan, Kamis (4/9/2025).
“Jujur saya terkejut dan prihatin,” kata Charles. Salah satu yang disorot: vaksin HPV yang dulu sempat jadi program unggulan, sekarang malah gak kelihatan batang hidungnya di anggaran. Charles pun mempertanyakan, “Pak Menteri, prioritasnya kok berubah?”.
Gak cuma itu, anggaran tambahan Rp10 triliun buat Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan juga bikin publik bertanya-tanya. Isu kenaikan iuran pun mulai panas di luar sana. “Kalau iuran naik, rakyat kecil jangan jadi korban. Harusnya jumlah penerima bantuan juga ditambah,” tegas politisi PDIP ini.
Gak cuma Charles, anggota Komisi IX lainnya, Sri Meliyana dari Gerindra, juga menyoroti soal anggaran tambahan buat penyakit menular kayak DBD dan program imunisasi anak sekolah (BIAS). “Ini kebutuhan rutin, kok malah masuk tambahan? Harusnya udah dari awal dianggarkan dong,” kritiknya pedas.
Sri ngingetin, jangan sampai karena telat anggaran, masyarakat jadi gak punya akses ke obat dan vaksin penting. “Kalau pusat aja gak punya, daerah harus minta ke mana?” ujarnya sambil mengingatkan soal konsistensi perencanaan anggaran.
Jelas banget, DPR minta pemerintah jangan main-main soal kesehatan rakyat. Apalagi di tengah ekonomi yang masih berat, kebijakan kayak kenaikan iuran BPJS bisa memicu keresahan yang gak kecil.(*)

