Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Adaptasi Warga Pesisir Semarang-Demak Mencari Penghidupan di Tengah Rob
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sirkular

Adaptasi Warga Pesisir Semarang-Demak Mencari Penghidupan di Tengah Rob

26 TAHUN yang lalu, wilayah pesisir pantai Semarang dan Demak, masih menjadi andalan penghidupan warganya. Hasil laut masih melimpah. Kepiting, udang, rajungan gampang didapat. Kini, pesisir itu hanya tinggal hamparan pantai luas. Ekosistem alamnya rusak. Kepiting, udang, rajungan dan ikan laut susah ditemukan. Tambak tak lagi dapat ditinggali ikan bandeng. Daratan terus menenurun dan genangan rob menghantui hari-hari.

baniabbasy
Last updated: Juli 20, 2025 2:44 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Kondisi perkampungan di wilayah pesisir Senmarang, di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Semarang Utara. Tambak yang tidak lagi produktif, dan ancaman genangan rob yang menghantui sehari-hari. Foto: BAE
Kondisi perkampungan di wilayah pesisir Senmarang, di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Semarang Utara. Tambak yang tidak lagi produktif, dan ancaman genangan rob yang menghantui sehari-hari. Foto: BAE
SHARE

NARAKITA, SEMARANG – Muh Syafi merasakan banyak perubahan yang terjadi di pesisir Semarang. Kondisi itu memaksa ia dan warga lain di kampungnya beradaptasi mencari penghidupan agar bisa bertahan.

Syafi merupakan warga kampung Tambakrejo, Kota Semarang. Dia mengamati, sejak tahun 2000, Semarang mulai kehilangan pesisir. Tambak dan bakau juga berkurang drastis.

“Tambak yang dulu bisa dikelola untuk membudidaya bandeng dan udang, sudah tidak ada,” kata Syafi, Sabtu (19/7/2025).

Masih terekam di ingatannya saat hasil laut masih melimpah. Kepiting, udang, rajungan gampang ia dapat. Bahkan, walau tidak pakai perahu pun sehari bisa dapat 50 kepiting.

“Sekarang hasil alam menurun,” keluh Syafi yang berharap keadaan bisa disetel ulang seperti dulu.

Muslimah, Warga Tambakrejo lainnya, mengamini pernyataan Syafi. Dulu gampang mencari hasil pangan. Tanpa perahu bisa mendapat kepiting. Sekarang boro-boro, pakai perahu juga susah dapat hasil tangkapan.

Bahkan, katanya ikan jenis belanak mudah didapat di sungai. Tapi sejak ada pelebaran sungai Banjir Kanal, habitat biotanya menjadi rusak, dampaknya ikan tidak ada lagi.

Menurut Muslimah, warga di kampungnya beradaptasi dengan mencari sumber penghasilan lain untuk bisa bertahan hidup.

“Beralih profesi, dari pembersih kerang jadi penjual warung. Juga ada yang ikut proyek,” tuturnya.

Warga Tambakrejo juga beradaptasi dengan masalah rob dan abrasi. Tambak ikan dan udang memang sudah tertelan air laut, tetapi mereka mencari cara baru untuk mencari penghasilan dengan membuat rumpon kerang.

Rob Persulit Hidup Warga 

Berjarak 20 kilometer dari kediaman Syafi dan Muslimah, ada Sunarti yang mengeluhkan hal serupa. Sunarti, warga Kampung Timbulsloko, Kabupaten Demak ini merasakan perubahan keadaan lingkungannya.

“Dulu tanaman subur hijau, sawah gemah ripah. Namun semenjak ada rob, tanaman jadi hilang, dan hidup sulit karena airnya selalu naik,” ceritanya saat berada di Semarang, Sabtu (19/7/2025).

Perempuan itu menuturkan, saat ini nelayan di kampunya banyak yang mencari udang. Jika dibandingkan, dulu per harj bisa mendapat 7–10 kilogram, tetapi sekarang hanya berkisar 1–2 kilogram.

Ridho, tetangga Sunarti, mengenang masa-masa saat kampung hijaunya masih berjarak cukup jauh dengan garis pantai. Masa di mana tambak-tambaknya bisa dibudidaya, mangrove yang rimbun juga menebar manfaat.

“Sekarang berubah dengan kehilangan tambak dan laut semakin dekat,” ujar Ridho yang tinggal berdampingan dengan rob, saat berada di Semarang, Sabtu (19/7/2025).

Akses menuju Kampung Timbulskolo sulit dijangkau. Jalan yang menapak dengan tanah terendam air laut. Tanpa dibangun jembatan, kampung ini tak bisa dijangkau.

Warga merasakan kenyataan pahit. Mereka di hadapkan pada pilihan sulit: meninggalkan kampung halaman tapi kelimpungan cari tempat baru atau tetap tinggal dengan kondisi serba sulit.

Kata Ridho, warga yang memilih menetap di Kampung Timbulsloko maka harus beradaptasi. “Warga gotong royong, selalu meninggikan rumah rutin,” ucapnya.(bae)

You Might Also Like

Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Ngaku Tak Paham Hukum Kok Mau Jadi Kepala Daerah?

Pemkot Semarang Ingatkan RT/RW Soal Batas Wewenang

Setelah Drama Panjang, PWI Akhirnya “Unblock” di Kemenkumham

Menteri Perencanaan Pembangunan Bilang Lebih Penting MBG daripada Lapangan Kerja

Polisi Bilang Ada 34 Korban Terkapar setelah Aksi Demo Tuntut Bupati Pati Sudewo Mundur

TAGGED:ekonomi sirkularheadlinekehidupan warga pesisir Semarang DemakRob ancam kehidupan wargaRob di Jawa Tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PLN Terangi Sekolah Papua Tengah dengan Super Sun
Next Article Pemerhati lingkungan pesisir dari Universitas Katholik Sugijopranoto (Unika) Semarang Hotmauli Sidabalok, saat menjelaskan masalah lingkungan yang terjadi di pesisir Semarang-Demak, Sabtu (19/7/2025). Foto: BAE Pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Menambah Tumpukan Masalah di Pesisir

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TITIK GEMPA--BMKG merilis titik lokasi gempa di Banjarnegara, Jateng. (ist)

Hari Ini Banjarnegara Diguncang Gempa, BMKG Sebut Dampak Sesar Aktif

Macan Kumbang Batang Dirawat Tim Dokter, Dipantau 24 Jam

Pemprov Bagikan Ratusan Kursi Roda Adaptif, Buka Jalan untuk Penyandang Disabilitas

34 Hoaks Terdeteksi di Semarang, Pemkot: Jangan Sampai Kejar Viral Malah Kena Masalah

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan api.
Info

BREAKING NEWS: Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, 480 Kios Hangus

April 30, 2026
Ekonomi

Siap-Siap! UMP Jateng 2026 Bakal Diumumkan 21 November

November 8, 2025
Sepak Bola

PSIS Nunggu “Bantuan” PSS Buat Selamat

April 26, 2026
Ilustrasi Gedung DPR RI
Politik

Rakyat Kena Prank! DPR Hapus Tunjangan Rumah Rp 50 Juta, tapi Dana Reses Naik Jadi Rp 702 Juta

Oktober 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Adaptasi Warga Pesisir Semarang-Demak Mencari Penghidupan di Tengah Rob
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?