BACAAJA, NGAWI– Medali memang jadi buruan utama dalam setiap pertandingan. Namun, pulang membawa harga diri dan sportivitas yang terjaga tentu jauh lebih penting.
Pesan itulah yang dibawa Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat melepas kontingen atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Kabupaten Ngawi 2026.
Pelepasan kontingen berlangsung di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Selasa (3/11/2026). Sejumlah pejabat Forkopimda, jajaran Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora), pelatih, pendamping, hingga para atlet turut hadir dalam agenda tersebut.
Baca juga: Bupati Ngawi Minta Koperasi Desa Dikelola Profesional
Bagi para atlet, momen ini bukan sekadar seremoni berpamitan sebelum bertanding. Ada tanggung jawab membawa nama Ngawi yang ikut disandang ketika mereka turun ke arena kompetisi.
Bupati Ony Anwar Harsono memberikan apresiasi kepada para atlet dan pelatih yang sudah melewati proses latihan panjang. Menurutnya, perjuangan menuju kompetisi tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan kedisiplinan, kerja keras, serta mental yang kuat.
“Selamat bertanding kepada anak-anakku para atlet Popda dan Peparda. Kalian adalah putra-putri terbaik Kabupaten Ngawi. Tunjukkan kemampuan maksimal, junjung tinggi sportivitas, dan jaga nama baik daerah. Menang adalah target, namun integritas dan semangat pantang menyerah adalah yang utama,” ujar Ony.
Bagian Penting
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kompetisi bukan cuma soal siapa yang berdiri paling tinggi di podium. Cara bertanding, menghormati lawan, dan menerima hasil pertandingan juga menjadi bagian penting dari prestasi seorang atlet.
Pemkab Ngawi, lanjut Ony, berkomitmen terus mendorong pengembangan olahraga di kalangan generasi muda. Dukungan itu mencakup peningkatan sarana dan prasarana olahraga hingga perhatian terhadap atlet penyandang disabilitas yang berlaga dalam Peparda.
Kehadiran Peparda sekaligus menjadi ruang pembuktian bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk membatasi kesempatan berprestasi. Setiap atlet punya peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Baca juga: Bupati Ngawi: Regulasi Tak Cukup Sah, Harus Bermanfaat Bagi Rakyat
Kini, para atlet Popda dan Peparda Ngawi tinggal membuktikan hasil latihan mereka di arena pertandingan. Harapan tentu saja membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama daerah.
Sebab, medali boleh jadi hanya terbuat dari logam. Namun, perjuangan mendapatkannya membutuhkan keringat, disiplin, dan mental baja. Jangan sampai semangat mengejar medali begitu tinggi, sementara perhatian terhadap fasilitas dan kesejahteraan atlet justru tertinggal di belakang. Jangan cuma minta atlet bermental juara, pemerintah juga harus punya mental juara dalam mendukung mereka. (tebe)

