Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

R. Izra
Last updated: November 1, 2026 3:55 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).
SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Solidaritas ekologis tak boleh hanya berhenti pada kata-kata. Harus ada aksi dan tindakanya nyata. Sebab, kerusakan lingkungan bukan sekadar isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Aksi nyata solidaritas ekologi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).

Aksi ini menjadi bagian dari Pra-Dies Natalis PMKRI Semarang ke-69 dengan tema “Bhinneka dan Lestari: Merawat Persaudaraan Sejati untuk Keadilan Sosial-Ekologis.”

Sebanyak 55 peserta dari berbagai perguruan tinggi ikut ambil bagian melalui program open volunteer. Kegiatan ini juga menggandeng Komunitas Pecinta Alam Semarang Mangrove. Sementara 350 bibit mangrove mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan Kota Semarang.

Bagi PMKRI, kegiatan ini bukan cuma aksi penghijauan atau seremoni organisasi. Penanaman mangrove juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap krisis ekologis.

Aksi tersebut mengangkat semangat ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan Paus Fransiskus pada 2015. Ajaran itu mengajak manusia merawat bumi sebagai rumah bersama (our common home).

Ketua Presidium PMKRI Cabang Semarang, Ramanda Bima Prayuda, mengatakan kerusakan lingkungan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, persoalan abrasi dan banjir rob di Semarang memiliki kaitan dengan krisis ekologis yang juga terjadi di berbagai daerah.

“Ketika rumah bersama kita rusak, seluruh umat manusia ikut bertanggung jawab,” ujar Bima.

Ia menegaskan, semangat Laudato Si’ tidak boleh berhenti sebagai ajaran atau refleksi keagamaan. Kepedulian terhadap alam harus diwujudkan lewat tindakan konkret.

Bima juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya hadir sebagai pemberi dukungan bibit. Pemerintah, menurutnya, harus mengambil peran utama dalam perlindungan dan pemulihan lingkungan.

“Pemerintah tidak cukup hanya memberikan bibit, lalu menganggap tanggung jawabnya selesai. Pemerintah harus menjadi penggerak utama, turun langsung ke lapangan, melihat kondisi lingkungan, mendengarkan masyarakat terdampak, dan memastikan ada langkah konkret,” tegasnya.

Ajak Mahasiswa dan Komunitas Bergerak

Bima turut mendorong kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, komunitas lingkungan, dan pemerintah. Namun, kerja sama tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk melepas tanggung jawabnya.

Semangat serupa disampaikan Rifa, salah satu relawan dari Universitas Dian Nuswantoro. Ia mengaku antusias karena baru pertama kali mengikuti kegiatan penanaman mangrove.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan aksi nyata sekaligus memahami pentingnya solidaritas ekologis.

“Solidaritas ini bukan hanya untuk teman-teman di Kota Semarang, tetapi juga untuk saudara-saudara kita di berbagai daerah Indonesia yang sedang menghadapi persoalan lingkungan,” tuturnya.

PMKRI menegaskan penanaman 350 mangrove ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bibit yang sudah ditanam perlu dirawat dan dipantau agar upaya pemulihan ekosistem bisa berkelanjutan.

Lewat momentum Pra-Dies Natalis ke-69, PMKRI ingin mengingatkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sebab, memperjuangkan keadilan sosial juga berarti memperjuangkan keadilan ekologis. (*)

You Might Also Like

Kota Semarang “Nabung” Sejuta Liter Air Hadapi Kemarau Panjang

Pameran Lukisan di Grand Candi Bikin Tamu Berhenti Jalan

KPK Pamerkan Uang 5 Koper Hasil Sitaan ‘Safe House’ Bea Cukai di Jakarta

Ramai Angka Triliunan untuk Kaos Kaki, BGN Bilang Faktanya Nggak Segitu

Terdakwa Korupsi Ngaku Transfer Rp21 Miliar ke Pangdam Widi untuk Pilpres 2024

TAGGED:pantai tirangpmkri semarangsolidaritas ekologistanam mangrove
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. MA Batalkan Suket, Budi Arie Projo Tegaskan Gibran Gak akan Mundur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).

PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

MA Batalkan Suket, Budi Arie Projo Tegaskan Gibran Gak akan Mundur

Kalah di Perak, Kota Semarang Harus Puas Jadi Runner-up Xiangqi Porprov 2026

Agustina Minta Semua Suara Warga Didengar: Jangan Cuma yang Paling Keras!

Jangan Abaikan! Ini 5 Perubahan Payudara Kena Kanker

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Manfaatkan Lahan SAE, Lapas Purwodadi Dorong Ketahanan Pangan

September 30, 2026
Info

Zakat Fitrah Online Boleh Nggak Sih? Ini Penjelasan Simpelnya

Maret 7, 2026
HALAL FEST--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau pameran UMKM di Semarang Halal Fest 2026. (ist)
Info

MTQ Nasional Jadi Jalan UMKM Semarang Kenalkan Produk ke Pasar Nasional

September 15, 2026
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Nasional

Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian

Desember 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?