Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dua Atlet Meninggal Saat Porprov, Pengamat Soroti Persiapan dan Manajemen Risiko
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Dua Atlet Meninggal Saat Porprov, Pengamat Soroti Persiapan dan Manajemen Risiko

T. Budianto
Last updated: Oktober 31, 2026 11:55 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Pengamat olahraga Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr Soedjatmiko, MPd. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Dua atlet meninggal saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Tragedi ini menjadi alarm bagi penyelenggara dan pengelola cabang olahraga untuk mengevaluasi kesiapan pertandingan. Bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga memastikan setiap atlet terlindungi selama berkompetisi.

Pengamat olahraga Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr Soedjatmiko, MPd menilai, persiapan atlet yang kurang maksimal dapat meningkatkan risiko terjadinya insiden dalam pertandingan. Namun, ia tidak menyimpulkan faktor tersebut sebagai penyebab langsung meninggalnya dua atlet dalam Porprov kali ini.

Kedua atlet tersebut adalah Syabilla Rizkia Putri Raharja (22), atlet selam asal Kabupaten Jepara, dan Ayudiah Rivana Tridiandinata (19), atlet pencak silat asal Kota Semarang.

Soedjatmiko menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Menurutnya, kejuaraan merupakan puncak dari proses latihan dan persiapan panjang seorang atlet. Karena itu, kesiapan sebelum bertanding harus menjadi perhatian serius.

Baca juga: Tragis! Atlet Selam Jepara Meninggal saat Berlaga di Porprov Jateng 2026

“Kejuaraan merupakan puncak dari persiapan yang dilakukan seorang atlet. Jika persiapannya tidak maksimal, bisa terjadi insiden dan bahkan membahayakan jiwa atlet yang bersangkutan,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Umum II KONI Jawa Tengah periode 2021-2025 itu juga menyoroti keterbatasan anggaran yang menurutnya masih menjadi salah satu tantangan dalam persiapan sejumlah cabang olahraga menghadapi kompetisi.

Ia menilai, perencanaan pembinaan perlu disusun secara tepat agar kebutuhan penting, termasuk aspek keselamatan, tidak terabaikan. Meski demikian, keterbatasan anggaran tersebut merupakan catatan umum mengenai pembinaan olahraga, bukan kesimpulan mengenai penyebab tragedi yang menimpa kedua atlet.

Risiko Berbeda

Selain kesiapan atlet, Soedjatmiko menekankan pentingnya manajemen risiko dalam penyelenggaraan pertandingan. Setiap cabang olahraga memiliki karakteristik dan potensi bahaya berbeda sehingga membutuhkan prosedur keselamatan yang sesuai.

“Masing-masing cabang olahraga memiliki karakteristik dan potensi bahaya berbeda sehingga membutuhkan prosedur keselamatan yang sesuai,” jelasnya.

Menurut dia, evaluasi perlu mencakup kesiapan atlet, penerapan prosedur keselamatan, ketersediaan dukungan medis, hingga mekanisme penanganan keadaan darurat.

Baca juga: Atlet Pencak Silat Semarang Meninggal setelah Pertandingan Porprov Jateng, Sempat Jalani Operasi

Koordinasi antara penyelenggara, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan tenaga medis juga perlu diperkuat untuk mengantisipasi risiko sejak tahap persiapan.

Soedjatmiko menegaskan, penyebab pasti meninggalnya Syabilla dan Ayudiah harus mengacu pada hasil pemeriksaan serta keterangan pihak berwenang. Karena itu, belum tepat mengaitkan kedua kejadian tersebut secara langsung dengan persoalan anggaran atau kurangnya persiapan tanpa bukti yang memadai.

Ia berharap peristiwa ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga. Penyelenggaraan kompetisi, menurutnya, tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga harus menempatkan keselamatan atlet sebagai prioritas.

Sebab, keberhasilan sebuah kejuaraan bukan semata-mata dihitung dari jumlah medali dan posisi klasemen. Podium bisa dikejar kembali pada kompetisi berikutnya, tetapi nyawa atlet tidak bisa digantikan. (tebe)

You Might Also Like

Sejumlah Sekolah di Jateng Ramai-ramai Tolak MBG, BGN Pasrah: Boleh Kok!

Drama Lanjutan PBNU: Muncul Edaran Gus Yahya Nggak Lagi Ketum per 26 November 2025

Akhir Tahun Mau Liburan? Waspada, La Nina Siap Bawa Hujan Segedhe Gaban

Dari Rokok ke Raket: Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Warisannya Nggak Main-Main

Sidang Gugatan Gelar Pahlawan Soeharto! Gemas Bongkar Kembali Catatan HAM hingga Dugaan Korupsi

TAGGED:atlet meninggal duniaheadlinekoni jatengkoni kota semarangPorprov Jateng 2026unnes
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?
Next Article Catat! Ini Syarat Pekerja yang Terima BSU 2026, Gaji Maksimal Rp 3,5 Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Catat! Ini Syarat Pekerja yang Terima BSU 2026, Gaji Maksimal Rp 3,5 Juta

Dua Atlet Meninggal Saat Porprov, Pengamat Soroti Persiapan dan Manajemen Risiko

Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?

APBD 2027 Bukan Uang Pribadi, Sekda Jateng Ingatkan Pejabat Jangan Nekat

Jumlah Penerima Insentif Guru Sekolah Minggu Naik 300 Persen!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DIPECAT - Presiden Prabowo Subianto memecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN. (ist)
Info

Viral! Kepala BGN Bilang Anak Putus Sekolah karena Uang Jajan: MBG Jadi Penyelamat

Februari 3, 2026
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN)
Info

Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul

September 25, 2026
Info

Pompa Nambah, Jalan Mulus, Banjir Dikejar: Curhat Infrastruktur Wali Kota Semarang

Desember 18, 2025
Rangkaian gerbong Kereta Api (KA) Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen anjlok di Bumiayu, Senin (6/4/20206).
Info

Jalur Bumiayu Mulai Pulih, KAI Daop 4 Semarang tetap Buka Peluang Refund Tiket

April 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dua Atlet Meninggal Saat Porprov, Pengamat Soroti Persiapan dan Manajemen Risiko
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?