BACAAJA, SEMARANG – Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) semakin banyak digunakan masyarakat Jawa Tengah (Jateng).
Hingga triwulan III 2026, jumlahnya mencapai 35.829 unit, dengan Kota Semarang menjadi wilayah pengguna terbanyak, baik untuk mobil maupun sepeda motor listrik.
Data Dinas ESDM Jawa Tengah mencatat, populasi kendaraan listrik terus bertambah sepanjang tahun. Pada triwulan I, jumlahnya terdiri dari 17.988 motor dan 4.446 mobil listrik. Angka itu naik menjadi 21.638 motor dan 7.090 mobil pada triwulan II.
Memasuki triwulan III, jumlah motor listrik mencapai 25.904 unit, sedangkan mobil listrik sebanyak 9.925 unit.
Bacaaja: Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota
Bacaaja: Akio Toyoda Klaim Kendaraan Listrik Lebih Kotor dan Tak Ramah Lingkungan, Mengapa?
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jateng, Mahendra Dwi Atmoko, mengatakan tren tersebut menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin baik.
“Walaupun belum bisa menyaingi kendaraan berbasis BBM, perkembangannya cukup baik di Jawa Tengah,” kata Mahendra, Rabu (14/10/2026).

Kota Semarang mendominasi penggunaan kendaraan listrik. Tercatat ada 7.447 mobil listrik dan 4.930 motor listrik di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
Untuk mobil listrik, posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kudus dengan 1.856 unit dan Kota Surakarta sebanyak 1.438 unit.
Sementara untuk motor listrik, Kota Surakarta berada di urutan kedua dengan 714 unit, disusul Kabupaten Klaten sebanyak 448 unit.
“Minat masyarakat terkait kendaraan listrik di Jawa Tengah cukup baik. Kendaraan listrik paling banyak masih didominasi Kota Semarang, kemudian Kota Surakarta,” ujarnya.
Peningkatan jumlah pengguna juga diikuti pengembangan infrastruktur pengisian daya.
Saat ini, Jawa Tengah memiliki 318 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, termasuk di sepanjang ruas jalan tol.
Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi salah satu penunjang penggunaan kendaraan listrik, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses pengisian daya selama perjalanan. (dul)

