Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Asap Karhutla Bikin 277 Ribu Warga Terserang ISPA
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Asap Karhutla Bikin 277 Ribu Warga Terserang ISPA

Nugroho P.
Last updated: Oktober 15, 2026 2:22 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
MASKER. Masker dinilai cukup efektif mencegah ISPA dalam kasus Karhutla.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan cuma mengganggu jarak pandang, tetapi juga mulai menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga. Kementerian Kesehatan mencatat ratusan ribu kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di wilayah terdampak, sementara jutaan masker sudah disalurkan untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap.

Contents
Ratusan Ribu Kasus ISPA Jadi PerhatianMasker Ditambah, Layanan Kesehatan DiperkuatAnak-anak hingga Lansia Paling RentanKemenkes Bahas Penanganan Bersama Kemendagri

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemerintah telah membagikan 5,3 juta masker ke berbagai daerah yang mengalami karhutla. Jumlah tersebut masih bisa ditambah sesuai kebutuhan di lapangan, terutama jika kondisi kabut asap terus mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

“Sudah ada 5,3 juta masker yang diberikan ke seluruh daerah yang mengalami karhutla. Ini akan kita tambah lagi sesuai dengan kebutuhan yang ada,” kata Dante saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

Ratusan Ribu Kasus ISPA Jadi Perhatian

Kemenkes mencatat sebanyak 277.075 kasus ISPA secara kumulatif hingga 12 Oktober 2026. Kasus tersebut tersebar di 63 kabupaten atau kota pada tujuh provinsi yang terdampak karhutla.

Dari jumlah itu, sebanyak 62.400 kasus atau sekitar 22,5 persen dialami anak berusia 0–5 tahun. Angka tersebut menjadi perhatian karena bayi dan balita termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak buruk asap kebakaran.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, perkembangan kasus ISPA terus dipantau untuk mendeteksi kemungkinan lonjakan pasien. Pemantauan tersebut juga menjadi dasar untuk memperkuat respons kesehatan di daerah terdampak.

“Data pasien ISPA akibat karhutla ini akan terus dipantau untuk mendeteksi peningkatan kasus dan memperkuat respons kesehatan,” ujar Aji, Kamis.

Masker Ditambah, Layanan Kesehatan Diperkuat

Selain menyalurkan masker, pemerintah memperkuat upaya penanganan dampak kesehatan akibat karhutla melalui edukasi kepada masyarakat dan peningkatan kesiapan fasilitas kesehatan. Langkah ini dilakukan agar warga yang mengalami gangguan pernapasan bisa mendapatkan penanganan dengan cepat.

Dante menjelaskan, fasilitas kesehatan juga didorong untuk menangani kasus ISPA yang berkaitan dengan paparan asap. Surveilans atau pemantauan kesehatan diperkuat agar perkembangan kasus di wilayah terdampak bisa diketahui lebih dini.

“Penanganan kasus-kasus infeksi saluran pernapasan atas, itu juga kita lakukan, dan kita lakukan surveilans dan penguatan di fasilitas kesehatan supaya mereka bisa menangani pelayanan akibat karhutla ini,” ujarnya.

Kemenkes juga mengimbau warga di daerah yang diselimuti asap untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Masyarakat perlu lebih waspada ketika kualitas udara memburuk, terutama bagi mereka yang setiap hari harus beraktivitas di luar ruangan.

Anak-anak hingga Lansia Paling Rentan

Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan berbagai zat berbahaya yang bisa masuk ke saluran pernapasan. Paparan tersebut dapat memicu batuk, ISPA, sesak napas, hingga memperburuk kondisi orang yang memiliki penyakit asma.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian ekstra meliputi bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit paru kronis. Mereka disarankan membatasi paparan asap dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan pernapasan yang mengkhawatirkan.

Aji mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan gejala pada anak, terutama ketika muncul tanda gangguan pernapasan. Anak yang mengalami sesak napas, bernapas lebih cepat dari biasanya, atau kesulitan menyusu dan minum harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

“Jika anak mengalami sesak napas, napas cepat, sulit menyusu atau minum, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” kata Aji.

Kemenkes Bahas Penanganan Bersama Kemendagri

Penanganan dampak karhutla di bidang kesehatan juga akan dibahas secara terintegrasi oleh pemerintah pusat. Dante menyebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan mengikuti rapat bersama Kementerian Dalam Negeri pada Kamis sore untuk membicarakan langkah penanganan di wilayah terdampak.

“Hari ini Pak Menteri jam 3 sore, akan melakukan rapat dengan Kemendagri secara terintegrasi untuk melakukan penanganan di bidang kesehatan,” ucap Dante.

Koordinasi tersebut diharapkan memperkuat upaya penanganan di daerah, mulai dari pemantauan kasus ISPA hingga kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien.

Dengan ratusan ribu kasus yang telah tercatat, penanganan karhutla kini bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga melindungi warga dari dampak asap. Pembagian masker, pengurangan aktivitas di luar rumah, serta deteksi dini gejala gangguan pernapasan menjadi langkah penting untuk menekan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. (*)

You Might Also Like

Samuel Wattimena Ingatkan Ancaman El Nino, Pariwisata dan UMKM Diminta Siaga

Rowo Jombor Disiapkan Jadi Destinasi Ekowisata Tahunan, Gibran Tebar 50 Ribu Benih Ikan

707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Ini Gejala yang Dirasakan

Siswa SDN 1 Banjarejo Buat Totebag Jadi Karya Ecoprint

Pemprov Jateng Kerahkan Helikopter, ‘Geser Awan Hujan’ di Muria Raya

TAGGED:ispakarhutlakebakaran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gaji PNS Pindah ke Kopdes, Bank Daerah Bisa Tumbang
Next Article MENGISI DAYA - Ilustrasi pemilik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sedang melakukan pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN. (Dok PLN) Kendaraan Listrik Tembus 35 Ribu Unit, Semarang Jadi Raja EV di Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, saat ditemui di Gedung DPRD Jateng, Kamis (15/10/2026). (dul)

Kapolda Jateng Respons Kabar OTT KPK Tangkap Bupati Klaten

Jateng Borong Tiga Gelar Terbaik Anugerah Legislasi Daerah

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Kronologi Bupati Klaten Hamenang Terjaring OTT KPK: Dijemput di Rumah Dinas, Dibawa ke Mapolresta Klaten

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Bidik Emas Porwanas 2027, Frits Yohanes Siap Kawal Tim Biliar PWI Jateng

Agustus 20, 2026
Info

Tiga Prajurit Gugur, DPR Pertanyakan Keefektifan BOP

April 2, 2026
Daerah

Sawah Terendam Banjir, Klaim Asuransi Petani Masuk Tahap Validasi

Januari 19, 2026
TERIMA KUNJUNGAN - 96 siswa SMK Bina Utama Kendal didampingi enam guru melaksanakan kunjungan industri ke kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah di Semarang.
Info

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah Terima Kunjungan Industri SMK Bina Utama Kendal

Agustus 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Asap Karhutla Bikin 277 Ribu Warga Terserang ISPA
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?