BACAAJA, SEMARANG – Suara mesin yang lebih halus, minim getaran, dan tanpa asap knalpot menjadi keunggulan bus listrik Trans Semarang di Koridor 1 rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron.
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai penggunaan bus listrik menjadi langkah menuju transportasi perkotaan yang lebih nyaman dan ramah lingkungan.
“Bus listrik menawarkan kenyamanan lebih karena suara mesin dan getarannya minim. Selain itu, tidak ada asap knalpot yang mencemari udara di sepanjang jalur operasional,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Bacaaja: 27 Bus Listrik Mulai Layani Trans Semarang
Bacaaja: Aktivis Lingkungan Ingatkan Risiko Limbah Baterai Bus Listrik
Bus listrik berukuran sekitar 12 meter itu juga menggunakan desain lantai rendah (low deck) untuk memudahkan akses penumpang, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Kapasitasnya dapat mencapai sekitar 60 penumpang, bergantung pada konfigurasi kendaraan.
Dengan panjang rute sekitar 29 kilometer, Koridor 1 menghubungkan wilayah barat dan timur Semarang sekaligus melewati pusat kota.
Kehadiran bus listrik diharapkan tidak hanya menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, tetapi juga mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.
Bagian dari peremajaan armada
Sebelumnya diberitakan, wajah transportasi publik di Kota Semarang perlahan berubah. Hingga akhir 2026, Pemerintah Kota Semarang melalui UPTD BLU Trans Semarang mengebut program peremajaan armada sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab tantangan armada yang mulai menua.
Modernisasi ini dilakukan secara bertahap. Tak hanya menghadirkan bus-bus baru yang lebih nyaman, program tersebut juga menjadi langkah awal menuju sistem transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dengan hadirnya armada bus listrik.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Semarang, tahap pertama telah menghadirkan 61 armada baru. Selanjutnya, sebanyak 20 unit masih menyelesaikan proses administrasi, sementara 51 unit lainnya tengah dirakit di karoseri. Jika seluruh proses rampung sesuai rencana, maka total 132 armada baru akan memperkuat layanan Trans Semarang hingga Desember 2026.
Armada tersebut terdiri atas 27 bus besar, 41 bus sedang, dan 64 bus kecil yang akan ditempatkan di Koridor 4, Koridor 8, Feeder 1, serta Feeder 3. Penambahan armada diharapkan mampu menjaga ketepatan waktu layanan sekaligus mengurangi gangguan operasional akibat kendaraan yang sudah uzur. (dul)

