Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sarawak Cabut Darurat Asap, Udara Belum Aman
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sarawak Cabut Darurat Asap, Udara Belum Aman

Nugroho P.
Last updated: September 8, 2026 6:49 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kondisi kabut asap di Kuala Lumpur Malaysia beberapa waktu lalu.
SHARE

BACAAJA, SARAWAK – Kabar baik datang dari Sarawak, Malaysia. Pemerintah setempat akhirnya mencabut status darurat kabut asap yang sebelumnya diberlakukan setelah kualitas udara anjlok akibat asap karhutla dari Indonesia.

Meski status darurat sudah dicabut, warga belum bisa benar-benar bernapas lega. Sejumlah wilayah di Sarawak masih menghadapi polusi udara level sangat tidak sehat, sehingga masyarakat tetap diminta waspada.

Keputusan pencabutan status darurat diumumkan pemerintah Malaysia pada Senin (7/9/2026). Langkah tersebut diambil setelah mendapat persetujuan dari Raja Malaysia, Sultan Ibrahim.

Kantor Perdana Menteri Malaysia menegaskan kondisi kabut asap di Sarawak memang mulai membaik, tetapi belum sepenuhnya pulih. Indeks Polusi Udara atau API di beberapa wilayah masih berada pada level yang cukup mengkhawatirkan.

“S ituasi kabut asap di Sarawak belum sepenuhnya pulih, dan angka API di beberapa wilayah masih berada pada tingkat yang sangat tidak sehat,” demikian pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Malaysia, dikutip AFP.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia menetapkan status darurat di Sarawak pada Jumat (4/9/2026). Keputusan itu keluar setelah kondisi udara di sejumlah daerah memburuk dengan cepat.

Serian menjadi wilayah yang paling disorot. Daerah yang berada sekitar 65 kilometer di selatan Kuching itu sempat mencatat API hingga 519.

Angka tersebut sudah masuk kategori ekstrem. Dalam pedoman keselamatan Malaysia, API di atas 300 masuk kategori berbahaya, sementara angka lebih dari 500 menjadi batas untuk menetapkan status darurat lokal.

Kabut asap tebal bahkan sempat menyelimuti Serian dan membuat jarak pandang serta aktivitas warga terganggu. Kondisi tersebut membuat pemerintah mengambil langkah cepat untuk melindungi masyarakat.

Situasi kemudian perlahan membaik setelah hujan mengguyur Serian pada Jumat malam hingga Sabtu (5/9/2026) pagi. Hujan tersebut diyakini berkaitan dengan operasi penyemaian awan yang dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi udara.

Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak menyebut angka API di Serian sudah turun ke kisaran 200-an pada Senin. Meski jauh lebih rendah dibanding sebelumnya, angka itu tetap menunjukkan kualitas udara belum sepenuhnya sehat.

Kabut asap sendiri sudah menyelimuti sejumlah wilayah Indonesia dan Malaysia selama beberapa pekan. Sumber utamanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah kawasan di Indonesia.

Asap dari karhutla tersebut kemudian terbawa angin dan melintasi perbatasan negara. Dampaknya tak cuma dirasakan Indonesia, tetapi juga sampai ke Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Bagi Malaysia, terutama wilayah Sarawak yang berada di Pulau Kalimantan, kabut asap lintas batas bukan persoalan baru. Ketika kebakaran di Indonesia membesar dan arah angin mendukung, asap dapat dengan cepat masuk ke wilayah Negeri Jiran.

Pemerintah Malaysia pun tetap memantau kualitas udara meski status darurat sudah dicabut. Penurunan API menjadi sinyal positif, tetapi kondisi di lapangan masih perlu diawasi.

Warga di wilayah yang kualitas udaranya belum membaik juga tetap perlu berhati-hati. Aktivitas di luar ruangan, khususnya bagi kelompok rentan, berpotensi terdampak jika konsentrasi polutan kembali meningkat.

Di sisi lain, Indonesia masih berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan yang menjadi sumber asap. Pemadaman dan penanganan titik-titik kebakaran terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.

Pencabutan status darurat Sarawak setidaknya menunjukkan kondisi sudah bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, pemerintah setempat belum menganggap persoalan kabut asap benar-benar beres.

Selama masih ada wilayah dengan API tinggi, ancaman kualitas udara buruk tetap terbuka. Karena itu, pemantauan dan langkah antisipasi masih menjadi pekerjaan penting bagi otoritas setempat.

Dengan kondisi yang mulai turun, harapannya kabut asap segera benar-benar pergi dari Sarawak. Warga pun bisa kembali beraktivitas tanpa harus terus waswas dengan kualitas udara yang mereka hirup. (*)

You Might Also Like

Mengenal Masjid Nusantara Watu Sanggar, Harmoni Islam dan Budaya Jawa

Rumah Hangus, Solidaritas Tetangga Justru Jadi ‘Aset’ Paling Berharga

Napi Narkoba Bakal Dibina di Pulau Buaya, Ini Rencana Yusril

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Klarifikasi, Permintaan Maaf, dan Harapan

Drama PBNU Berakhir, Islah di Lirboyo Sepakati Gelar Muktamar ke-35

TAGGED:kabut asapkarhutlaMalaysiasarawak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TINJAU VANUE--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (pojok kanan) dan rombongan meninjau vanue pusat event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila Simpang Lima. (ist) MTQ Nasional Jadi Momen UMKM dan Wisata Semarang Unjuk Gigi
Next Article Pesawat berjejer di landasan Bandara Ahmad Yani Semarang. (ist) 3.420 Penumpang Pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang Terdampak, 29 Penerbangan Dibatalkan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

PENGURAI MASSA: Tim pengurai massa dari kepolisian siaga di Simpang Lima Semarang untuk membubarkan paksa massa aksi, Kamis (22/10/2026) malam. (bae)

LBH: Tim Hukum dan Paramedis Jadi Korban Kekerasan Polisi saat Demo Semalam

Tak Cuma Jago Ngaji! Darul Amanah Juara Football Santri 2026

Dicari, Komisioner KI  yang Bukan Sekadar Pintar tapi juga Bisa Kerja Bareng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).
Hukum

2026 Belum Tiga Bulan Berjalan Tiga Bupati di Jateng Terjaring OTT KPK, Apa yang Salah?

Maret 13, 2026
Daerah

Wali Kota Tinjau Banjir Genuk, Pompa Jalan, Perut Aman

Oktober 23, 2025
Olahraga

Porwakos 2026 Dibuka, Agustina: Menang Itu Bonus, Persaudaraan yang Juara

Juli 26, 2026
Info

Last Call Mudik Gratis! 640 Orang Berangkat dari Pasar Senen

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sarawak Cabut Darurat Asap, Udara Belum Aman
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?