Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dua Bulan Tak Ada Kepastian, Warga Brebes Selatan Tagih Pemekaran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Dua Bulan Tak Ada Kepastian, Warga Brebes Selatan Tagih Pemekaran

T. Budianto
Last updated: Oktober 14, 2026 5:51 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
TEMUI DPRD: Ketua Paguyuban Pemekaran Brebes Selatan, Agus Sutiyono (Memakai Kaos Hitam) berfoto dengan Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah (memakai baju batik batik dan berpeci) dalam audiensi bersama pimpinan DPRD dan Pemprov Jateng, di kantor DPRD Jateng. Senin (13/10/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Penantian panjang warga Brebes Selatan untuk memiliki daerah otonom sendiri belum juga menemui kepastian. Merasa pembahasan pemekaran tak kunjung bergerak, Paguyuban Pemekaran Brebes Selatan kembali mendatangi Gedung DPRD Jawa Tengah, Senin (12/10/2026), untuk menagih kejelasan.

Ketua Paguyuban Pemekaran Brebes Selatan, Agus Sutiyono, menyoroti mandeknya pembahasan di Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jateng selama hampir dua bulan, sejak agenda studi banding ke Jawa Timur pada 19 Agustus 2026.

Baca juga: Delapan Tahun Berlalu, DPRD Jateng Belum Gelar Rapat Paripurna Usulan Pemekaran Brebes Selatan

“Sejak 19 Agustus, saya amati perjalanan Pansus ini mandek. Sampai detik ini hampir dua bulan. Bagi kami, dua bulan itu sangat menderita, utamanya terkait jarak pelayanan publik,” ujar Agus dalam audiensi bersama pimpinan DPRD dan Pemprov Jateng.

Bagi warga, pemekaran bukan sekadar perubahan wilayah administratif. Mereka berharap terbentuknya Brebes Selatan sebagai daerah otonom dapat mendekatkan pelayanan publik dan mengurangi ketimpangan pembangunan. Perjuangan itu, kata Agus, telah berlangsung sejak 1997.

Kelengkapan Dokumen

Ia menyebut 72 dokumen administrasi dan kajian akademis telah lengkap serta disetujui DPRD Kabupaten Brebes sejak 2018. Karena itu, pihaknya meminta DPRD Jateng segera menggelar rapat paripurna persetujuan pemekaran paling lambat akhir Oktober 2026.

Agus juga mengingatkan pentingnya mengejar momentum rencana penandatanganan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Desain Besar Penataan Daerah (RPP Desertada) pada Desember mendatang. “Jangan sampai kami telat mengirim berkas. Sekali kami telat, selesai sudah dan menderita lagi berpuluh-puluh tahun,” tegasnya.

Baca juga: Jateng Resmi Dorong Pemekaran Brebes Selatan

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah mengatakan, pihaknya memahami harapan masyarakat dan akan mengupayakan percepatan pembahasan di Pansus.

“Soal desakan rapat paripurna di akhir Oktober, nanti kami usahakan. Kami juga berencana ajak bareng-bareng masyarakat untuk konsultasi ke Kemendagri dan Komisi II DPR RI,” kata Sarif.

Sebab, dalam urusan pemekaran, warga tak butuh sekadar kabar bahwa pembahasan akan diusahakan. Mereka butuh kepastian kapan proses bergerak. Jangan sampai yang paling cepat berkembang justru usia perjuangan, sementara keputusan masih sibuk mencari tanggal untuk dibicarakan. (dul)

You Might Also Like

Kritik Berujung Pemecatan, Nasib Dokter Piprim usai Kritisi Kebijakan Menkes soal Kolegium

Sudah Jadi Juara Buat Semarang, Agustina Ajak Warga Vote Celyna

Cuma Pakai Sandal ke KPK, Sudewo Ditetapkan sebagai Tersangka bersama 3 Orang Lainnya?

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

Ribuan Pramuka Tumpah Ruah di Gunungpati, Luthfi Dorong Kolaborasi Bangun Ketahanan Bangsa

TAGGED:brebes selatanheadlinepemekaran brebes selatanpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). OTT KPK di BNPB, Siapa yang Disikat?
Next Article DPRD dan Pemprov Jateng Siap Kawal Pemekaran Brebes Selatan ke Pusat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian.

OTT KPK di BNPB: Tangkap Sestama dan 13 Orang Lainnya

38 Sungai Dikeruk, Pemkot Semarang Siaga Hadapi Musim Hujan

36 Ribu Guru Kemenag Jateng Belum Tersertifikasi

KDM: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak

DPRD dan Pemprov Jateng Siap Kawal Pemekaran Brebes Selatan ke Pusat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jateng Guyub Desak Tambang Bermasalah Ditutup dan Kriminalisasi Warga Dihentikan

Juli 24, 2026
Daerah

Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

Januari 19, 2026
NYUT-NYUTAN - Perajin tempe di Semarang mengaku ketar-ketir tiap hari menghadapi pelemahan rupiah. Musababnya, bahan baku untuk tahu-tempe di Indonesia masih didominasi kedelai impor dari Amerika Serikat (AS). (dul)
Fokus

Siasat Perajin Tempe agar Harga Tak Naik di Tengah Himpitan Lesunya Rupiah

Juni 12, 2026
Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.
Hukum

Peneliti Puskampol: Polisi Jangan Asal Konpers, Buka Bukti Kematian Iko Unnes

September 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dua Bulan Tak Ada Kepastian, Warga Brebes Selatan Tagih Pemekaran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?