Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Patah Hati Gara-Gara Rocky Gerung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Patah Hati Gara-Gara Rocky Gerung

Redaktur Opini
Last updated: Oktober 12, 2026 7:17 pm
By Redaktur Opini
5 Min Read
Share
SHARE

Ahmad Alfani Hasan, mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Berasal dari Banyuwangi.

Ketika seseorang yang menjadi simbol perlawanan saja mampu berkhianat, lantas bagaimana dengan orang lain yang melakukan hal yang sama?

Sebagai salah satu fans Rocky Gerung sejak masih aktif dengan caci makian elegannya, jujur saja keputusannya kali ini membuat saya bertanya-tanya. Apakah mungkin seseorang yang sangat diagungkan oleh publik karena kelihayannya menyuarakan aspirasi rakyat itu, kini sudah mulai ikut barisan kelompok yang justru pernah dia maki setiap hari?

Ada beberapa hal setidaknya yang bisa kita pertanyankan sekarang. Apakah keputusan Rocky murni kepentingan pribadi? Atau jangan jangan (kalau kalian percaya konspirasi) ada maksud tertentu dia terlibat dalam barisan rezim? Atau justru kita yang terlalu lebay karena memberikan harapan untuk satu orang manusia yang juga bisa salah?

Kalau kita mau lihat dengan jujur, keputusan yang dilakukan Rocky tidaklah salah sebagai individu. Karena keputusan seseorang adalah hak prerogatifnya sendiri untuk melakukan keputusan yang menurutnya baik. Tidak ada yang boleh mengintervensi keputusan seseorang jika itu adalah memang murni keinginan pribadi.

Apakah Rocky pernah berjanji secara tertulis bahwa dia tidak akan terlibat dalam pemerintahan? Saya rasa tidak, dan sah-sah saja jika dia mau. Dan juga, apakah kita juga bisa menjamin bahwa Rocky hidup sejahtera jika selalu berada di barisan rakyat? Saya rasa hidup demikian tidak terlalu menyenangkan. Jadi keputusan Rocky secara individu sama sekali tidak salah, dan kita tidak berhak memutuskan dia mau hidup seperti apa.

Kemudian, jika kita mau kita mau berprasangka baik, apakah memang ada niat tertentu keputusan Rocky untuk terlibat dalam posisi strategis di dewan pertimbangan presiden? Boleh jadi iya, boleh jadi tidak. Memang posisi Rocky hari ini bisa memberikan masukan secara langsung tentang cara sebuah kebijakan pemerintah diimplementasikan. Bayangkan seumpama pagi-pagi di kantor Rocky berdiskusi dengan Prabowo soal seberapa banyak ompreng bisa didistribusikan ke meja makan siswa. Atau tentang militerisasi ruang publik yang perlu dievaluasi secara komprehensif. Itu misal.

Tetapi dengan melihat sikap Rocky dalam beberapa waktu belakangan yang pro terhadap kebijakan Makan Bergisi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang notabene adalah program utama Pemerintah, hal itu membuat kita mau tidak mau bersikap skeptis kepadanya. Kalimat makian filosofis yang sebelumnya ditujukan kepada pemerintah hari ini menjadi pisau pelumas untuk menjelaskan kebermanfaatan program-program tersebut. Dan itulah yang membuat publik kemudian bertanya, bagaimana mungkin Rocky bisa benar-benar berubah 120 derajat dalam bersikap kepada pemerintah dalam waktu sesingkat ini?

Lalu apa yang kita resahkan sekarang terhadap keputusan rocky? Ini yang menjadi titik persoalan utama hari ini. Keputusan Rocky ternyata punya dampak yang besar di sisi masyarakat. Rocky sebelumnya dianggap bukan lagi sebatas individu yang berkoar-koar tentang bobroknya pemerintah, akan tetapi dia sudah menjadi simbol dari sikap rakyat yang muak dengan kondisi pemerintahan yang amburadul. Kalimat-kalimat yang dulu keluar dari mulutnya merepresentasikan semua kemuakan itu dalam satu suara makian dari seorang Rocky Gerung.

Secara alami harapan orang-orang terakumulasi menjadi sebuah sikap kolektif yang tersalurkan dalam tiap-tiap kalimat yang keluar darinya. Dan ketika Rocky sekarang ikut dalam barisan musuh rakyat, yaitu pemerintah rezim Prabowo – Gibran, tak ayal lagi ini menimbulkan perasaan kecewa yang besar bagi kita yang selama ini mengikuti dan mendukung jejak beliau dalam menyalurkan aspirasi rakyat.

Sebut saja ini pengkhianatan. Karena harapan kita selama ini ternyata hanya menjadi sebuah batu loncatan manakala dihadapkan dengan tawaran menggiurkan dari rezim. Dan keputusan Rocky menjadi saksi bahwa integritas bisa dibeli oleh kekuasaan. Inilah barangkali yang saya bisa jelaskan mengapa publik hari ini patah hati.

Efek domino yang dihasilkan dari keputusan Rocky itu bagi saya cukup fatal. Ketika seseorang yang menjadi simbol perlawanan saja mampu berkhianat, lantas bagaimana dengan orang lain yang melakukan hal yang sama? Bagaimana dengan mahasiswa yang turun kejalan? Bagaimana dengan aktivis yang selama ini berkoar? Bagaimana dengan konten kreator yang aktif menyuarakan kritik? Apakah mereka juga akan menjadikan kita sebagai batu loncatan? Atau bagaimana jika mereka dihadapkan dengan tawaran yang sama seperti Rocky Gerung?

Yang perlu kita ketahui dan lakukan sekarang adalah bahwa napas perlawanan harus terus dilanjutkan selama rezim belum memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Dan saat kita nanti dihadapkan dengan keputusan-keputusan sulit, semoga kita tetap bisa istiqomah di sisi perjuangan. (*)

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Dokter Cantik Sebut Cara Sahur Bumil Biar Awet Kenyang saat Puasa

Pemprov Jateng Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Wakil Ketua DPRD Jateng Gas Full Dukungan buat Pembangunan & Rehab Irigasi

Lontong Balap: Sepiring Cerita Tentang Surabaya yang Apa Adanya

Pikap KDMP Nongol di Mal, Faktanya Bikin Kaget

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BELAJAR MODERASI: Mahasiswa UIN Walisongo berada di aula Wihara Mahabodhi untuk belajar moderasi beragama, Senin (12/10/2026). (dul) Belajar Moderasi Beragama, Mahasiswa UIN Walisongo Kunjungi Wihara Mahabodhi
Next Article PINDAH LAPAS: Puluhan napi Lapas Semarang menuruni kapal saat proses pemindahan ke Nusakambangan. (ist) 36 Napi Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rudal Houthi Mengancam, WNI di Saudi Diminta Waspada

Ilustrasi hakim sidang di pengadilan.

MA Ultimatum Hakim Nakal: Dagang Perkara, Siap Dipecat!

Murid Tak Naik Kelas pada 2027, DPR Minta Dikaji Ulang

PINDAH LAPAS: Puluhan napi Lapas Semarang menuruni kapal saat proses pemindahan ke Nusakambangan. (ist)

36 Napi Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan

Patah Hati Gara-Gara Rocky Gerung

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Makan Sehat Masih Jadi Barang Mewah

Juli 28, 2026
Tips

5 Kalimat Simpel Bikin Anak Makin Pede

Agustus 17, 2026
Unik

Awas!! Paparan Pornografi Berlebihan Bisa Ganggu Fungsi Otak dan Kontrol Emosi

Juni 19, 2025
Unik

Bangkit Lebih Tenang, 7 Tanda Seseorang Pernah Gagal tapi Sekarang Hidupnya Lebih Damai

Agustus 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Patah Hati Gara-Gara Rocky Gerung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?