Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Diselidiki
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Diselidiki

Nugroho P.
Last updated: Oktober 8, 2026 7:40 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi jenazah
SHARE

BACAAJA, PEMALANG – Kematian seorang siswa SD berusia 7 tahun di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kini masuk penyelidikan polisi. Bocah tersebut meninggal setelah sempat mengeluh sakit dan menjalani perawatan, sementara muncul dugaan ia mengalami perundungan oleh kakak kelas.

Contents
Awalnya Mengeluh Sakit di SekolahKondisi Korban Terus MenurunPolisi Lakukan AutopsiTiga Kakak Kelas DidalamiKomisi III DPR Ikut Mengawal

Polres Pemalang tengah menelusuri dugaan keterlibatan tiga siswa yang disebut masih duduk di kelas 5 dan kelas 6. Polisi juga menggali informasi dari keluarga serta pihak-pihak yang mengetahui aktivitas korban sebelum kondisi kesehatannya memburuk.

Kasus ini mulai ditangani setelah polisi mendapat laporan warga pada Rabu (30/9/2026). Petugas kemudian mendatangi rumah duka di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang, untuk mengumpulkan informasi awal terkait kematian korban.

Awalnya Mengeluh Sakit di Sekolah

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan penyidik telah meminta keterangan orangtua korban, Nurwandi (43) dan Diah Indriyanti (36), serta sejumlah anggota keluarga.

Dari keterangan tersebut, korban diketahui sempat mengeluh sakit saat berada di sekolah pada Rabu (16/9/2026). Orangtua kemudian diminta datang dan korban akhirnya dipulangkan untuk mendapat penanganan.

Setelah itu, korban sempat dibawa ke klinik karena kondisi kesehatannya. Dari sana, ia kemudian dirujuk ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama beberapa hari.

Korban dirawat di rumah sakit mulai Kamis (17/9/2026) hingga Kamis (24/9/2026). Setelah dinyatakan boleh pulang, korban masih menjalani perawatan di rumah selama sekitar enam hari dan belum kembali mengikuti kegiatan sekolah.

Kondisi Korban Terus Menurun

Kondisi korban kembali memburuk pada Rabu (30/9/2026). Saat itu, korban dilaporkan sempat tidak sadarkan diri di rumah.

Orangtua kembali membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 17.00 WIB. Kematian tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi karena muncul dugaan adanya kaitan dengan perundungan yang dialami korban.

Polisi Lakukan Autopsi

Untuk memastikan penyebab kematian, Polres Pemalang berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah.

Polisi kemudian melakukan autopsi terhadap jenazah korban pada Kamis (1/10/2026). Proses tersebut berlangsung di RSUD dr M Ashari Pemalang setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga.

Autopsi dilakukan untuk membantu penyidik mengetahui penyebab kematian secara lebih jelas. Setelah proses selesai, jenazah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.

Tiga Kakak Kelas Didalami

Dalam penyelidikan, polisi turut mendalami dugaan perundungan yang melibatkan tiga siswa. Mereka disebut terdiri dari dua murid kelas 5 dan satu murid kelas 6.

Namun, polisi masih menggali fakta untuk memastikan bagaimana dugaan perundungan itu terjadi dan apakah benar memiliki kaitan dengan kondisi korban hingga meninggal dunia. Penyidik tidak hanya melihat dugaan pelaku, tetapi juga menelusuri rangkaian kejadian yang dialami korban.

Kasat Reskrim Polres Pemalang menegaskan penyelidikan dilakukan berdasarkan informasi dan keterangan yang dikumpulkan dari berbagai pihak. Polisi masih membutuhkan hasil pemeriksaan untuk memastikan duduk perkara kasus tersebut.

Dengan proses penyelidikan yang masih berjalan, polisi belum menetapkan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian korban maupun peran masing-masing siswa yang diduga terlibat.

Komisi III DPR Ikut Mengawal

Kasus ini juga mendapat perhatian Anggota Komisi III DPR, Abdullah. Ia mengatakan akan ikut mengawal penanganan perkara tersebut agar proses penyelidikan berjalan terbuka.

Abdullah meminta Polres Pemalang mengusut kasus tersebut secara cepat, menyeluruh dan transparan. Menurut dia, langkah itu penting supaya informasi yang beredar di masyarakat tidak berkembang menjadi spekulasi.

Ia mendorong polisi mengungkap seluruh rangkaian kejadian yang dialami korban. Mulai dari lokasi, waktu dan bentuk dugaan perundungan hingga orang-orang yang mengetahui atau berada di sekitar kejadian.

Selain proses hukum, Abdullah juga meminta pihak sekolah terbuka kepada keluarga korban. Informasi yang jelas dinilai penting agar keluarga mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap anak mereka.

Kasus kematian siswa SD di Pemalang ini kini masih bergulir. Polisi terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengurai apakah dugaan perundungan oleh kakak kelas memang berkaitan dengan kondisi korban sebelum akhirnya meninggal dunia. (*)

You Might Also Like

Tumpeng, MoU, dan Janji Pelayanan Prima: Lapas Purwodadi Nggak Mau Cuma Seremonial

Aset Fadia Arafiq Mulai Disita, Rumah hingga Toko Ritel

Pidana Uang Pengganti Rp809 Miliar Mustahil Dibayarkan, Hukuman Nadiem Jadi 15 Tahun Penjara

Masuk Gedung Tinggalin KTP? Pelanggaran Undang-undang yang Dinormalisasi

Siber Polda Jateng Ungkap Ilegal Akses Cheat Platfom Mobile Legends

TAGGED:bullyingpemalangperundungansiswa sd meninggal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MBG Banjarnegara Disorot, Air SPPG Ikut Diperiksa
Next Article Scaling Gigi Tak Harus Mahal, Ini Kisaran Harganya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PCNU Laporkan Dugaan Suap Muktamar ke-35 NU ke KPK

Mungkinkan Kelak AI Menggantikan Peran Pengajar?

NAPI HIGH RISK - 313 narapidana berisiko tinggi (high risk) dari berbagai wilayah Ditjenpas dipindahkan ke Nusakambangan, Rabu (7/10/2026).

125 Napi Rutan Depok Dipindahkan ke Nusakambangan, Buntut Video Narkoba Viral

Borderline Personality Disorder Bukan Sekadar Mood Swing, Kenali Tandanya

Scaling Gigi Tak Harus Mahal, Ini Kisaran Harganya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bupati Brebes Digugat Mantan Bakal Calon Wakil Bupati

September 30, 2025
Hukum

Tok!! Mami Uthe, Muncikari Striptis di Karaoke Mansion, Divonis 14 Bulan Penjara

Oktober 6, 2025
Pihak pengadilan mengambil sumpah 3 saksi dalam sidang tersakwa AKBP Basuki dala. kasus kematian dosen Levi, Senin (6/4/2026). (bae)
Hukum

Saksi Bongkar Kelakuan AKBP Basuki: Rutin Ninggalin Istri demi Nginap di Kos Teman Wanita

April 6, 2026
Ilustrasi pajak.
Hukum

Sandera Pajak di Semarang Akhirnya Bebas, Tunggakan Rp25 Miliar Dilunasi

Januari 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Diselidiki
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?