BACAAJA, SEMARANG – Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, berdampak pada kesehatan warga, terutama mereka yang terpapar asap imbas kejadian tersebut.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, setidaknya terdapat 22 orang mengalami batuk dan atau sesak napas akibat kondisi asap selama kebakaran berlangsung.
Puluhan korban tersebut tersebar di tiga wilayah, yakni 15 orang dari Kedungpane, dua orang dari Tambakaji, dan lima orang dari Bambankerep.
“22 orang tercatat mengalami masalah pernapasan berupa batuk dan atau sesak napas,” kata Endro berdasarkan laporan penanganan kebakaran, Senin (5/10/2026).
Bacaaja: Drone Thermal Petakan Bara Tersembunyi di TPA Jatibarang
Bacaaja: Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya
Kebakaran TPA Jatibarang sendiri terjadi sejak Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Api awalnya muncul di Zona 3, kemudian meluas ke Zona 1 dan 2.
Dari total luas TPA Jatibarang sekitar 46,18 hektare, area yang terbakar mencapai 10 hektare. Hingga Senin pagi, bara api belum benar-benar padam.
Pemantauan kesehatan warga tetap dilakukan selama penanganan kebakaran berlangsung. Kondisi asap dan kualitas udara di sekitar TPA juga menjadi perhatian petugas.
Kelompok rentan menjadi perhatian khusus dalam pemantauan tersebut. Mereka meliputi lansia, balita, ibu hamil dan penyandang disabilitas. (bae)

