BACAAJA, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mendukung rencana pembangunan tanggul laut di Teluk Semarang yang merupakan bagian dari mega proyek Giant Sea Wall (GSW).
Proyek ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk persoalan rob, penurunan tanah, dan abrasi yang terus menghantui kawasan pesisir.
Dalam acara Konsultasi Publik AAMDAL, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin saat mewakili Wali Kota Agustina mengatakan, persoalan pesisir Semarang sudah berlangsung lama.
Bacaaja: Giant Sea Wall Dikhawatirkan Ganggu Nelayan
Bacaaja: Proyek Tanggul Laut Raksasa di Pantura, Koalisi MDS Sebut Warga Dibatasi Suarakan GSW
Penurunan tanah di sejumlah wilayah bahkan mencapai sekitar 10 sentimeter per tahun, sementara kawasan seperti Tugu juga menghadapi abrasi yang terus menggerus daratan.
“Bertahun-tahun kita berjibaku tentang bagaimana kita tetap mempertahankan kota ini dengan penurunan 10 cm per tahun,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Kondisi tersebut membuat warga pesisir harus terus beradaptasi. Salah satunya dengan meninggikan rumah agar tetap bisa dihuni ketika rob datang.
Karena itu, Pemkot meminta camat, lurah, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan yang hadir dalam konsultasi publik menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurut dia, masukan dari warga penting agar tim penyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) mendapat gambaran yang utuh sebelum proyek berjalan. Kajian tersebut diharapkan tidak hanya melihat sisi pembangunan, tetapi juga kondisi masyarakat yang selama ini hidup di kawasan pesisir.
“Sampaikan saja. Sehingga data-data yang dihimpun oleh tim ini betul-betul dapat menghasilkan sebuah analisis yang komprehensif,” katanya. (bae)

