Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Satu OPD, Satu Desa: Kiat Jateng Atasi Kemiskinan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Satu OPD, Satu Desa: Kiat Jateng Atasi Kemiskinan

Angka kemiskinan boleh turun, tetapi pekerjaan rumah belum selesai. Pemprov Jateng bakal memperluas program satu organisasi perangkat daerah (OPD) satu desa dampingan, dengan misi memastikan bantuan tepat sasaran dan warga punya jalan untuk meningkatkan penghasilan.

T. Budianto
Last updated: September 30, 2026 9:38 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
RAKOR TKPK: Wagub Jateng, Taj Yasin memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Jateng 2026 di Kantor Bappeda Jateng, Selasa (29/9/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kemiskinan bukan perkara yang bisa selesai hanya dengan membagikan bantuan, lalu mencatat berapa banyak warga yang sudah menerima. Ada persoalan pekerjaan, pendapatan, hingga data yang harus dibereskan supaya masyarakat benar-benar bisa keluar dari kondisi sulit.

Pemprov Jateng pun menyiapkan langkah lanjutan melalui program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Dampingan. Program yang sudah menjangkau 641 desa itu akan diperluas untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Wagub Jateng, Taj Yasin Maemoen mengatakan, meski angka kemiskinan di wilayahnya mengalami penurunan, upaya tersebut tetap perlu diperkuat. Salah satunya dengan memastikan program pemerintah benar-benar menyasar wilayah dan warga yang membutuhkan.

Hal itu disampaikan Taj Yasin dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Jateng 2026 di Kantor Bappeda Jateng, Selasa (29/9/2026).

Baca juga: Angka Kemiskinan di Jateng Turun

Menurutnya, penanganan kemiskinan harus dimulai dari pemetaan wilayah secara lebih spesifik. Pemerintah perlu mengetahui kecamatan mana yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi, kemudian mengidentifikasi desa yang membutuhkan perhatian lebih.

“Di kecamatan kita mana yang paling miskin? Kita kecilkan lagi di kecamatan itu desanya mana. Di situ kita tugaskan OPD kita,” kata Wagub. Dalam program desa dampingan, OPD yang ditugaskan tidak harus menyelesaikan seluruh persoalan kemiskinan sendirian.

Mereka berperan sebagai koordinator yang menghubungkan kebutuhan desa dengan berbagai program dari perangkat daerah lain. Dengan pola tersebut, penanganan kemiskinan diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri. Persoalan ekonomi, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat bisa ditangani secara lebih terarah.

Menurut Taj Yasin, kondisi masyarakat bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, pendataan kemiskinan perlu dilakukan secara berkala agar pemerintah tidak menggunakan informasi yang sudah tidak sesuai dengan keadaan di lapangan.

Proses verifikasi, lanjutnya, bisa dimulai dari tingkat desa, bahkan RT dan RW. Perangkat desa bersama tokoh masyarakat dinilai lebih memahami kondisi warga di lingkungannya.

Selain membenahi data, Taj Yasin juga mengingatkan agar penanggulangan kemiskinan tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif. Masyarakat usia produktif perlu mendapat dukungan yang bisa membantu meningkatkan pendapatan dan membuka peluang untuk keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

Bantuan Produktif

Salah satu contohnya melalui bantuan produktif berupa kambing, ayam, atau unggas. Namun, bantuan semacam itu tidak cukup hanya diserahkan kepada penerima. Pemerintah juga perlu memastikan adanya pendampingan dan pengawasan agar usaha yang dirintis bisa berkembang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jateng, Imam Maskur mengatakan, upaya penanggulangan kemiskinan terus dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,31 persen.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja agar masyarakat memiliki pendapatan dan mampu meningkatkan kesejahteraan.

Berdasarkan data yang disampaikan Imam, persentase penduduk miskin Jawa Tengah pada Maret 2026 mencapai 9,21 persen atau sekitar 3,29 juta orang. Kemiskinan masih relatif tinggi di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi karakter Jateng yang sebagian besar agraris, dengan pilihan sumber pendapatan yang relatif terbatas.

Baca juga: Luthfi Ajak Kadin Jateng Perangi Kemiskinan

Meski demikian, angka kemiskinan ekstrem menunjukkan perkembangan positif. Imam menyebut, kemiskinan ekstrem di Jateng turun dari sekitar 0,62 persen pada 2024 menjadi 0,3 persen pada 2025. Penurunan tersebut mencapai lebih dari 50 persen.

Sebab, 641 desa sudah masuk program, tetapi angka kemiskinan masih jutaan. Pekerjaan rumahnya bukan sekadar menambah daftar desa dampingan, melainkan memastikan setiap pendampingan membawa perubahan nyata.

Jangan sampai yang paling cepat berkembang justru jumlah rapat, laporan, dan tabel program. Sementara warga masih harus bertanya, kapan bantuan itu benar-benar bisa mengubah nasib mereka? (tebe)

You Might Also Like

Balikpapan Setop MBG saat Libur Sekolah, Daerah Lain Kapan Nyusul?

KUHP Baru vs Gen Z Digital: Kritik di Medsos Bisa Antar Kamu ke Penjara?

Bukan Pajangan: 40 Piala Ini Jadi Kompasnya Jateng

Undip Dukung Sektor Peternakan di Kadirejo Lebih Cuan

Atraksi Balon Udara Wonosobo Kini Tak Lagi Liar

TAGGED:ahmad luthfiBPSheadlinekemiskinan jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Seratus Anggota Pagar Nusa Dikukuhkan
Next Article Manfaatkan Lahan SAE, Lapas Purwodadi Dorong Ketahanan Pangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Ajak GP Ansor Semarang Sukseskan Ketahanan Pangan

Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), Soeharto.

Sidang Gugatan Gelar Pahlawan Soeharto! Gemas Bongkar Kembali Catatan HAM hingga Dugaan Korupsi

Kekerasan Perempuan dan Anak di Jateng Masih Tinggi

Manfaatkan Lahan SAE, Lapas Purwodadi Dorong Ketahanan Pangan

Satu OPD, Satu Desa: Kiat Jateng Atasi Kemiskinan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PISAHKAN KEMBAR SIAM - Tim medis RSUP dr Kariadi berhasil memisah dua bayi kembar siam asal Jepara, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely.
Info

Tim Medis RSUP dr Kariadi Berhasil Pisahkan Kembar Siam Shayna dan Shazia Asal Jepara

Agustus 21, 2026
Siswa menyeberang arus sungai yang deras.
Info

Viral! Siswa di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lintasi Sungai ke Sekolah

Oktober 27, 2025
Kondisi hutan yang sudah diubah menjadi lahan sawit. Sayangnya, lahan-lahan ini dikuasai oligarki dan sekarang dalam kondisi mangkrak. Menteri Nusron hanya menonton?. Foto: Greenpeace Indonesia
Info

Gila! Penebangan Hutan Indonesia Nomor 2 di Dunia, Paru-paru Dunia Dibabat

Desember 2, 2025
Ilustrasi penangkapan tersangka.
Hukum

Pengusaha HT Jadi Tersangka Kasus Pajak, DJP Ungkap Modusnya

September 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Satu OPD, Satu Desa: Kiat Jateng Atasi Kemiskinan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?