Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Golongan Darah B Dikaitkan dengan Risiko Diabetes
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Golongan Darah B Dikaitkan dengan Risiko Diabetes

Nugroho P.
Last updated: September 24, 2026 11:24 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi golongan darah (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Selama ini golongan darah lebih sering dibahas saat seseorang membutuhkan transfusi atau hendak mendonorkan darah. Ternyata, urusan golongan darah juga menarik perhatian peneliti karena diduga punya kaitan dengan sejumlah kondisi kesehatan.

Contents
Penelitian Saring Ratusan HubunganGolongan Darah B Jadi SorotanKok Bisa Golongan Darah Dikaitkan dengan Penyakit?Faktor Gaya Hidup Tetap Lebih PentingGolongan Darah B Bukan Vonis

Sebuah penelitian besar mencoba menyaring berbagai temuan tentang hubungan golongan darah dan penyakit. Dari ratusan hubungan yang diteliti, hanya satu yang dinilai punya bukti paling kuat, yakni kaitan antara golongan darah B dan risiko diabetes tipe 2.

Temuan ini bukan berarti orang dengan golongan darah B pasti mengalami diabetes. Golongan darah lebih tepat dilihat sebagai salah satu faktor yang mungkin berkaitan dengan risiko, sementara banyak faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan berat badan tetap punya peran penting.

Penelitian Saring Ratusan Hubungan

Studi yang dipublikasikan di jurnal BMC Medicine tersebut menggunakan metode umbrella review. Sederhananya, peneliti mengumpulkan dan menelaah hasil dari berbagai systematic review serta meta-analisis yang sudah pernah dilakukan.

Dalam prosesnya, tim peneliti mengevaluasi 51 studi dengan sekitar 270 hubungan antara golongan darah dan berbagai penyakit. Setiap hubungan kemudian diperiksa lagi menggunakan sejumlah metode statistik untuk melihat seberapa kuat bukti yang tersedia.

Peneliti tidak hanya melihat jumlah peserta penelitian. Konsistensi hasil, ukuran sampel, kemungkinan bias, hingga kekuatan bukti juga ikut diperhitungkan.

Setelah melalui penyaringan tersebut, banyak hubungan yang sebelumnya dilaporkan ternyata tidak memiliki bukti cukup kuat. Hanya satu hubungan yang berhasil memenuhi standar bukti tertinggi dalam penelitian tersebut.

Golongan Darah B Jadi Sorotan

Hubungan yang paling kuat ditemukan pada golongan darah B. Orang dengan golongan darah B, baik B positif maupun B negatif, dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 sekitar 28 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok non-B.

Angka tersebut merupakan peningkatan risiko relatif, bukan berarti 28 persen orang bergolongan darah B akan terkena diabetes. Besarnya risiko seseorang tetap dipengaruhi banyak faktor lain yang tidak berkaitan dengan golongan darah.

Penelitian tersebut juga tidak membuktikan bahwa golongan darah B secara langsung menyebabkan diabetes tipe 2. Temuannya lebih menunjukkan adanya hubungan yang terlihat dalam kumpulan data penelitian yang dianalisis.

Karena itu, hasil studi sebaiknya tidak dipakai untuk membuat kesimpulan bahwa seseorang akan terkena diabetes hanya berdasarkan golongan darahnya.

Kok Bisa Golongan Darah Dikaitkan dengan Penyakit?

Golongan darah ditentukan berdasarkan antigen tertentu yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Perbedaan biologis ini ternyata juga dapat berkaitan dengan berbagai proses di dalam tubuh.

Sejumlah penelitian sebelumnya mengaitkan perbedaan antigen golongan darah dengan respons sistem imun, proses peradangan, serta interaksi dengan mikrobiota atau bakteri yang hidup di saluran pencernaan.

Dalam kaitannya dengan diabetes tipe 2, salah satu kemungkinan yang masih diteliti adalah peran mikrobioma usus. Namun, mekanisme bagaimana perbedaan golongan darah bisa berhubungan dengan risiko diabetes belum sepenuhnya diketahui.

Artinya, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami apakah ada mekanisme biologis tertentu yang benar-benar menjelaskan hubungan tersebut.

Faktor Gaya Hidup Tetap Lebih Penting

Kalau melihat angka 28 persen, hasil penelitian ini memang terdengar cukup besar. Tetapi angka tersebut perlu ditempatkan dalam konteks karena risiko diabetes tipe 2 dipengaruhi banyak hal.

Faktor seperti pola makan, kurang bergerak, berat badan berlebih, serta kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu memiliki peran yang jauh lebih besar dalam membentuk risiko diabetes.

Dalam sumber penelitian yang dibahas, konsumsi daging olahan sekitar 50 gram per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes hingga 37 persen. Sementara gaya hidup sedentari dalam sejumlah penelitian bahkan dikaitkan dengan peningkatan risiko lebih dari 100 persen.

Perbandingan itu menunjukkan bahwa golongan darah bukan faktor yang berdiri sendiri. Ada banyak hal yang masih bisa dikendalikan seseorang untuk membantu menekan risiko diabetes.

Golongan Darah B Bukan Vonis

Temuan tentang golongan darah B bisa menjadi tambahan informasi dalam memahami mengapa risiko penyakit pada setiap orang tidak selalu sama. Tetapi informasi tersebut tidak seharusnya membuat seseorang langsung cemas hanya karena mengetahui golongan darahnya.

Diabetes tipe 2 merupakan kondisi yang dipengaruhi banyak faktor. Riwayat keluarga, pola makan, aktivitas fisik, berat badan, usia, serta berbagai faktor metabolik juga perlu diperhatikan.

Jadi, punya golongan darah B bukan berarti seseorang otomatis akan terkena diabetes. Sebaliknya, orang dengan golongan darah apa pun tetap bisa memiliki risiko diabetes jika faktor-faktor lain yang dapat dikendalikan tidak diperhatikan.

Pada akhirnya, mengetahui golongan darah hanya menjadi salah satu bagian dari gambaran kesehatan seseorang. Menjaga pola makan, rutin bergerak, mempertahankan berat badan sehat, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan tetap jauh lebih relevan untuk mengelola risiko diabetes tipe 2. (*)

You Might Also Like

PLN Icon Plus Resmikan Gudang Baru, Perkuat Tata Kelola Operasional dan Layanan Pelanggan

Lawan Irak, Timnas Siap Gaspol! Verdonk & Ole Romeny Diprediksi Starter di Jeddah

Buron Bikin Geger Berakhir, Bonus Rp250 Juta Jadi Sorotan

“Ampun Pak, Jangan Pukuli Saya Lagi,” Kematian Janggal Mahasiswa FH Unnes

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri

TAGGED:diabetesgolongan darah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nasi Sisa Jangan Asal Digoreng, Ada Risiko Bakteri
Next Article DITUNTUT BERSALAH--Bupati Pekalongan Fadia Arafiq konsultasi dengan penasihat hukumnya usai dituntut bersalah atas kasus korupsi, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae) Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Dituntut 5 Tahun Penjara dan Bayar Rp2,6 Miliar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

Belajar Disiplin, Warga Binaan Lapas Purwodadi Jadi Petugas Upacara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Vonis Tipis Kasus MHS Bikin Pertanyaan Keadilan Makin Nyaring

Juni 3, 2026
Olahraga

Kudus Jadi Medan Tempur Kejurprov Xiangqi Jateng

Januari 6, 2026
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro jadi bupati kelima di Jateng yang terjaring OTT KPK.
Info

OTT KPK ke-18 pada 2026: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Jadi Bupati Kelima di Jateng yang Ditangkap

Juli 29, 2026
Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari atau Mbak Pinka, Putri dari Ketua DPR RI Puan Maharani, menyeruak masuk sebagai tokoh muda kandidat Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Mayoritas DPC dan PAC se-Jateng solid dukung Pinka untuk memimpin PDI Perjuangan Jawa Tengah. Foto: dok.
Nasional

Mayoritas PAC Dukung Mbak Pinka Jadi Ketua PDIP Jateng

September 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Golongan Darah B Dikaitkan dengan Risiko Diabetes
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?