BACAAJA, JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akhirnya buka suara soal kabar dirinya tak lagi masuk jajaran pengurus DPP Partai Golkar. Ia membenarkan telah mengundurkan diri, tetapi keputusan tersebut ternyata bukan hal yang baru terjadi.
Nusron mengatakan pembicaraan mengenai pengunduran dirinya sudah dilakukan bersama Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia sejak tahun lalu. Karena itu, ia meminta soal alasan lengkap di balik keputusan tersebut ditanyakan langsung kepada Bahlil.
“Saya sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum,” kata Nusron di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji sebelumnya juga membenarkan bahwa Nusron sudah tak lagi duduk dalam struktur kepengurusan partai. Menurut Sarmuji, pengunduran diri itu sudah berlangsung lebih dari enam bulan lalu.
Dalam kepengurusan DPP Golkar periode 2024-2029, Nusron sebelumnya menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian. Meski sudah keluar dari struktur pengurus, statusnya sebagai kader atau anggota Partai Golkar tetap melekat.
Sarmuji mengatakan Nusron menyampaikan pengunduran dirinya langsung kepada Bahlil. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan yang membuat Nusron memilih meninggalkan posisi di kepengurusan DPP.
“Mungkin mau fokus untuk hal lain,” ujar Sarmuji.
Mundur Bukan Berarti Keluar Golkar
Pengunduran diri Nusron perlu dibedakan antara meninggalkan struktur kepengurusan dan keluar dari partai. Golkar menyatakan Nusron masih menjadi anggota partai, meski sudah tidak memegang posisi di DPP.
Keputusan mundur tersebut juga disebut sudah terjadi jauh sebelum kabar ini kembali ramai dibicarakan. Sarmuji menyebut waktunya lebih dari enam bulan lalu, sementara Nusron mengatakan pembicaraan dengan Bahlil sudah berlangsung sejak 2025.
Kabar ini mencuat ketika nama Nusron sedang menjadi perhatian menyusul perkara dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Namun, Sarmuji menyatakan pengunduran diri Nusron dari kepengurusan Golkar tidak terkait dengan perkara tersebut.
Dengan demikian, untuk saat ini posisi Nusron adalah tetap sebagai kader Partai Golkar, tetapi tidak lagi berada dalam jajaran pengurus DPP. Soal alasan spesifik pengunduran dirinya, Nusron memilih menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada Bahlil selaku ketua umum. (*)

