Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tak Mau Kalah dari Game Online, Xiangqi Kudus Bidik Pelajar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Tak Mau Kalah dari Game Online, Xiangqi Kudus Bidik Pelajar

Di tengah anak-anak yang makin akrab dengan layar ponsel, Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) Kudus memilih cara berbeda: mengajak mereka duduk berhadapan di depan papan xiangqi.

T. Budianto
Last updated: September 15, 2026 7:54 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
BERSAMA ATLET: Ketua Pengkab Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) Kudus, Priskilla (paling kanan) bersama atlet xiangqi yunior foto bersama usai kejuaraan, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

KUDUS, BACAAJA- Pembinaan olahraga xiangqi di Kabupaten Kudus mulai bergerak keluar dari pusat kota. Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) Kudus akan mengukuhkan kepengurusan Pexi Kecamatan Dawe pada 27 September 2026.

Pembentukan pengurus di tingkat kecamatan ini menjadi langkah awal memperluas basis pembinaan sekaligus mencari bibit atlet sejak usia sekolah.

Dawe dipilih karena dinilai punya modal yang cukup. Ada sekolah, pelajar, dan masyarakat yang dianggap memiliki antusiasme terhadap olahraga xiangqi.

Ketua Pexi Kudus, Priskilla mengatakan, pembinaan tidak mungkin hanya mengandalkan wilayah perkotaan. Justru sekolah dan kecamatan dinilai menjadi pintu masuk paling penting untuk menemukan potensi atlet sejak dini.

“Pembinaan olahraga harus dimulai dari akar rumput. Kecamatan dan sekolah merupakan tempat terbaik untuk menemukan serta mengembangkan potensi anak-anak,” ujarnya.

Baca juga: Kudus Jadi Medan Tempur Kejurprov Xiangqi Jateng

Setelah kepengurusan terbentuk, Pexi Kecamatan Dawe bakal didorong aktif berkomunikasi dengan sekolah, membangun komunitas atau klub, serta menggelar latihan dan kompetisi secara rutin.

Untuk tahap awal, kepengurusan Pexi Kecamatan Dawe terdiri atas lima orang. Jumlah tersebut diharapkan berkembang seiring dengan makin banyaknya aktivitas pembinaan.

Tak berhenti di pembentukan organisasi, Pexi Kudus juga menyiapkan liga rutin antarpelajar. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar, tetapi juga bagian dari proses mencetak atlet muda.

Lewat pertandingan rutin, pelajar akan terbiasa menghadapi lawan, mengelola tekanan, membaca permainan, sekaligus membangun kepercayaan diri. “Kompetisi ini menjadi tempat mencari bibit atlet, meningkatkan minat bermain xiangqi, sekaligus mempersiapkan atlet yang nantinya dapat mengikuti kejuaraan tingkat daerah, provinsi hingga nasional,” kata Priskilla.

Pexi Kudus melihat xiangqi punya nilai lebih dari sekadar permainan tradisional. Respons sekolah dan pelajar terhadap pengembangannya juga dinilai cukup positif.

Permainan ini menuntut pemain membaca situasi, menghitung kemungkinan langkah lawan, lalu mengambil keputusan dengan tepat. Dari proses itu, pemain dilatih untuk berkonsentrasi, berpikir logis, menyusun strategi, sekaligus belajar sabar.

“Xiangqi mengajarkan bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi. Anak-anak belajar berpikir sebelum bertindak,” tuturnya. Nilai tersebut menjadi bagian dari semangat Pexi Kudus melalui gagasan “Bersama Membangun Generasi, Melalui Xiangqi.”

Hiburan Digital

Tantangannya jelas. Xiangqi harus berhadapan dengan dunia yang membuat generasi muda jauh lebih mudah terpikat oleh game online, media sosial, dan berbagai hiburan digital.

Karena itu, pendekatan melalui sekolah, komunitas, latihan, dan kompetisi dinilai penting agar xiangqi tidak sekadar menjadi permainan yang dikenal generasi lama.

Pexi Kudus pun berencana membentuk kepengurusan kecamatan secara bertahap. Target akhirnya bukan cuma memperbanyak struktur organisasi, tetapi juga memperluas jaringan klub, menambah atlet binaan, serta membangun jalur pembinaan dari sekolah, klub, kecamatan hingga kabupaten.

Dengan begitu, bibit yang ditemukan di sekolah tidak berhenti sebagai peserta lomba. Mereka diharapkan bisa berkembang menjadi atlet yang mampu tampil di tingkat daerah, provinsi hingga nasional.

Pexi Kudus ingin ekosistem tersebut ikut berkontribusi terhadap prestasi olahraga Kabupaten Kudus melalui KONI. “Kami ingin Kudus memiliki ekosistem xiangqi yang kuat, mulai dari sekolah, klub, kecamatan hingga atlet berprestasi. Harapannya, xiangqi semakin dikenal masyarakat dan mampu melahirkan generasi muda yang unggul,” katanya.

Baca juga: Catur Cina Nggak Main-main: Kudus Jadi Arena, Anak-anak Jadi Jagoan

Pengurus Pexi Kecamatan Dawe nantinya diharapkan menjadi motor pembinaan di wilayah tersebut. Fokusnya bukan cuma berburu piala, tetapi membuka ruang seluas-luasnya agar pelajar mengenal xiangqi dan menemukan kemampuan mereka.

Sebab, ukuran keberhasilan pembinaan tidak melulu soal berapa banyak piala yang memenuhi lemari. Bertambahnya sekolah yang terlibat, munculnya komunitas, naiknya minat pelajar, hingga lahirnya atlet muda dengan kemampuan dan karakter baik juga menjadi tanda bahwa xiangqi mulai punya tempat di Kudus.

Kalau biasanya anak muda diajak berpikir lewat game online, Pexi Kudus punya versi offline-nya: duduk, pegang bidak, baca lawan, lalu pikirkan akibatnya. Bedanya, di xiangqi kalau salah langkah tidak ada tombol “restart” yang bisa langsung menyelamatkan. (tebe)

You Might Also Like

Kalah Kelas, Tim Garuda Tumbang 0-6 di Osaka

Pebulutangkis Alwi Farhan Raih Gelar Pertama Dari Macau Open 2025

PSIS Panggil Alfredo Vera

Jateng Nggak Kaleng-Kaleng: 43 Medali Dibawa Pulang dari Thailand

Atlet NPC Solo Panen 15 Medali di ASEAN Para Games Tailan, Respati Siapkan Fasilitas Khusus

TAGGED:koni kuduspemkab kuduspengprov xiangqixiangqi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Warga Ambal Diajak Sigap Hadapi Ancaman Longsor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tak Mau Kalah dari Game Online, Xiangqi Kudus Bidik Pelajar

Warga Ambal Diajak Sigap Hadapi Ancaman Longsor

Bupati Nonaktif Cilacap Minta Dibebaskan: “Saya Tak Pernah Perintah Kumpulkan THR”

Agustina Ajak Kafilah MTQ Keliling Semarang

PTUN Semarang Buka Bantuan Hukum Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Turnamen FF, Event Clash Squad 4v4, yang digelar di Warmindo Mayoritas, Semarang, diserbu ratusan peserta.
Olahraga

Mode Clash Squad Kian Ngetren, Turnamen FF 4v4 di Warmindo Mayoritas Dipenuhi Peserta

April 19, 2026
Sepak Bola

Ketika Rival Jadi Penyelamat, Istri Bos Persela Nakhodai PSIS

November 19, 2025
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sejumlah hadiah kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025).
Sepak Bola

Hore, Fix Gratis! 104 Laga Piala Dunia 2026 Tayang Full di TVRI

Desember 31, 2025
Pasngan Sabar Karyaman/Reza Pahlevi gagal persembahkan gelar juara bagi Indonesia dalam gelaran Indonesia Open 2025.
Olahraga

Indonesia Open 2025: Indonesia Kembali Puasa Gelar

Juni 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tak Mau Kalah dari Game Online, Xiangqi Kudus Bidik Pelajar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?