Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Abu Anak Krakatau Ganggu Sekolah di Jawa Barat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Abu Anak Krakatau Ganggu Sekolah di Jawa Barat

Nugroho P.
Last updated: September 7, 2026 12:07 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Abu vulkanik menyebabkan anak sekolah belajar di rumah.
SHARE

BACAAJA, BANDUNG – Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai bikin aktivitas sekolah di sejumlah wilayah Jawa Barat ikut terdampak. Pemprov Jabar kini membuka opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang wilayahnya terpapar abu.

Contents
Sekolah Bisa Beralih ke PJJFasilitas Kesehatan Ikut DisiagakanKualitas Udara Terus DipantauWarga Diminta Kurangi Aktivitas

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sekolah tidak memaksakan pembelajaran tatap muka jika kondisi udara mulai memburuk. Kegiatan di luar ruangan juga diminta dihentikan demi mengurangi risiko paparan abu kepada siswa maupun guru.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang diterbitkan pada Minggu (6/9/2026). Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi pemerintah menghadapi sebaran abu vulkanik Anak Krakatau yang mulai masuk ke sejumlah daerah.

Sekolah Bisa Beralih ke PJJ

Dedi mengatakan keselamatan warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam penerapan kebijakan tersebut. Karena itu, kepala sekolah diminta aktif melihat kondisi udara di wilayah masing-masing.

Jika kualitas udara memburuk akibat abu vulkanik, pembelajaran tatap muka diminta segera dihentikan dan diganti dengan PJJ. Seluruh kegiatan sekolah yang berlangsung di luar ruangan juga harus dihentikan sementara.

Pemprov Jabar berharap langkah tersebut bisa menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan material vulkanik, terutama bagi anak-anak yang berada di lingkungan sekolah.

Fasilitas Kesehatan Ikut Disiagakan

Bukan cuma sektor pendidikan yang diperketat. Pemprov Jabar juga meminta puskesmas, rumah sakit, pos kesehatan, dan fasilitas medis lainnya meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan.

Dinas Kesehatan diminta memastikan tenaga medis, ambulans, oksigen, pulse oximeter, obat-obatan, masker atau respirator, hingga alat pelindung diri tersedia.

Pemantauan gangguan kesehatan juga dilakukan setiap hari. Beberapa kondisi yang menjadi perhatian antara lain gangguan pernapasan, iritasi mata, masalah kulit, cedera, serta keluhan lain yang berkaitan dengan paparan abu.

Kelompok rentan mendapat perhatian lebih, seperti bayi, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan, dan masyarakat dengan penyakit kronis.

Pemprov Jabar juga menyiapkan posko serta lokasi pengungsian jika situasi berkembang dan membutuhkan langkah penanganan lebih lanjut.

Kualitas Udara Terus Dipantau

Untuk mengetahui dampak abu terhadap lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat diminta berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD.

Pemantauan dilakukan terhadap konsentrasi partikel PM2,5 dan PM10 di udara. Informasi hasil pemantauan juga diminta disampaikan secara berkala agar masyarakat bisa mengetahui kondisi di wilayah masing-masing.

Penanganan abu yang sudah mengendap di jalan dan fasilitas umum juga diminta dilakukan dengan cara yang aman. Abu sebaiknya dibasahi lebih dulu sebelum dibersihkan supaya partikel halus tidak beterbangan lagi.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas

Dedi meminta warga tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dari sumber resmi dan tidak gampang percaya kabar yang belum jelas kebenarannya.

Bagi warga yang tinggal di wilayah dengan konsentrasi abu cukup tinggi, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi. Jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah.

Saat harus keluar, warga disarankan menggunakan masker. Masker KN95 menjadi pilihan yang diprioritaskan, meski masker lain tetap bisa digunakan selama mampu menutup hidung dan mulut dengan baik.

Kacamata juga dianjurkan untuk membantu melindungi mata dari paparan abu. Setelah kembali dari luar rumah, warga sebaiknya segera membersihkan diri.

Sementara untuk abu yang masuk ke rumah, masyarakat diminta tidak langsung menyapunya dalam kondisi kering. Abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu agar tidak beterbangan dan terhirup.

Sumber air dan makanan juga perlu ditutup supaya tidak terkena material vulkanik. Jika muncul sesak napas, nyeri dada, iritasi mata, gangguan kulit, atau keluhan berat setelah terpapar abu, warga diminta segera mencari pertolongan medis.

Pemprov Jabar meminta masyarakat terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan mengikuti kebijakan terbaru yang berlaku di masing-masing daerah. (*)

You Might Also Like

Anak SMK Sekarang Banyak Diburu Kantor Sebelum Lulus Sekolah

Gandeng P4S Joyo Tentrem, UNS Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

SMA Kolese Loyola Juara Kompetisi Debat Pelajar Piala Wali Kota

Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay

TAGGED:abu vulkanikanak krakataugunung anak krakataujabarpendidikan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ditinggal Beli Pop Mie, Anak 9 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Pemandian
Next Article 1.500 Pelari Bikin Purbalingga Makin Semarak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

PENGURAI MASSA: Tim pengurai massa dari kepolisian siaga di Simpang Lima Semarang untuk membubarkan paksa massa aksi, Kamis (22/10/2026) malam. (bae)

LBH: Tim Hukum dan Paramedis Jadi Korban Kekerasan Polisi saat Demo Semalam

Tak Cuma Jago Ngaji! Darul Amanah Juara Football Santri 2026

Dicari, Komisioner KI  yang Bukan Sekadar Pintar tapi juga Bisa Kerja Bareng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Luar Negeri Sugiono.
Pendidikan

Sekolah Keagamaan Gratis Dimatangkan, Nasib Guru Ikut Disorot

Oktober 20, 2026
Pendidikan

Dari Bambu ke Beton, Jalan Sekolah Kini Lebih Aman, Ini yang Dilakukan Polres Banjarnegara

Desember 20, 2025
Pendidikan

Sekolah Rakyat Dikritik, Mensos Bilang Siap Berbenah

Juli 26, 2026
Ilustrasi suara dentuman keras.
Info

Warga Mengira Ada Latihan Militer, BMKG Ungkap Fakta Dentuman Misterius di Bandung

September 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Abu Anak Krakatau Ganggu Sekolah di Jawa Barat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?