BACAAJA, SEMARANG – Semarang bakal kedatangan banyak tamu dari luar kota selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional. Selain mengikuti rangkaian perlombaan dan kegiatan di kawasan Simpang Lima, para tamu itu tentu punya waktu untuk menikmati sisi lain Kota Semarang.
Peluang tersebut coba ditangkap pengelola Gua Kreo.
Destinasi wisata di kawasan Waduk Jatibarang itu sudah bersiap menyambut kemungkinan datangnya wisatawan dari berbagai daerah yang bertepatan dengan pelaksanaan MTQ. Bahkan, pengelola memperkirakan jumlah kunjungan bisa melonjak sekitar 30 persen.
Kepala UPTD Gua Kreo, Sugianto, mengatakan persiapan dilakukan mulai dari memastikan kebersihan kawasan hingga membenahi sejumlah fasilitas.
Bacaaja: Jelang MTQ Nasional di Semarang, Agustina Siapkan UMKM Bersertifikat Halal
Bacaaja: Pembukaan MTQ Nasional 2026 Diminta Tonjolkan Kearifan Lokal
“Yang kita persiapkan pertama selalu menjaga kebersihan, terutama kamar mandi, toilet maupun tempat-tempat yang biasa dikunjungi wisatawan,” kata Sugianto, saat dihubungi, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, momentum MTQ menjadi kesempatan bagi Gua Kreo untuk menarik lebih banyak pengunjung luar daerah. Apalagi, para tamu yang datang ke Semarang dinilai tidak akan terus berada di lokasi kegiatan.
“Kalau ada MTQ di Kota Semarang, mereka mungkin juga ingin hiburan,” ujarnya.
Gua Kreo pun punya daya tarik yang cukup khas. Selain suasana alam, kawasan ini dikenal dengan keberadaan kawanan monyet yang menjadi salah satu ikon wisata tersebut.
“Yang unik di Gua Kreo ada monyetnya. Kalau yang lainnya ibadahnya biasa-biasa, mungkin ingin yang ada monyetnya,” kata Sugianto.
Agar wisatawan tidak hanya datang, melihat-lihat, lalu pulang, pengelola juga tengah menyiapkan tambahan fasilitas. Pembangunan kios UMKM dan panggung hiburan yang sempat terhenti kini kembali dikerjakan.
Panggung tersebut nantinya bisa digunakan untuk menghadirkan hiburan musik, terutama pada akhir pekan. Pembangunan ditargetkan selesai pada awal Oktober.
“Biasanya hari Minggu kita kasih hiburan musik,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, Gua Kreo juga mulai menggandeng komunitas jeep untuk menawarkan pengalaman berwisata yang berbeda. Wisatawan nantinya dapat menjelajahi sejumlah kawasan dari Gua Kreo menuju Bendungan Jatibarang hingga rute yang lebih jauh ke Kalikesek dan Curug Lawe.
Sugianto mengatakan pengelola tidak perlu menambah personel untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pengunjung. Petugas yang ada dinilai masih mampu menangani aktivitas wisatawan.
“Sudah cukup, kita sudah bisa meng-cover,” katanya.
Dengan persiapan tersebut, Gua Kreo berharap para tamu MTQ tak hanya mengenal Semarang dari kawasan Simpang Lima. Mereka juga diajak melihat sisi lain Kota Semarang dari kawasan wisata yang menawarkan alam, sejarah, hingga kawanan monyet yang menjadi ciri khasnya. (dul)

