Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nyanyi Dulu, Beban Hidup Belakangan: Puluhan Warga Pedurungan Adu Suara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Nyanyi Dulu, Beban Hidup Belakangan: Puluhan Warga Pedurungan Adu Suara

Agustus boleh lewat, tapi semangat merayakan kemerdekaan ternyata belum ikut-ikutan selesai. Di Pedurungan, warga diajak melepas penat dengan cara yang cukup sederhana: pegang mikrofon, pilih lagu, lalu nyanyi sepuasnya

T. Budianto
Last updated: September 6, 2026 6:14 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
LOMBA KARAOKE: Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pedurungan, Rahmulyo Adi Wibowo memberikan sambutan pada lomba karaoke se-Kecamatan Pedurungan yang digelar di Lapangan Palebon, Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu, (5/9/2026) malam. (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kalau Agustus terlalu penuh agenda, bukan berarti semangat merayakan kemerdekaan harus ikut selesai. Di Pedurungan, suasana kemerdekaan justru diperpanjang lewat cara yang lebih santai: karaoke bareng.

Sebanyak 38 peserta mengikuti Lomba Karaoke PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pedurungan yang digelar di Lapangan Palebon, Pedurungan, Kota Semarang.

Kegiatan tersebut diinisiasi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mochamad Herviano bersama Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pedurungan, Rahmulyo Adi Wibowo atau yang akrab disapa RAW.

Baca juga: PDIP Targetkan Lima Kursi di Kecamatan Pedurungan

Rahmulyo mengatakan, pihaknya sengaja membatasi jumlah peserta. Bukan karena tidak boleh ramai, tetapi kalau pesertanya terlalu banyak, acara bisa berakhir sampai larut malam.

“Terpaksa kami batasi 38 peserta. Kalau terlalu banyak, nanti selesainya terlalu malam,” ujar Rahmulyo yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang.

Meski dibatasi, hadiah yang disiapkan cukup bikin semangat naik. Juara pertama mendapatkan uang tunai Rp400 ribu, juara kedua Rp350 ribu, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp250 ribu.

Hadiah Hiburan

Tak cuma tiga besar. Panitia juga menyediakan hadiah hiburan untuk peserta lain serta penghargaan bagi suporter terbaik. Jadi, yang tidak menang di panggung masih punya peluang membawa pulang hadiah.

Lomba karaoke ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Uniknya, kegiatan baru digelar pada September, bukan Agustus seperti kebanyakan acara kemerdekaan.

Rahmulyo menjelaskan, alasan utamanya cukup sederhana. Pada Agustus, kegiatan warga biasanya sudah padat dengan berbagai agenda perayaan kemerdekaan.

Baca juga: Viral Ayah Tewas Gara-Gara Ayam, Legislator Semarang: “Butuh Ayam? Ambil Saja di Rumah Saya”

Daripada ikut berebut jadwal, kegiatan kemudian digeser ke September. Bagi penyelenggara, yang penting bukan soal kapan tanggalnya, tetapi bagaimana semangat kebersamaan tetap terjaga.

Lebih dari sekadar lomba mencari siapa yang paling merdu, acara tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul warga Kecamatan Pedurungan. Rahmulyo menyebut kegiatan seperti ini diharapkan membuat warga semakin guyub dan rukun. Bernyanyi bersama juga dianggap menjadi cara sederhana untuk sejenak melupakan beban dan rutinitas kehidupan sehari-hari.

Sebab, kadang-kadang warga memang tidak butuh acara yang terlalu rumit. Cukup ada panggung, mikrofon, lagu favorit, teman-teman, lalu nyanyi sepuasnya. Soal nada fals belakangan. Yang penting malam itu warga kompak: mic di tangan, urusan hidup ditaruh sebentar. (tebe)

You Might Also Like

Guru SMP Nasima Semarang Juara Nasional Cipta Mars MTQ

Soal Normalisasi Kali Plumbon, Pemkot Tunggu Pemerintah Pusat

Musrenbang Jateng: 37 Ribu Usulan Senilai Rp37,8 T Diajukan

Palang Sudah Turun, Gas Masih Naik: Drama Harian di Perlintasan Jrakah

Lebaran di Balai Kota: Bukan Cuma Salat, Tapi Ajang Ngumpul Tanpa Sekat

TAGGED:agustina wilujengdpd pdip kota semarangkemerdekaan RIpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bara di TPA Putri Cempo Belum Mau “Move On”
Next Article Asap Putri Cempo Bikin Warga Batuk dan Sesak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Habis MTQ, Saatnya Nyebur! Waterboom Watu Gajah Tebar Diskon September

LUDES TERBAKAR - Pesawat latih terjatuh di ladang tembakau, turut Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Minggu (6/9/2026) siang. (ist)

Pesawat Jatuh di Ladang Tembakau Blora

Asap Putri Cempo Bikin Warga Batuk dan Sesak

Nyanyi Dulu, Beban Hidup Belakangan: Puluhan Warga Pedurungan Adu Suara

Bara di TPA Putri Cempo Belum Mau “Move On”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Wagub Jihan Dorong Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah

November 20, 2025
Wali Kota Solo Respati Ardi ngecek langsung pegawai Pemkot yang lagi WFA di Shelter Manahan, Rabu (14/1/2026).
Daerah

Respati Targetkan WFA Bisa Efisiensi Anggaran hingga 29 Persen: untuk Bangun Solo

Januari 15, 2026
Daerah

Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Hingga Akhir 2025

Oktober 1, 2025
Daerah

Rabu Nggak Harus ke Kantor, Pemkot Surakarta Jajal WFA

Januari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nyanyi Dulu, Beban Hidup Belakangan: Puluhan Warga Pedurungan Adu Suara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?