BACAAJA, SEMARANG- Kalau Agustus terlalu penuh agenda, bukan berarti semangat merayakan kemerdekaan harus ikut selesai. Di Pedurungan, suasana kemerdekaan justru diperpanjang lewat cara yang lebih santai: karaoke bareng.
Sebanyak 38 peserta mengikuti Lomba Karaoke PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pedurungan yang digelar di Lapangan Palebon, Pedurungan, Kota Semarang.
Kegiatan tersebut diinisiasi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mochamad Herviano bersama Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pedurungan, Rahmulyo Adi Wibowo atau yang akrab disapa RAW.
Baca juga: PDIP Targetkan Lima Kursi di Kecamatan Pedurungan
Rahmulyo mengatakan, pihaknya sengaja membatasi jumlah peserta. Bukan karena tidak boleh ramai, tetapi kalau pesertanya terlalu banyak, acara bisa berakhir sampai larut malam.
“Terpaksa kami batasi 38 peserta. Kalau terlalu banyak, nanti selesainya terlalu malam,” ujar Rahmulyo yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang.
Meski dibatasi, hadiah yang disiapkan cukup bikin semangat naik. Juara pertama mendapatkan uang tunai Rp400 ribu, juara kedua Rp350 ribu, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp250 ribu.
Hadiah Hiburan
Tak cuma tiga besar. Panitia juga menyediakan hadiah hiburan untuk peserta lain serta penghargaan bagi suporter terbaik. Jadi, yang tidak menang di panggung masih punya peluang membawa pulang hadiah.
Lomba karaoke ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Uniknya, kegiatan baru digelar pada September, bukan Agustus seperti kebanyakan acara kemerdekaan.
Rahmulyo menjelaskan, alasan utamanya cukup sederhana. Pada Agustus, kegiatan warga biasanya sudah padat dengan berbagai agenda perayaan kemerdekaan.
Baca juga: Viral Ayah Tewas Gara-Gara Ayam, Legislator Semarang: “Butuh Ayam? Ambil Saja di Rumah Saya”
Daripada ikut berebut jadwal, kegiatan kemudian digeser ke September. Bagi penyelenggara, yang penting bukan soal kapan tanggalnya, tetapi bagaimana semangat kebersamaan tetap terjaga.
Lebih dari sekadar lomba mencari siapa yang paling merdu, acara tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul warga Kecamatan Pedurungan. Rahmulyo menyebut kegiatan seperti ini diharapkan membuat warga semakin guyub dan rukun. Bernyanyi bersama juga dianggap menjadi cara sederhana untuk sejenak melupakan beban dan rutinitas kehidupan sehari-hari.
Sebab, kadang-kadang warga memang tidak butuh acara yang terlalu rumit. Cukup ada panggung, mikrofon, lagu favorit, teman-teman, lalu nyanyi sepuasnya. Soal nada fals belakangan. Yang penting malam itu warga kompak: mic di tangan, urusan hidup ditaruh sebentar. (tebe)

