Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Miskin dan Bergelimang Maksiat? Ini Solusinya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Miskin dan Bergelimang Maksiat? Ini Solusinya

Nugroho P.
Last updated: September 4, 2026 5:48 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ustadz Adi Hidayat (UAH)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kemiskinan kadang bikin hidup terasa serba mentok. Tapi menurut Ustadz Adi Hidayat (UAH), kondisi serba kekurangan bukan alasan untuk mencari pelarian lewat hal-hal yang justru makin menjerumuskan.

Judi, mabuk, zina hingga sikap sombong, misalnya, bukan solusi saat seseorang sedang berada dalam kesulitan ekonomi. Bukannya keluar dari masalah, kebiasaan tersebut malah bisa membuat persoalan hidup makin runyam, baik di dunia maupun urusan akhirat.

UAH mengingatkan, setiap masalah memang punya jalan keluar. Namun, jangan sampai keyakinan bahwa selalu ada pintu tobat malah dijadikan pembenaran untuk sengaja berbuat dosa terlebih dahulu.

“Udah miskin, judi. Sudah miskin, mabuk. Gak tahu miskin, zina juga gitu kan. Ya sudah miskin, sombong. Kaya sombong aja bermasalah, miskin sombong lebih masalah,” ujar UAH, dikutip dari kanal YouTube @kataustadztv.

Menurut UAH, seseorang tetap harus menjaga diri meski sedang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Kesusahan bukan tiket untuk bebas melakukan apa saja yang dilarang agama.

Ia juga mengingatkan agar seseorang tidak berpikir, “berbuat maksiat dulu, nanti tinggal tobat.” Cara berpikir seperti itu justru berbahaya karena dosa dilakukan dengan kesengajaan dan sudah direncanakan sejak awal.

“Jalan keluar ini bukan berarti dimudah-mudahkan maksiat aja dulu, entar juga ada jalan tobat,” tegas UAH.

UAH bahkan menilai orang yang sengaja menyusun rencana untuk melakukan maksiat memiliki persoalan yang lebih serius. Sebab, tindakan tersebut bukan sekadar khilaf, tetapi sudah ada niat dan persiapan sebelumnya.

“Seseorang yang menyiapkan rencana maksiat itu dosanya berkali lipat dibandingkan dengan orang yang larut tak sengaja dalam maksiat,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta umat lebih waspada terhadap berbagai godaan yang bisa membuat seseorang pelan-pelan terbiasa dengan dosa. Menurut UAH, provokasi setan bisa begitu kuat ketika manusia sedang berada dalam kondisi lemah.

“Hati-hati, provokasi setan itu demikian tinggi,” ujarnya.

UAH juga mengingatkan bahwa ajaran Nabi Muhammad SAW tidak membedakan seseorang berdasarkan kondisi ekonominya dalam urusan menjaga diri dari maksiat. Kaya ataupun miskin, setiap orang tetap punya tanggung jawab untuk menghindari perbuatan yang dilarang.

Ia kemudian menyinggung istilah israf, yakni sikap berlebihan. Dalam konteks dosa, seseorang juga bisa terjebak dalam perilaku yang dilakukan secara berlebihan hingga makin jauh dari batas yang seharusnya.

“Muhammad viralkan kepada siapapun hambaku dengan semua status duniawinya ketika melakukan maksiat tingkat tinggi israf,” ungkap UAH.

UAH menjelaskan bahwa israf bukan cuma soal berlebihan dalam urusan dunia. Perbuatan dosa yang dilakukan terus-menerus dan melewati batas juga bisa masuk dalam perilaku berlebihan.

“Saya pernah contohkan pertemuan lalu, israf berlebihan sudah banyak dosanya,” katanya.

Meski begitu, UAH tidak ingin orang yang sudah terlanjur jatuh dalam dosa merasa semuanya sudah berakhir. Selama seseorang mau kembali dan memperbaiki diri, harapan untuk mendapatkan ampunan Allah tetap terbuka.

Ia mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam rasa putus asa. Kesalahan memang harus diakui dan ditinggalkan, tetapi pintu tobat jangan pernah dianggap sudah tertutup.

“Rahmatillah, jangan putus asa dari rahmat Allah,” tegas UAH.

Pesannya sederhana, kondisi susah bukan alasan untuk menambah masalah dengan maksiat. Justru ketika hidup sedang berat, seseorang perlu mencari jalan keluar yang benar sambil tetap menjaga diri dari perbuatan yang dilarang agama. (*)

You Might Also Like

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

Doa Nabi Musa Biar Bicara Lancar Saat Grogi, Presentasi Lancar Jaya

Piala Dunia Seru, Jam Tidur Anak Jangan Tumbang

Skin Barrier Rusak Bisa Bikin Jerawat Meledak, Ini Kata Dokter

Liburan Luar Negeri Tetap Nyaman Tanpa Ribet Buat Muslim

TAGGED:islamislamimaksiatmiskinUAH
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Buya Yahya Ungkap Siapa yang Salah Saat Tak Bisa Sholat
Next Article Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (ist) Sudaryono Tegaskan Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari Masih Berlaku

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol) sedang bekerja mengantar penumpang di tengah kepadatan arus lalu lintas kota.

Cerita dan Harapan Riyan, Ojol di Semarang yang Sambut Baik Revisi UU LLAJ

Akankah Kita Benar-Benar Kehabisan Udara Segar?

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)

PCNU Nias Serahkan Uang Rp250 Juta ke KPK, Diduga Terkait Risywah Muktamar NU di Jombang

PENANGKAPAN EKS-NAPITER -- Kolase foto eks-napiter pelaku pembakaran mi babi di Sukoharjo (kiri) dan petugas yang melakukan penangkapan. (ist)

Dua Polisi Terluka saat Tangkap Eks-Napiter Pembakar Warung Mi Babi di Sukoharjo

DEMO BERUJUNG RUSUH - Polisi menangkap peserta aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, kawasan Malioboro, Selasa (21/10/2026) malam.

Suara Petasan dan Aba-aba Serbu: Demonstrasi di Malioboro Berujung Ricuh, Massa Aksi Dikeroyok Ormas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Geger Geden Penjarahan, Begini Hukum dan Tinjauan Islam

September 9, 2025
Ilustrasi jemaah sedang melalukan ritual ibadah haji di Masjidil Haram.
Tips

Waspada! Ada Fenomena Jemaah Haji Mirip ‘Zombi’ Tahun 2026

Desember 8, 2025
Tips

Napas Terasa Berat? Tujuh Sinyal Paru-Paru Minta Diperhatikan Serius

Juni 3, 2026
Tips

Bangun Malam, Ini Tata Cara Sholat Tahajud

September 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Miskin dan Bergelimang Maksiat? Ini Solusinya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?