BACAAJA, JEPARA – Warga Karimunjawa, Jepara didorong punya keahlian baru yang bisa menunjang sektor wisata bahari oleh Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Pihak bandara memberi pelatihan sertifikasi Open Water Diver (OWD) gratis bagi masyarakat Karimunjawa pada 29-31 Agustus 2026. Pelatihan ini menggunakan standar Professional Association of Diving Instructors (PADI).
Peserta mendapat pembekalan menyelam yang bisa menjadi modal untuk bekerja sebagai pemandu wisata selam maupun operator wisata bahari.
Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bandara Ahmad Yani Semarang. Total bantuan yang diberikan untuk pelatihan ini mencapai Rp24 juta.
Bacaaja: Karimunjawa, Surga Baru Skydiver Internasional
Bacaaja: Akses Udara Dibuka Lagi, Karimunjawa Siap Sambut Lonjakan Wisatawan
General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan sertifikasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan kemampuan dan daya saing warga lokal.
“Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh sertifikasi selam yang memenuhi standar global sehingga mampu meningkatkan daya saing sebagai pemandu wisata selam, operator wisata bahari, serta mendukung promosi wisata bahari di kawasan Karimunjawa,” ujar Sulistyo.
Pelatihan dilakukan langsung di sejumlah titik selam yang ada di Karimunjawa. Peserta berlatih di Perairan Taka Gede, kapal karam Indonor Wreck Ship, dan Pulau Sambangan.
Menurut Sulistyo, program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di sekitar destinasi wisata nasional. Warga lokal diharapkan bisa ikut mengambil peluang ekonomi dari berkembangnya wisata bahari di Karimunjawa.
“Kami berharap program ini melahirkan tenaga penyelam lokal yang kompeten dan profesional, sekaligus mendorong pariwisata bahari yang aman dan berkelanjutan,” katanya. (bae)

