Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dieng Bikin Wisatawan Betah di Atas Awan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Dieng Bikin Wisatawan Betah di Atas Awan

Kalau biasanya orang datang ke Dieng buat cari udara dingin, kali ini alasannya lebih lengkap. Ada rambut gimbal, ritual adat, jazz, kopi, domba, sampai panggung musik yang bikin kawasan “Negeri Atas Awan” ramai tiga hari berturut-turut.

T. Budianto
Last updated: September 1, 2026 8:54 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
PROSES RUWATAN: Sejumlah anak berambut gimbal mengikuti prosesi Ruwatan Cukur Rambut Gimbal di kawasan Candi Arjuna di sela pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2026, Jumat (28/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA- Kabut tipis turun perlahan di dataran tinggi Dieng. Udara dingin menyelimuti kawasan pegunungan, sementara ribuan wisatawan mulai memenuhi sejumlah titik yang menjadi pusat perhelatan Dieng Culture Festival (DCF) 2026.

Mengusung tema “Spirit of Harmony”, festival yang memasuki tahun ke-16 itu berlangsung 28-30 Agustus 2026. Selama tiga hari, Dieng bukan cuma menjadi tempat wisata. Kawasan ini berubah menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, seni, masyarakat lokal, wisatawan, dan pelaku ekonomi kreatif.

Sejumlah agenda digelar di kawasan Candi Arjuna, Pandawa, Gatotkaca, hingga kompleks Candi Dieng. Namun, satu tradisi tetap menjadi magnet utama: Ruwatan Cukur Rambut Gimbal.

Tahun ini, sebanyak 13 anak berambut gimbal mengikuti prosesi tersebut di kawasan Candi Arjuna. Bagi masyarakat Dieng, rambut gimbal bukan sekadar fenomena unik yang menarik kamera wisatawan. Anak-anak tersebut dipercaya memiliki posisi khusus dalam tradisi masyarakat setempat.

Baca juga: Sikidang Dieng, Liburan Tipis-tipis Rasa Petualangan

Di tengah modernisasi dan geliat pariwisata yang semakin ramai, tradisi tersebut tetap dipertahankan. Justru dari tradisi itulah DCF memiliki karakter yang sulit ditemukan di festival wisata lainnya.

Ketua Pelaksana DCF 2026, Alif Faozi mengatakan, festival tersebut tidak sekadar dibuat untuk mengejar jumlah wisatawan. Lebih dari itu, DCF menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dieng kepada masyarakat luas. Tema “Spirit of Harmony” dipilih untuk menggambarkan hubungan antara budaya, alam, pariwisata, dan kehidupan masyarakat lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, bahkan menyebut DCF sebagai contoh bagaimana pariwisata bisa tumbuh dari masyarakat.

“Ini bisa menjadi contoh, karena bertumbuh dari masyarakat. Berawal dari Pokdarwis Pandawa dan kemudian disengkuyung oleh masyarakat Dieng, sehingga menjadi festival yang luar biasa dan terus berkembang,” ujar Hanung.

Pemprov Jateng, lanjut dia, juga tengah berdiskusi dengan pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan untuk mengembangkan Dieng sebagai salah satu pusat pariwisata Jawa Tengah. Harapannya, destinasi wisata di sekitar Dieng ikut terdorong dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi wisata.

Hiburan Kekinian

Kekuatan DCF bukan hanya pada ritual adat. Festival ini juga menggabungkan seni tradisi dengan hiburan kekinian. Ada Dieng Bersih, Festival Domba Batur, Kongko Budaya bersama Kiai Kanjeng, pertunjukan seni tradisi, festival kopi, hingga berbagai panggung hiburan.

Lalu ada agenda yang sudah menjadi salah satu identitas DCF: Jazz Atas Awan. Sejumlah musisi tampil menghibur pengunjung, mulai dari Yura Yunita, Kunto Aji, Barasuara, Raim Laode, hingga Pusakata. Jadi, kalau siang wisatawan bisa melihat ritual budaya, malamnya tinggal menikmati musik sambil menggigil tipis-tipis.

Hanung mengatakan perpaduan budaya, seni, dan tradisi tersebut menjadi kekuatan yang bisa ditawarkan kepada wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Ini penting dan menarik. Ada pertunjukan Jazz Atas Awan, ritual cukur rambut gimbal, kontes domba, kirab, dan berbagai kegiatan budaya lain,” katanya. Menurutnya, wisatawan tidak harus berhenti sebagai penonton. Mereka justru bisa mendapatkan pengalaman dengan terlibat langsung dalam aktivitas budaya yang ada.

Baca juga: DCF 2026 Bakal Bikin Dieng Meriah Berlipat-lipat

Sementara itu, pelaku UMKM lokal mendapat ruang untuk memasarkan berbagai produk kepada wisatawan. Penginapan di kawasan Dieng pun nyaris tak menyisakan kamar selama festival berlangsung. Keramaian wisatawan membuat perputaran ekonomi ikut bergerak. Inilah yang membuat DCF tidak berhenti sebagai agenda hiburan tahunan.

Pada akhirnya, DCF 2026 seperti menunjukkan satu hal sederhana: budaya tidak harus memilih antara tradisi dan zaman. Candi tetap berdiri, ritual tetap dijalankan, musik modern tetap berdentum, UMKM tetap jualan, dan wisatawan tetap datang. Semua bertemu di satu tempat, di dataran tinggi yang dinginnya kadang lebih konsisten daripada sinyal ponsel.

Dieng memang punya resep sederhana untuk membuat orang betah: kasih tradisi, musik, kopi, pemandangan, lalu tambahkan udara dingin. Wisatawan pulang membawa cerita, UMKM membawa omzet, sementara anak-anak rambut gimbal tetap menjadi pengingat bahwa di tengah zaman yang makin digital, ada tradisi yang belum mau di-update, dan justru karena itulah ia tetap menarik. (tebe)

You Might Also Like

Listyo Sigit Absen Sambut Prabowo, Ngambek karena Isu Pergantian Kapolri Makin Panas?

Soekarno Run SOC 2026 Pecah! 7.500 Pelari Disambut Prajurit Keraton Solo

Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Ngaku Tak Paham Hukum Kok Mau Jadi Kepala Daerah?

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat

Nusron Ngaku Mundur dari Pengurus Golkar

TAGGED:dieng culture festivalheadlinepemkab wonosobopemprov jatengwisata jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kebijakan Pengolahan Sampah di Jateng Tuai Penghargaan
Next Article SISA MBG - Ilustrasi sisa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi pakan ternak ayam. Menu MBG Banyak Tersisa, Peternak Semarang: untuk Pakan Ayam, Bisa Hemat 50 Persen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan ayah dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Golkar Buka Peluang Hak Angket soal Ijazah Gibran, Begini Respons Jokowi

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Tak Hadiri Agenda Pemeriksaan KPK, Nusron Wahid Diduga Ada di Luar Negeri

etua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Gerindra Tancap Gas Revisi UU LLAJ, DWS: Beri Perlindungan dan Kepastian Hukum Ojol

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Gelandang Langganan Timnas Merapat

Juni 15, 2026
Ilustrasi bencana banjir dan tanah longsor.
Info

3.176 Bencana Sepanjang 2025: Indonesia Digempur Alam, Negara Masih Tertatih

Desember 30, 2025
Fokus

Rupiah Belum Bangkit, Pakar Soroti Krisis Kepercayaan Pasar

Juni 11, 2026
Info

Data Rio Haryanto Bocor Bukan Sepele, Wali Kota Solo Respati: Pasti Ada Sanksi

Februari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dieng Bikin Wisatawan Betah di Atas Awan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?