Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kebijakan Pengolahan Sampah di Jateng Tuai Penghargaan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kebijakan Pengolahan Sampah di Jateng Tuai Penghargaan

Sampah yang selama ini identik dengan urusan bau, penuh, dan bikin pusing pemerintah, kini justru sedang dicari peluangnya di Jateng. Dari bahan bakar pabrik semen sampai energi listrik, tumpukan sampah mulai diperlakukan bukan cuma sebagai masalah, tapi juga sumber daya.

T. Budianto
Last updated: September 1, 2026 8:43 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
SERAHKAN PENGHARGAAN: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di ajang Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi regional Jawa-Bali Batch II-2026 di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (28/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, NUSA DUA- Pemprov Jateng kembali membawa pulang penghargaan. Kali ini, apresiasi datang untuk urusan yang selama ini kerap bikin pemerintah dan warga sama-sama mengernyit: sampah.

Pemprov Jateng meraih penghargaan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dalam ajang Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi regional Jawa-Bali Batch II-2026.

Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri bersama Tempo Media Group tersebut diterima langsung Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (28/8/2026) malam.

Jawa Tengah bukan satu-satunya daerah yang mendapat apresiasi. Jawa Timur juga masuk dalam daftar penerima penghargaan kategori tersebut. Sementara di level kabupaten/kota, Wonosobo menjadi salah satu yang terbaik.

Namun, cerita Jateng soal sampah memang sedang diarahkan ke level yang lebih serius. Bukan lagi sekadar “angkut lalu buang”, tetapi bagaimana ribuan ton sampah bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang punya nilai.

Baca juga: Anglomerasi, Cara Jateng Hapus Sistem Open Dumping Sampah

Ahmad Luthfi menjelaskan, strategi pengelolaan sampah di Jateng dibagi dalam sejumlah klaster. Untuk wilayah dengan volume sampah lebih dari 1.000 ton per hari, pemerintah menyiapkan skema aglomerasi atau kerja sama antardaerah. Targetnya adalah pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Model ini mulai didorong di sejumlah kawasan. Di Semarang Raya, misalnya, melibatkan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Ada pula Pekalongan Raya yang mencakup Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang.

Kemudian Tegal Raya yang melibatkan Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes. Sementara Soloraya mencakup Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, hingga Kota Salatiga. Skema aglomerasi tersebut mulai dikerjakan melalui kerja sama dengan Danantara, dengan konsep mengubah sampah menjadi energi listrik.

Untuk daerah dengan volume sampah sekitar 100 hingga 200 ton per hari, pendekatan yang digunakan berbeda. Pemprov mendorong penggunaan teknologi RDF atau Refuse Derived Fuel, yakni mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Model ini sudah dipraktikkan di sejumlah daerah, seperti Cilacap, Banyumas, Kudus, Magelang, dan Kebumen. Sampah yang telah diolah kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk industri semen. Jadi, barang yang sebelumnya dianggap selesai urusannya setelah masuk tempat pembuangan, kini sedang dicoba diberi “karier kedua”.

Siapkan Skema

Pemprov juga menyiapkan skema untuk menangani timbunan sampah yang sudah telanjur menumpuk. Salah satunya berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang.

Pemerintah berencana menggandeng KSAD untuk mengembangkan pengolahan sampah menjadi bahan bakar solar. Di kawasan Soloraya, pengolahan timbulan sampah juga terus didorong. Bahkan, investor mulai diarahkan untuk melihat peluang pengembangan sektor tersebut.

Meski begitu, Ahmad Luthfi menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi besar atau proyek pengolahan energi. Masalahnya juga harus dibereskan dari hulu.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi bagian penting agar sampah tidak terus mengalir tanpa kendali menuju tempat pembuangan akhir. Karena itu, program desa mandiri sampah juga terus didorong sebagai salah satu cara membangun kebiasaan pengelolaan sampah dari tingkat paling dekat dengan warga.

Selain penghargaan untuk pengelolaan sampah dan lingkungan, sejumlah daerah di Jateng juga mendapatkan apresiasi dalam kategori lain. Kabupaten Rembang menjadi terbaik pertama tingkat kabupaten dalam kategori akses dan kualitas layanan kesehatan. Kota Tegal meraih posisi terbaik kedua untuk kategori pemerintah kota.

Baca juga: Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

Di sektor pendidikan, Kota Salatiga menjadi terbaik pertama tingkat pemerintah kota untuk kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan. Sementara Wonosobo juga mendapat apresiasi dalam kategori pengelolaan sampah dan lingkungan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat. Pemerintah bahkan menargetkan Indonesia menuju kondisi zero waste pada 2029.

Menurut Tito, penghargaan kepada daerah bukan sekadar seremoni naik panggung dan membawa pulang trofi. Daerah berprestasi juga akan mendapatkan insentif fiskal sebagai bentuk dorongan agar program lingkungan terus berjalan.

Sampah ternyata punya potensi besar kalau dikelola dengan benar. Bisa jadi listrik, bahan bakar, bahkan mendatangkan penghargaan. Tinggal satu masalah klasik yang belum sepenuhnya selesai: jangan sampai teknologinya sudah canggih, tapi sampah dari rumah masih bingung membedakan mana tempat sampah dan mana sungai. (tebe)

You Might Also Like

Rektor UPGRIS Pamer Hasil Pengembangan Edupark Kampus 3

Pemkot Dorong Pertanian Terpadu Semarang

Banyak Utang, Eks Kepala Gudang Jual Susu Cimory Kedaluwarsa

Dramatis Banget! Gol Penalti Salah di Injury Time Antar Liverpool Menang Tipis atas Burnley

Ter Stegen Comeback setelah 7 Bulan, Langsung Kebobolan di Menit ke-6

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemprov jatengsampah jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kursi Komisi Informasi Jateng Dibanjiri Peminat
Next Article Dieng Bikin Wisatawan Betah di Atas Awan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Peringkat 2 Wisata Ramah Muslim Nasional

Ekraf Jangan Cuma Festival, Samuel Wattimena Tagih Data Produk Unggulan Daerah

Tambang Ilegal di Ungaran Berpotensi Bikin Pajak Rp3,3 Miliar Melayang

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan ayah dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Golkar Buka Peluang Hak Angket soal Ijazah Gibran, Begini Respons Jokowi

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Tak Hadiri Agenda Pemeriksaan KPK, Nusron Wahid Diduga Ada di Luar Negeri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

PHK di Jatim Capai 2.332 Pekerja

Juli 2, 2026
Info

Warga Ambal Diajak Sigap Hadapi Ancaman Longsor

September 15, 2026
NARASUMBER DISKUSI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng membahas tentang kreativitas anak muda saat menjadi narasumber diskysi Semarang Creative City Forum di Semarang, Sabtu (26/9/2026). (ist)
Info

Agustina Dorong Anak Muda Semarang Ubah Kreativitas Jadi IP Bernilai Ekonomi

September 27, 2026
Info

Biar Nggak Kaget: Wagub Mau Ada Kelas Pra-Nikah

Februari 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kebijakan Pengolahan Sampah di Jateng Tuai Penghargaan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?