Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: GRIB Jaya Buka Suara soal Turun Saat Kerusuhan DPR
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

GRIB Jaya Buka Suara soal Turun Saat Kerusuhan DPR

Nugroho P.
Last updated: Agustus 30, 2026 9:28 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kerusuhan beberapa waktu lalu.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – GRIB Jaya akhirnya angkat bicara soal keberadaan anggotanya di jalanan Jakarta setelah demo di depan Gedung DPR pada 27 Agustus 2026. Organisasi tersebut mengakui Ketua Umumnya, Rosario de Marshal alias Hercules, ikut turun ke lapangan pada malam setelah aksi.

Namun, GRIB Jaya membantah kehadiran tersebut berkaitan dengan aksi provokasi atau kerusuhan. Mereka menyebut kegiatan itu sebagai Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) untuk membantu aparat menjaga situasi Jakarta tetap aman.

Klarifikasi ini muncul setelah beredar berbagai video dan narasi di media sosial yang mengaitkan GRIB Jaya dengan kericuhan hingga kasus kekerasan terhadap seorang pedagang cermin di kawasan Tanah Abang.

Wilson Colling dari Divisi Hukum DPP GRIB Jaya mengatakan keberadaan anggota mereka di lokasi merupakan bagian dari upaya membantu aparat menjaga fasilitas umum dan aset publik.

“Kehadiran anggota GRIB Jaya dalam fungsi Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) adalah bentuk sinergi dalam membantu aparat keamanan menjaga fasilitas umum dan aset publik dari potensi kerusuhan di luar batas waktu aksi unjuk rasa,” kata Wilson dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).

Ia menegaskan kegiatan tersebut dilakukan setelah rangkaian penyampaian pendapat pada siang hari berakhir. Menurut GRIB Jaya, keberadaan mereka di lapangan ditujukan untuk membantu menjaga kondisi tetap kondusif.

GRIB Jaya juga secara tegas membantah anggotanya terlibat dalam penganiayaan terhadap Bambang Setiyawan. Pedagang cermin berusia 59 tahun itu meninggal dunia setelah terseret dalam kericuhan di kawasan Tanah Abang pada malam tersebut.

Wilson menyebut video yang beredar dan menuding anggota GRIB Jaya melakukan pemukulan terhadap Bambang merupakan informasi yang tidak benar. Ia mengatakan lokasi kejadian kekerasan tersebut berbeda dengan titik pengamanan yang dilakukan anggota GRIB Jaya.

“Menanggapi video viral di media sosial yang menuduh anggota GRIB Jaya melakukan pemukulan yang mengakibatkan korban jiwa, kami tegaskan bahwa narasi tersebut adalah HOAKS,” ujarnya.

Menurut dia, kekerasan fisik tersebut terjadi di antara kelompok perusuh di lokasi lain. Karena itu, GRIB Jaya meminta tuduhan terhadap anggotanya tidak dibuat hanya berdasarkan keberadaan seseorang di sekitar lokasi kejadian.

Wilson menekankan bahwa berada di suatu tempat tidak otomatis berarti seseorang terlibat dalam tindak pidana. Keterlibatan seseorang, kata dia, harus dibuktikan lewat perbuatan konkret dan alat bukti yang sah.

“Kehadiran seseorang di suatu lokasi tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan orang tersebut dalam kerusuhan atau tindak pidana,” katanya.

Ia menambahkan, proses hukum harus menjadi dasar untuk menentukan siapa yang benar-benar terlibat. Pembuktian juga harus dilakukan secara objektif dan tetap menjunjung prinsip keadilan.

Kericuhan yang terjadi setelah demo di sekitar Gedung DPR memang berujung pada jatuhnya korban jiwa. Salah satunya Bambang Setiyawan, warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Video detik-detik Bambang diseret dan dianiaya sejumlah orang sempat beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Bambang terlihat dibawa ke tengah jalan sebelum akhirnya tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Kematian Bambang kemudian membuat perhatian publik tertuju pada berbagai kelompok yang berada di sekitar lokasi kerusuhan. GRIB Jaya pun ikut disebut-sebut warganet dalam berbagai unggahan di media sosial.

Melalui klarifikasinya, GRIB Jaya meminta persoalan tersebut dilihat berdasarkan fakta dan proses hukum. Organisasi itu menegaskan keterlibatan anggotanya tidak bisa disimpulkan hanya dari keberadaan mereka di lapangan.

GRIB Jaya menyatakan siap menyerahkan pembuktian kepada aparat penegak hukum apabila terdapat dugaan tindak pidana. Mereka juga meminta informasi yang beredar di media sosial tidak langsung dipercaya sebelum ada bukti yang jelas. (*)

You Might Also Like

9.551 Napi di Jateng Dapat Diskon Hukuman saat HUT Ke-81 RI

Dari Salah Jalan ke Cinta Tanah Air, Napiter Cipinang Rayakan Kemerdekaan

Lonjakan Kekayaan Noel Bikin Heboh, Sejumlah Mobil dan Motor Mewah Disita KPK

Aneh-Aneh Aja, Sandal Bukannya Isi Busa Malah Diisi Sabu

Kasus Dosen Untag, AKBP B Kena Pasal Berlapis

TAGGED:grib jayakerusuhanKerusuhan DPRlsm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSCS Cilacap U17 Angkat Trofi Soeratin Jateng
Next Article Hercules Turun saat Rusuh 27 Agustus, GRIB Jaya Kasih Penjelasan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, saat ditemui di Gedung DPRD Jateng, Kamis (15/10/2026). (dul)

Kapolda Jateng Respons Kabar OTT KPK Tangkap Bupati Klaten

Jateng Borong Tiga Gelar Terbaik Anugerah Legislasi Daerah

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Kronologi Bupati Klaten Hamenang Terjaring OTT KPK: Dijemput di Rumah Dinas, Dibawa ke Mapolresta Klaten

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Polda Jateng Musnahkan Narkoba dan Miras Ilegal Senilai Rp 15 Miliar

Juli 23, 2026
Ilustrasi pelaku tindak pidana di dalam penjara. (narakita/grafis/tera)
Hukum

Sempat Ditahan Lama, Kasus Karaoke DPRD Temanggung Berujung Damai

Juni 6, 2026
Eks bos Sritex, Iwan Setiawan (kemeja putih) berjalan keluar ruang sidang usai menjalani tuntutan di pengadilan, Senin (20/4/2026). (bae)
Hukum

Kredit Sritex Dikorupsi, Dipakai Buat Beli Apartemen dan Mobil Mewah

April 20, 2026
Ilustrasi koruptor.
Hukum

Publik Minta Koruptor Dihukum Berat tapi Tetap Adil

Agustus 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: GRIB Jaya Buka Suara soal Turun Saat Kerusuhan DPR
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?