BACAAJA, SEMARANG – Keluarga terduga pelaku dalam kasus dugaan penyebaran konten cabul hasil rekayasa AI, ternyata sempat menemui kuasa hukum korban.
Mereka meminta agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berujung pada penahanan.
“Bapak ibunya terduga pelaku sudah pernah ketemu sama saya. Jadi bapak ibunya yang pelaku itu menemui saya. Minta berdamai, minta dicabut,” kata kuasa hukum korban, Zainal Abidin Petir, Rabu (26/8/2026).
Zainal mengatakan, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mencabut laporan. Keputusan mengenai langkah hukum selanjutnya berada di tangan korban dan keluarganya.
Bacaaja: Nestapa Mahasiswi Solo Korban Konten Cabul, Lapor Polisi Didampingi Petir
Bacaaja: Mahasiswa Undip Penyebar Konten ‘Skandal Smanse’ Terancam DO
“Saya sampaikan, yang berhak mencabut itu bukan saya. Tapi keluarga (korban),” ujarnya.
Menurut Zainal, keluarga terduga pelaku meminta agar anak mereka tidak sampai dipenjara. Mereka berharap perkara tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
“Ya saya sampaikan, silakan kepada korban. Nah, mereka itu bapak ibunya mencari korban, korbannya itu enggak bisa ketemu-ketemu. Tapi hampir dikatakan mungkin seminggu lebih dari tiga kali ya selalu menemui ibu korban,” katanya.
Zainal menyebut permintaan damai tersebut paling sering disampaikan oleh orang tua terduga pelaku. Mereka meminta belas kasihan agar anaknya tidak ditahan.
Meski begitu, pihak korban sejauh ini belum mengambil keputusan untuk berdamai. Korban memilih membiarkan proses hukum berjalan terlebih dahulu.
“Ya ini kan untuk pembelajaran supaya tidak main-main. Dia sudah memperlakukan saya seperti itu, saya juga sempat stres, saya juga sempat sakit hati. Ya biar berjalan dulu aja,” ujar Zainal menirukan sikap korban.
Kasus ini sebelumnya dilaporkan ke Direktorat Siber Polda Jawa Tengah setelah foto korban diduga diedit menggunakan teknologi AI menjadi konten bermuatan pornografi.
Dalam perkembangan kasus, kuasa hukum menyebut terdapat sejumlah perempuan lain yang diduga menjadi korban dengan pola serupa. (bae)

