Ali Rokhman, Rival Sodiq Kini Pimpin Unsoed
Pergantian pucuk pimpinan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berlangsung cepat setelah Rektor Prof Akhmad Sodiq tersandung kasus dugaan korupsi. Pada Minggu (23/8/2026), Prof Ali Rokhman ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) rektor untuk menjaga roda kampus tetap berjalan.
Yang menarik, Ali bukan sosok baru dalam dinamika kepemimpinan Unsoed. Ia sebelumnya menjadi salah satu pesaing Akhmad Sodiq dalam pemilihan rektor yang digelar April 2026.
Dalam pemilihan tersebut, Akhmad Sodiq keluar sebagai peraih suara terbanyak. Ia mengantongi 87 suara, sedangkan Ali Rokhman berada di posisi kedua dengan 35 suara.
Kini Jadi Plt Rektor
Penunjukan Ali sebagai Plt dilakukan setelah Akhmad Sodiq ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.
Dengan posisi barunya, Ali kini mendapat tugas memastikan kegiatan akademik dan tata kelola kampus tetap berjalan di tengah proses hukum yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, proses pemilihan rektor Unsoed melibatkan Senat Akademik dan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tiga nama mengikuti tahapan akhir, yakni Ali Rokhman, Akhmad Sodiq, dan Adi Indrayanto.
Panitia pemilihan menyatakan seluruh tahapan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penjaringan hingga pemungutan suara.
Pernah Jadi Rektor Kampus Lain
Ali Rokhman bukan pemain baru dalam urusan tata kelola perguruan tinggi. Sebelum kembali ke Unsoed, ia pernah dipercaya menjadi rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto pada periode 2017-2021.
Kampus tersebut kini telah berganti nama menjadi Universitas Telkom Purwokerto. Setelah masa jabatannya selesai, Ali kembali beraktivitas di Unsoed dan mengajar di Program Studi Administrasi Publik FISIP.
Pengalaman mengelola perguruan tinggi tersebut menjadi salah satu rekam jejak yang dimilikinya sebelum ditunjuk menjadi Plt Rektor Unsoed.
Dari Brebes, Lulusan Jepang
Prof Ali Rokhman lahir pada 1967 dan berasal dari Paguyangan, Kabupaten Brebes. Ia menempuh pendidikan S1 di FISIP Unsoed.
Pendidikan berikutnya dilanjutkan ke Universitas Brawijaya Malang untuk jenjang S2. Sementara gelar doktor diraihnya dari Asahi University, Jepang.
Di lingkungan akademik Unsoed, Ali mengampu sejumlah mata kuliah di jurusan Administrasi Publik. Ia juga aktif dalam bidang kajian pemerintahan dan administrasi publik.
Baru Jadi Guru Besar
Gelar profesor yang disandang Ali Rokhman juga terbilang masih anyar. Ia dikukuhkan sebagai guru besar pada Mei 2025.
Dalam orasi ilmiahnya, Ali mengangkat tema mengenai transformasi menuju Government 5.0 dalam pemerintahan lokal di Indonesia.
Kini, pengalaman akademik dan rekam jejaknya di bidang tata kelola pemerintahan kembali mendapat sorotan setelah ia dipercaya memegang kendali sementara Unsoed.
Dari Rival Jadi Pemimpin Sementara
April lalu, Ali dan Akhmad Sodiq masih bersaing untuk posisi rektor. Beberapa bulan kemudian, situasinya berubah drastis.
Akhmad yang memenangkan pemilihan kini menghadapi proses hukum KPK. Sementara Ali yang berada di posisi kedua justru dipercaya menjadi Plt rektor.
Untuk sementara, Ali memiliki tugas memastikan aktivitas kampus tetap stabil. Mulai dari layanan akademik, administrasi hingga agenda mahasiswa harus tetap berjalan sembari Unsoed menunggu kepastian lebih lanjut mengenai kepemimpinan definitif kampus. (*)

