BACAAJA, BANJARNEGARA – Sejumlah pedagang kuliner di Banjarnegara dibuat kelimpungan setelah menerima pesanan makanan yang ternyata palsu. Pesanan tersebut mengatasnamakan Klinik Ibunda Banjarnegara dan berujung pada permintaan uang hingga pulsa kepada para pedagang.
Aksi tersebut terjadi pada Minggu (23/8/2026). Beberapa pedagang bahkan sampai mengantarkan pesanan ke Klinik Utama Rawat Inap Ibunda di Purwareja Klampok karena mengira orderan itu benar-benar berasal dari pihak klinik.
Setelah tiba di lokasi, barulah mereka mengetahui pesanan tersebut tidak pernah dibuat oleh pihak klinik. Manajemen Klinik Ibunda pun memastikan kejadian itu merupakan modus penipuan dan tidak ada kaitannya dengan aktivitas resmi klinik.
Catut Nama Dokter
Kepala Klinik Utama Rawat Inap Ibunda Banjarnegara, dr. Ismuhartinah, mengatakan pelaku memesan berbagai makanan, di antaranya seblak dan donat. Pelaku mengaku mewakili seseorang bernama dr. Budi, Sp.OG.
Masalahnya, nama dokter tersebut ternyata tidak tercatat sebagai dokter di Klinik Ibunda. Pelaku kemudian meminta makanan diantar ke lokasi klinik agar pesanan terlihat meyakinkan.
Tidak berhenti di makanan, pelaku juga meminta pedagang membelikan pulsa dan mentransfer sejumlah uang. Nilai kerugian yang dialami korban bervariasi, bahkan ada yang mencapai sekitar Rp700 ribu.
Pedagang lain disebut mengalami kerugian lebih dari Rp300 ribu akibat mengikuti permintaan pelaku.
Empat Pedagang Datang ke Klinik
Setidaknya empat pedagang mendatangi Klinik Ibunda untuk memastikan pesanan yang mereka terima. Dari situlah diketahui bahwa pihak klinik sama sekali tidak pernah memesan makanan tersebut.
Manajemen klinik kemudian menyampaikan bahwa nama dan identitas mereka telah dicatut untuk meyakinkan para pedagang.
Pelaku disebut menggunakan nomor WhatsApp 082125624792 saat menjalankan aksinya. Berdasarkan informasi internal yang diterima pihak klinik, nomor tersebut diduga pernah digunakan dalam modus penipuan serupa di wilayah Kabupaten Blora.
Pedagang Diminta Jangan Langsung Percaya
Klinik Ibunda mengingatkan pelaku usaha kuliner dan jasa pengantaran agar tidak langsung memproses pesanan dalam jumlah besar hanya berdasarkan percakapan WhatsApp.
Pedagang diminta melakukan konfirmasi ulang melalui nomor atau jalur komunikasi resmi Klinik Ibunda sebelum mengantarkan pesanan. Apalagi jika pesanan mengatasnamakan dokter, staf, atau pihak tertentu di lingkungan klinik.
Jika pengiriman diarahkan ke Klinik Ibunda, pedagang juga disarankan mengecek lebih dulu kepada petugas receptionist. Langkah sederhana ini bisa membantu memastikan apakah pesanan memang benar atau cuma modus.
Klinik Sesalkan Pedagang Jadi Korban
Manajemen Klinik Ibunda menyayangkan aksi tersebut karena yang menjadi korban justru para pelaku UMKM dan pedagang kuliner lokal.
Pihak klinik menegaskan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk membeli pulsa maupun meminta pedagang mentransfer uang berkaitan dengan pesanan makanan.
Masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap modus orderan fiktif yang memanfaatkan nama instansi, perusahaan, rumah sakit, maupun klinik untuk membangun kepercayaan.
Klinik Ibunda berharap kejadian ini tidak kembali menimpa pedagang lain. Konfirmasi ulang sebelum mengirim makanan atau melakukan pembayaran menjadi langkah penting agar tidak terjebak penipuan serupa. (*)

