BACAAJA, SEMARANG – Pemkot Semarang menyiapkan produk UMKM lokal untuk mendukung pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang akan digelar pada 13–18 September 2026.
Persiapan dilakukan dengan memperkuat sertifikasi halal dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi pelaku UMKM.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, produk UMKM yang tampil dalam rangkaian MTQ Nasional harus memenuhi standar kualitas dan kehalalan.
Bacaaja: Semarang Tuan Rumah MTQ Nasional 2026
Bacaaja: Bukan Cuma MTQ, Semarang Mau Ajak Tamu Jalan-Jalan Susuri Jejak Para Wali
“Langkah ini sangat krusial, terlebih kita akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional, di mana kepastian kualitas dan kehalalan produk menjadi prioritas,” ujar politikus PDIP itu.
Melalui program Waras Ekonomi, Pemkot Semarang telah memfasilitasi 100 sertifikat halal untuk sektor batik, kriya dan kuliner. Selain itu, sebanyak 50 sertifikat TKDN diberikan kepada 20 UMKM.
Proses sertifikasi dilakukan Dinas Perindustrian Kota Semarang mulai dari pendataan, sosialisasi, pendampingan pendaftaran, verifikasi hingga penyerahan sertifikat.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Arwita Mawarti mengatakan pelaku usaha cukup menyiapkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan dokumen produk untuk mengikuti proses fasilitasi.
Produk UMKM yang telah memenuhi standar tersebut juga dipamerkan dalam WARASVERSE 2026 bertajuk “Kekuatan Lokal Menuju Global” di The Park Mall Semarang, 21–23 Agustus 2026.
Produk tersebut selanjutnya disiapkan untuk mengisi sejumlah agenda Semarak MTQ Nasional. Di antaranya Halal Food Festival di Plaza Simpang Lima, Mini Dugderan, Expo Kaligrafi, Fashion Show Islami dan Batik Muslim Awards.
Selain itu, produk UMKM juga akan hadir dalam Lomba Rebana Tingkat Nasional yang digelar di TBRS. (bae)

