Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kolaborasi UPGRIS-Bawaslu Demak, Ajak Guru Jadi ‘Sahabat Demokrasi’ Pemilih Pemula
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kolaborasi UPGRIS-Bawaslu Demak, Ajak Guru Jadi ‘Sahabat Demokrasi’ Pemilih Pemula

R. Izra
Last updated: Agustus 22, 2026 8:19 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
SINERGI - Anggota Bawaslu Demak, Kusfitria Marstyasih, bertemu Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo di ruang rektorat UPGRIS, Kamis (20/8/2026)., membahas kerja sama program 'Guru Sahabat Demokrasi.
SINERGI - Anggota Bawaslu Demak, Kusfitria Marstyasih, bertemu Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo di ruang rektorat UPGRIS, Kamis (20/8/2026)., membahas kerja sama program 'Guru Sahabat Demokrasi.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Tugas guru gak hanya ngajar di dalam kelas. Guru juga bisa jadi teman dan tempat curhat semua persoalan siswa. Pun soal demokrasi. Guru bisa jadi sahabat demokrasi bagi pemilih pemula.

Generasi muda juga perlu paham bagaimana demokrasi bekerja. Termasuk soal pengawasan pemilu, politik uang, sampai etika bermedia sosial. Nah, untuk memperkuat hal itu, Bawaslu Kabupaten Demak mulai menggandeng Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Anggota Bawaslu Demak, Kusfitria Marstyasih, bertemu Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo di ruang rektorat UPGRIS, Kamis (20/8/2026). Pertemuan ini membahas sejumlah peluang kerja sama. Salah satunya membuka kesempatan mahasiswa Fakultas Hukum UPGRIS untuk belajar langsung bersama Bawaslu.

Bentuknya bisa lewat magang, diskusi, pelatihan pengawasan partisipatif, sampai kelas pendidikan penyelesaian sengketa.

Bacaaja: Dari Cangkang Jadi Cuan, Mahasiswa Upgris Intip Cara Limbah Naik Kelas
Bacaaja: Dari Lagu “Kicau Mania” Kita Belajar Menikmati Hidup di Tengah Ancaman Burnout

“Bawaslu membuka ruang bagi mahasiswa FH UPGRIS untuk magang, diskusi, pelatihan pengawasan partisipatif ataupun bisa mengikuti kelas pendidikan penyelesaian sengketa,” kata Kusfitria.

Nggak berhenti di situ. Bawaslu Demak juga menawarkan sejumlah program lain. Ada Kampus Pengawas Partisipatif, kuliah umum, sampai seminar rutin tentang demokrasi dan kepemiluan.

Yang menarik, Bawaslu Demak juga melihat calon guru sebagai bagian penting dalam pendidikan demokrasi. Kenapa? Karena guru punya akses langsung ke pemilih pemula. Mereka berinteraksi dengan siswa setiap hari.

Menurut Kusfitria, mahasiswa calon guru perlu dibekali wawasan kebangsaan, pendidikan politik, dan pemahaman demokrasi sejak masih kuliah. Nantinya, pengetahuan itu bisa dibawa ke ruang kelas.

Salah satu gagasannya adalah membentuk “Guru Sahabat Demokrasi”. Guru bisa menjadi mitra Bawaslu dalam memberikan edukasi sekaligus mendorong pengawasan pemilu secara partisipatif.

Guru juga bisa mengikuti Training of Trainers (ToT). Materinya seputar kepemiluan, pengawasan partisipatif, dan pencegahan pelanggaran pemilu.

Bahkan, guru bisa dilibatkan dalam program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif dan Bawaslu Goes to School.

Cara menyampaikannya pun nggak harus kaku. Bawaslu mendorong penggunaan media kreatif seperti video pendek, podcast, komik digital, hingga simulasi pemilu. Jadi, pembahasan soal demokrasi nggak melulu soal buku teks dan teori.

“Guru juga bisa menyusun modul pembelajaran sederhana tentang demokrasi, pemilu, anti politik uang, dan etika bermedia sosial yang dapat digunakan di sekolah,” ujar Kusfitria.

UPGRIS Buka Pintu Kolaborasi

Rektor UPGRIS Sapto Budoyo menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kampus memang perlu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai stakeholder. Termasuk Bawaslu Demak.

Kerja sama itu bisa melibatkan mahasiswa maupun dosen. Bentuknya bisa berupa pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

“UPGRIS selalu berkomitmen untuk bermitra dengan stakeholder, salah satunya Bawaslu Kabupaten Demak,” kata Sapto.

Kolaborasi ini diharapkan bisa memberi pengalaman baru bagi civitas akademika UPGRIS. Lebih jauh, mahasiswa juga bisa mendapat pemahaman yang lebih nyata soal politik dan demokrasi.

Karena pada akhirnya, pendidikan demokrasi nggak cukup cuma dibahas menjelang pemilu. Kalau sejak sekolah generasi muda sudah paham demokrasi, tahu bahaya politik uang, dan ngerti cara mengawasi pemilu, kualitas demokrasi ke depan tentu bisa ikut terdongkrak. (*)

You Might Also Like

Masuk Ruang UTBK Kini Serasa Pemeriksaan Bandara Ketat Banget

Bos Rokok HS VC Korban Kecelakaan: Minta Maaf dan Janji Biayai Kuliah hingga Sarjana

Jalan Honggowongso Ngaliyan Ambles Tengah Malam, Warga Ungkap Fakta Memilukan

Jateng Lagi Banyak Masalah? Warga Serbu Kantor Gubernur Bawa Segudang Keluhan

5.400 Pesantren di Jateng Bakal Punya “Tim Jaga”

TAGGED:bawaslu demakguru sahabat demokrasipemilih pemulaupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SAKSI SIDANG--Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, berjalan ke luar ruangan usai bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, Jumat (21/8/2026). (bae) Wakil Ketua DPRD Pekalongan Terseret Kasus Fadia, Pernah Jadi Wadir Perusahaannya Fadia
Next Article SAKSI SIDANG--Para saksi sedang diperiksa dalam sidang kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, Jumat (21/8/2026). (bae) Duit ‘Haram’ Bupati Fadia Arafiq Mengalir ke Golkar Pekalongan, Ruben: untuk Kegiatan Partai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bongkar Joki Skripsi di Banyak Kampus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Puasa Aja Belum, Pemprov Jateng Sudah Ancang-ancang Mudik Gratis

Januari 7, 2026
Teknologi

Kacamata Pintar Jadi Alat Bully, Tren TikTok Disorot

Agustus 25, 2026
KEBERSAMAAN - Berbagai lomba yang memperkuat kekompakan digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama para Iconers, untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.
Info

Bukan Sekadar Perayaan, Ini Cara PLN Icon Plus SBU Jateng Maknai Kemerdekaan

Agustus 25, 2026
DISKUSI - Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025).
Info

Terungkap! Alasan Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala MBG, soal SOP Disorot

Juni 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kolaborasi UPGRIS-Bawaslu Demak, Ajak Guru Jadi ‘Sahabat Demokrasi’ Pemilih Pemula
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?