BACAAJA, DEMAK- Sebanyak 23 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang kelas IV. Dengan penuh rasa penasaran, mereka belajar mengolah eceng gondok menjadi vas bunga melalui teknik anyaman sederhana. Tak sekadar mendengarkan penjelasan, para siswa juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan hingga kerajinan tersebut selesai.
Untuk memudahkan proses pembelajaran, siswa dibagi ke dalam lima kelompok. Masing-masing kelompok didampingi mahasiswa KKN dan ditantang menghasilkan satu vas bunga. Hasilnya, lima vas bunga unik berhasil dibuat dari tangan-tangan kreatif para siswa.
Kegiatan diawali dengan pengenalan eceng gondok sebagai salah satu sumber daya alam yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa tanaman yang sering dianggap gulma ini sebenarnya memiliki banyak manfaat dan dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.
Setelah itu, para siswa mulai dikenalkan pada teknik dasar anyaman. Mereka belajar membuat motif kepang dari eceng gondok yang menjadi bagian penting dalam pembuatan vas bunga. Meski terlihat sederhana, proses tersebut membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kerja sama antarteman.
Baca juga: Dana Dipangkas 80 Persen, LPM Missi UIN Walisongo Tetap Berkarya
Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup. Siswa terlihat antusias mencoba menganyam, saling membantu ketika mengalami kesulitan, hingga berdiskusi untuk menentukan bentuk vas bunga yang akan dibuat. Sesekali tawa pecah ketika hasil anyaman belum sesuai harapan, namun hal itu justru membuat kegiatan semakin menyenangkan.
Kepala SDN 1 Karangrowo, Siti Musyaroh, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN Posko 103 tersebut. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik seperti ini mampu memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi siswa.
“Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar langsung melalui praktik. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk melatih kreativitas, keterampilan, sekaligus kerja sama antarsiswa,” ujarnya, Kamis (13/8/2026)
Salah satu mahasiswa KKN Posko 103, Maulida Ni’matul Millah, mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk mengenalkan potensi lingkungan sekitar kepada siswa dengan cara yang menyenangkan.
Nilai Guna
Menurutnya, banyak anak yang belum mengetahui bahwa eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan. Padahal, jika diolah dengan kreativitas, tanaman tersebut bisa memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa bahan-bahan yang ada di sekitar kita bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain menghasilkan kerajinan, anak-anak juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan menyelesaikan tugas bersama kelompoknya,” jelasnya.
Antusiasme peserta juga dirasakan oleh Adiba, salah satu siswa kelas IV yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku senang karena mendapat pengalaman baru yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
“Seru sekali. Saya baru tahu kalau eceng gondok bisa dibuat menjadi vas bunga. Tadi belajar menganyam bersama teman-teman dan hasilnya bisa jadi kerajinan yang bagus,” katanya dengan penuh semangat.
Baca juga: Mahasiswa Diminta Ikut Bedah Data Kemiskinan dan Naikkan Kelas UMKM
Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 103, Afrizal Saifulloh, berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan positif bagi para siswa dan mendorong mereka untuk terus berkreasi.
“Harapannya anak-anak semakin percaya diri untuk berkarya dan lebih peka melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar. Kreativitas seperti ini bisa terus dikembangkan, baik di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Posko 103 tidak hanya mengajarkan cara membuat kerajinan tangan, tetapi juga mengajak siswa melihat bahwa sesuatu yang sering dianggap tidak bernilai ternyata dapat disulap menjadi karya yang menarik. Dari eceng gondok yang sederhana, lahirlah pelajaran tentang kreativitas, kerja sama, dan pemanfaatan lingkungan yang bermanfaat bagi masa depan mereka. (dul)

