Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Varian Covid Baru Naik, Singapura Jadi Sorotan WHO
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Varian Covid Baru Naik, Singapura Jadi Sorotan WHO

Nugroho P.
Last updated: Agustus 14, 2026 5:10 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Covid.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Varian Covid-19 baru bernama PQ.16.1.1 tengah dipantau ketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perhatian tertuju ke Singapura setelah varian turunan Omicron tersebut ditemukan mendominasi lebih dari separuh sekuens Covid-19 yang dianalisis di negara itu.

WHO memasukkan PQ.16.1.1 ke dalam daftar variant under monitoring (VUM) sejak 27 Juli 2026. Keputusan itu diambil setelah proporsi varian tersebut terus menanjak, terutama di kawasan Pasifik Barat.

Meski sedang naik, WHO belum melihat varian ini sebagai ancaman kesehatan global yang besar. Dalam penilaian risikonya, WHO menyebut tambahan risiko kesehatan masyarakat akibat PQ.16.1.1 masih berada pada level rendah.

PQ.16.1.1 sendiri merupakan turunan dari NB.1.8.1. Sementara NB.1.8.1 masih berada dalam garis keturunan Omicron JN.1.

Sekuens pertama PQ.16.1.1 yang tercatat dikumpulkan pada 25 Maret 2026. Varian ini memiliki sejumlah perubahan pada protein Spike dibandingkan NB.1.8.1.

Beberapa mutasi tersebut berada pada bagian D253G, N417T, D420N, dan I478T. Selain itu, terdapat perubahan pada Nukleokapsid T135I dan ORF8 G8E.

Perubahan pada protein Spike menjadi salah satu alasan varian ini terus dipantau. WHO menilai profil mutasinya berpotensi membuat virus memiliki kemampuan tambahan untuk menghindari respons sistem imun.

Namun, bukti langsung mengenai dampak biologis dari perubahan tersebut masih terbatas. Karena itu, WHO belum menyimpulkan bahwa PQ.16.1.1 menyebabkan penyakit yang lebih berat.

Data yang dikumpulkan hingga 8 Juli 2026 menunjukkan sudah ada 457 sekuens PQ.16.1.1 yang dilaporkan ke basis data global GISAID dari delapan negara.

Dari jumlah tersebut, 438 sekuens atau 95,8 persen berasal dari kawasan Pasifik Barat. Singapura menyumbang porsi terbesar dengan 388 sekuens atau sekitar 84,9 persen dari total global.

Sejumlah negara dan wilayah lain juga melaporkan keberadaan varian tersebut. Hong Kong tercatat memiliki 34 sekuens, Australia 10, Amerika Serikat 10, Kanada 8, Korea Selatan 5, sementara Prancis dan Taiwan masing-masing satu sekuens.

Sampai data tersebut dihimpun, belum ada laporan PQ.16.1.1 dari kawasan Afrika maupun Mediterania Timur.

Yang menarik, persentase varian ini secara global juga melesat cukup cepat. Di antara sekuens yang tersedia, proporsinya naik dari 2,7 persen pada pekan epidemiologi ke-18 menjadi 29,6 persen pada pekan ke-25 tahun 2026.

Di kawasan Pasifik Barat, kenaikannya bahkan lebih tinggi. Proporsi PQ.16.1.1 meningkat dari 5,4 persen menjadi 39,3 persen dalam periode yang sama.

Singapura menjadi titik yang paling mencolok. Proporsi varian tersebut naik dari 12,6 persen pada pekan ke-18 menjadi 55,1 persen pada pekan ke-25.

Artinya, lebih dari separuh sekuens Covid-19 yang diperiksa di Singapura pada periode tersebut merupakan PQ.16.1.1.

WHO juga mencatat adanya kenaikan positivitas tes Covid-19 di Singapura. Angkanya meningkat dari 6,5 persen pada pekan ke-16 hingga mencapai puncak 19,8 persen pada pekan ke-19.

Setelah mencapai puncak, tingkat positivitas kemudian kembali turun hingga pekan ke-25. WHO menilai pola kenaikan dan penurunan tersebut masih sejalan dengan pola musiman yang pernah terlihat pada 2024 dan 2025.

Bedanya, periode positivitas tinggi kali ini berlangsung lebih singkat. Penurunannya juga tercatat lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski begitu, WHO tetap memasukkan PQ.16.1.1 dalam radar pemantauan. Pemantauan dilakukan untuk melihat bagaimana varian ini berkembang, menyebar, serta apakah ada perubahan pada tingkat keparahan penyakit atau efektivitas respons kesehatan masyarakat.

Untuk saat ini, WHO menilai risiko tambahan dari PQ.16.1.1 secara global masih rendah. Jadi, meski Singapura sedang menghadapi peningkatan proporsi varian tersebut, belum ada dasar untuk menyebutnya sebagai varian yang lebih berbahaya secara global. (*)

You Might Also Like

Ijazah Belum Diambil, Thomas Jadi Korban Pengeroyokan hingga Tewas

Perjanjian Kemitraan ICA-CEPA Diteken; Kanada Siap Hapus 90,5% Tarif Impor Produk Indonesia

Semarang Kebanjiran Lagi, Wali Kota: Soal Drainase Nggak Bisa Kerja Sendirian

Robig di Pusaran Narkoba, Petir: Kenapa Seolah Sejak Awal Dilindungi?

Final Islah! PBNU Adem Lagi, Gus Yahya & Gus Ipul Kembali Gojegan

TAGGED:covidsingapurawho
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PENYIAPAN LAHAN - Alat berat sedang mengerjakan penyiapan lahan yang direncakan untuk pembangunan Pakuwon Mall Semarang, yang berada di kawasan Gombel Lama, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kamis (13/8/2026). (dul) 19 Rumah Warga Dilaporkan Terdampak Proyek Pakuwon Mall Semarang, Apa yang Dilakukan DLH?
Next Article Masuk Usia 40 Tahun, Menkes Minta Jangan Malas Cek

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ayam Krispi ala McD Ternyata Lewat Banyak Tahap, Ikuti Yuk!

Telur Ceplok Nempel di Wajan? Coba Trik Ini

Deadline Mengejar, Lambung Ikut Kena Imbas

Jateng Serius Garap Wisata Ramah Muslim

Masuk Usia 40 Tahun, Menkes Minta Jangan Malas Cek

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Raja Keraton Solo, Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XIII, mangkat pada Minggu (2/11).
Info

Kabar Duka: Raja Keraton Kasunanan Solo PB XIII Mangkat pada Usia 77 Tahun

November 2, 2025
Maryam, eks-napiter (bercadar) berfoto bersama petugas, sebelum dideportasi ke Malaysia melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (3/1/2026).
Hukum

Bebas dari Lapas, Napiter Perempuan Asal Malaysia Langsung Dideportasi dari Semarang

Januari 3, 2026
Info

Gedung Ponpes di Sidoarjo Ambruk, 100 Santri Jadi Korban, Ada yang Meninggal

September 30, 2025
Tokoh agama pengasuh Ponpes Ar-Rahman Basyaiban Rancamulya, KH Ahmad Yazid Basyaiban atau Gus Yazid, saat diperiksa Kejati Jateng terkait dugaan TPPU kasus korupsi Rp237 miliar BUMD Cilacap. Foto: Bae
Hukum

Tokoh Agama Kecipratan Duit Korupsi PT CSA Cilacap Rp237 Miliar: Haram di Bibir, Halal di Rekening?

Agustus 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Varian Covid Baru Naik, Singapura Jadi Sorotan WHO
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?