BACAAJA, KARANGANYAR – Biasanya, yang terdampak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah siswa atau penerima manfaat. Cerita di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) ini agak lain.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karanganyar tiga muntah saat mencicipi menu MBG yang hendak dibagikan kepada siswa. Walhasil, ribuan ompreng menu MBG batal didistribusikan.
Pemicunya? Olahan ayam dalam menu MBG disebut punya rasa dan bau yang tidak enak.
Bacaaja: Maraknya Keracunan MBG, Begini Kata Ahli UGM
Bacaaja: SPPG Karangturi Langgar 16 SOP, Dinkes Ungkap Penyebab Keracunan 707 Siswa-Guru SMKN 6 Semarang
Kepala SPPG yang muntah-muntah itu adalah Abra Yoda Raya. Ia adalah Kepala SPPG Insan Berlian Sejahtera, Karangnyar. Ia muntah setelah ikut mencicipi menu MBG untuk memastikan kondisinya layak dibagikan.
Setelah mencicipi menu MBG, Abra mengaku mengalami muntah hingga tiga kali.
Kejadian itu berlangsung saat proses pemasakan batch kedua dengan jumlah sekitar 2.000 porsi. Sementara makanan dari batch pertama sebelumnya dinilai aman.
“Ketika batch kedua pemasakan, chef sama ahli gizi laporan ke saya, bahwasanya ada masakan. Mas ini ada masakan rasa dan baunya tidak enak,” kata Abra saat ditemui di SPPG wilayah Desa Jati, Kecamatan Jaten, Rabu (12/8/2026).
Begitu mendapat laporan dari chef dan ahli gizi, Abra langsung mengecek makanan ke dapur. Sesuai SOP, makanan memang harus dicicipi terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Abra kemudian mencicipi menu yang dicurigai bermasalah tersebut.
“Saya tadi tiga kali, cuma muntah saja. Saya terus ambil langkah daripada terjadi apa-apa, makanan batch kedua tidak didistribusikan,” ujarnya.
Menurut Abra, kondisi ayam sebenarnya terlihat baik saat diterima dari supplier. Proses pembersihan bahan juga tidak menunjukkan masalah.
Namun, persoalan baru diketahui ketika ayam sudah masuk tahap pemasakan batch kedua. Karena ada indikasi masalah pada ayam, pihak SPPG langsung mengambil langkah antisipasi.
PIC dan pengemudi diperintahkan menarik seluruh menu yang sudah disiapkan. Total ada sekitar 2.957 porsi MBG yang akhirnya ditarik dan tidak dibagikan kepada penerima manfaat.
Rencananya dibagikan untuk ibu hamil
Menu tersebut terdiri dari ayam rempah, anggur, sayur sawi dan wortel, nasi putih, serta tempe mendoan. Menu batch kedua awalnya akan diberikan kepada sasaran ibu hamil.
Sementara menu batch pertama yang ditujukan untuk pelajar juga ikut ditarik sebagai langkah pencegahan.
“Indikasinya dari ayam, dari yang lain tidak ada,” kata Abra.
Seluruh makanan yang ditarik kemudian dimusnahkan. Bahan ayam yang digunakan diketahui berasal dari supplier di wilayah Kabupaten Karanganyar.
Abra mengatakan kejadian seperti ini merupakan yang pertama kali terjadi di SPPG tersebut. Ke depan, pihaknya akan memperketat proses pemilihan bahan baku dari supplier.
“Untuk antisipasi, akan memperketat lagi pemilihan (bahan baku) dari suplier,” ujarnya.
Langkah penarikan dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar makanan yang diragukan kualitasnya tidak sampai dikonsumsi penerima manfaat.
Sebab dalam program MBG, keamanan makanan bukan perkara sepele. Sebelum sampai ke penerima, setiap menu harus dipastikan aman dan layak dikonsumsi. (*)

