Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

R. Izra
Last updated: Agustus 10, 2026 10:46 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
PROTES HARGA PAKAN - Peternak di Temanggung membagikan 5.000 ayam petelur kepada warga, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga pakan ternak, Senin (10/8/2026). Menurut peternak, lebih ayam itu dibagikan kepada warga daripada mati di kandang. (*)
PROTES HARGA PAKAN - Peternak di Temanggung membagikan 5.000 ayam petelur kepada warga, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga pakan ternak, Senin (10/8/2026). Menurut peternak, lebih ayam itu dibagikan kepada warga daripada mati di kandang. (*)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG – Peternak ayam petelur di Temanggung menggelar aksi demonstrasi. Mereka menjerit, harga pakan ternak mahal. Sementara harga telur tak bisa untuk menutupi.

Aksi demonstrasi peternak ayam petelur Kota Tembakau cukup unik. Mereka turun ke jalan. Bukan cuma membawa spanduk dan menyampaikan orasi.

Dalam aksi damai ini, mereka membagikan secara gratis 5.000 ekor ayam kepada warga yang ada di lokasi.

Bacaaja: Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung
Bacaaja: Polemik Revisi PP Kesehatan, Agus Gondrong Harap Keresahan Petani Tembakau Didengar

Aksi yang diinisiasi Koperasi Pengusaha Peternakan Rakyat Ayam Petelur Kabupaten Temanggung bersama Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah itu digelar di kawasan Alun-Alun hingga halaman Kantor DPRD Kabupaten Temanggung, Senin (10/8/2026).

Masalahnya klasik, tapi dampaknya bikin peternak makin terjepit. Harga pakan naik. Sementara harga telur dan ayam di tingkat peternak justru anjlok. Peternak pun mengaku sudah berada di posisi serba sulit.

Perwakilan peternak, Ibnu Parwata, mengatakan kondisi yang dialami peternak rakyat saat ini sangat berat.

“Kami merasakan sangat luar biasa pedihnya karena harga telur sangat rendah dan juga ditekan harga pakan yang melambung tinggi,” katanya.

Ia juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang dinilai belum banyak menyerap hasil produksi peternak rakyat. Para peternak berharap pemerintah bisa memberi perlindungan, terutama bagi usaha peternakan kecil.

Lebih baik dibagikan daripada mati di kandang

Aksi bagi-bagi ayam gratis itu bukan sekadar hiburan atau sensasi. Bagi para peternak, aksi tersebut menjadi simbol kondisi usaha mereka yang sedang tidak baik-baik saja.

Orator aksi, Buyung Adi Nugraha, mengatakan harga telur yang terus turun tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan.

“Harga telur sangat jatuh, harga pakan naik luar biasa. Kami tidak keberatan kalau harga telur murah, asalkan pemerintah bisa menjamin pakan juga murah,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini benar-benar tidak seimbang. Karena itu, para peternak memilih membagikan ayam kepada masyarakat.

“Lebih baik ayam ini kita berikan kepada masyarakat daripada mati di kandang ayam kami sendiri,” katanya.

Bupati turun langsung, janji kawal aspirasi hingga pusat

Bupati Temanggung Agus Setyawan (Agus Gondrong) ikut menemui langsung massa aksi. Ia datang bersama Forkopimda untuk mendengarkan aspirasi para peternak sekaligus menjelaskan langkah yang sudah dilakukan Pemkab Temanggung.

Agus mengatakan, Pemkab sebenarnya sudah lebih dulu mengirim surat resmi kepada Menteri Pertanian pada 7 Agustus 2026.

Surat itu berisi sejumlah usulan untuk membantu peternak rakyat yang sedang tertekan. Di antaranya meminta intervensi darurat untuk menekan harga pakan ternak.

Pemkab juga mengusulkan perpanjangan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP Jagung. Selain itu, ada usulan penyesuaian Harga Acuan Pemerintah untuk telur ayam ras.

Pemkab juga meminta pemerintah pusat memperkuat perlindungan terhadap peternak rakyat dari dominasi korporasi besar.

Tak cuma itu. Hasil produksi peternak lokal juga diusulkan bisa lebih banyak diserap untuk kebutuhan Program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Agus menegaskan, Pemkab Temanggung tidak ingin berhenti hanya dengan mengirim surat. Menurutnya, aspirasi para peternak akan terus dikawal sampai ke pemerintah pusat.

“Kami tidak hanya sekadar bersurat. Pemkab Temanggung bersama DPRD dan Forkopimda akan terus mengawal,” tegas Agus.

Ia memastikan, jika peternak membutuhkan pendampingan untuk kembali menyuarakan tuntutan ke pemerintah pusat, Pemkab Temanggung siap ikut mendampingi.

Sekarang, para peternak menunggu langkah nyata. Sebab bagi mereka, harga pakan yang terus mahal dan harga telur yang jatuh bukan lagi sekadar soal angka. Tapi soal bagaimana usaha mereka bisa tetap hidup. (*)

You Might Also Like

Nama Besar Bekasi Tersandung, Ade Kuswara Dijemput KPK, Segini Hartanya

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

Odong-odong di Cilacap Minggir, Wisata Jadi Jalur Baru

Seratus Ojol Perempuan Semarang Dapat Sembako dan Cek Kesehatan

Ribuan Kendaraan Bodong Diselundupkan ke Timor Leste, Sindikat Dibongkar Polisi

TAGGED:agus gondrongayam petelurbagikan ayam gratisBupati Temanggungheadlinepeternaktemanggung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist) Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang
Next Article Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu) Kasus Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Keluarga Curigai Hal Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nrimo Ing Pandum, Jalan Jawa Menuju Hati Tenang

Wayang Jadi Jurus Dakwah Sunan Kalijaga

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung ke kawasan Nonongan, Kamis (29/1/2026) malam, menyerap aspirasi warga.
Info

Nonongan Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Baru Solo, Respati Serap Aspirasi Warga

Januari 30, 2026
Ekonomi

Harga Ayam di Medan Melejit, Pasokan Mulai Seret

Agustus 28, 2026
Ketua Umum PARFI’56, Marcella Zalianty.
Info

Hari Film Indonesia 2026, PARFI’56: Film Lokal Makin Keren, tapi Masih Banyak PR

Maret 30, 2026
Tampang pknum intelijen TNI pelaku teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Pelaku hanya dijerat pasal penganiayaan berencana.
Hukum

Tampang Intel TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Cuma Dijerat Pasal Penganiayaan

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?