BACAAJA, SEMARANG– PSIS Semarang dipastikan menjadi tuan rumah laga pembuka Pegadaian Championship 2026/2027. Laskar Mahesa Jenar akan menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri, Semarang pada 12 September 2026.
Laga pembuka itu sekaligus menjadi awal perjuangan PSIS untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah musim lalu harus terdegradasi. Berbeda dari musim sebelumnya, PSIS kini tergabung di Grup Barat, grup yang dihuni sederet tim dengan sejarah panjang dan kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Selain PSIS, Grup Barat dihuni Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Semen Padang FC, Sumsel United, FC Bekasi City, PSGC Ciamis, Persikad Depok, dan Persiku Kudus.
Baca juga: Promosi Dicanangkan, PSIS Siap “Bongkar Pasang” Tim
Dari daftar tersebut, Semen Padang FC menjadi satu-satunya tim yang baru turun dari Super League. Sementara PSGC Ciamis datang dengan status sebagai tim promosi dari Liga Nusantara. Musim ini persaingan dipastikan semakin ketat. Sepuluh tim di Grup Barat akan berebut posisi terbaik demi menjaga peluang promosi ke Super League.
Berdasarkan kalender kompetisi yang dirilis ILeague, Pegadaian Championship 2026/2027 akan bergulir mulai 12 September 2026 hingga Mei 2027. Kompetisi diikuti 20 klub yang dibagi ke dalam dua grup, yakni Grup Barat dan Grup Timur, masing-masing berisi 10 tim.
Penentuan Juara
Setiap klub akan menjalani 27 pertandingan sepanjang musim, termasuk fase play-off promosi, babak degradasi, hingga partai final untuk menentukan juara Liga 2.
Sistem kompetisi masih menggunakan format triple round robin atau tiga putaran, sehingga setiap tim akan saling bertemu lebih dari sekali. ILeague juga menyiapkan dua periode jeda kompetisi.
Jeda pertama dijadwalkan berlangsung pada pekan kedua November 2026, sedangkan jeda kedua pada awal Februari 2027. Selain itu, kompetisi juga akan dihentikan sementara saat libur Natal dan Tahun Baru, serta Idulfitri pada awal Maret 2027.
Baca juga: WCP Puas Hasil Laga Uji Coba, PSIS Tekuk Persik Kediri 1-0
Bagi PSIS, musim ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa status sebagai mantan tim Super League bukan sekadar label. Dukungan penuh suporter di Stadion Jatidiri diharapkan menjadi modal besar untuk mengawali kompetisi dengan hasil positif saat menghadapi PSPS Pekanbaru.
Main di Liga 2 memang bukan akhir cerita. Tapi kalau ingin cepat pulang ke Super League, PSIS tak cukup hanya mengandalkan nama besar. Di Championship, semua tim datang dengan mimpi yang sama, dan papan klasemen tak pernah memberi bonus karena sejarah. (tebe)

