Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Viral Keluhan Pasien BPJS Ditanggapi Sadis Dokter hingga Korban Meninggal, RSUP dr Sardjito Buka Suara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Viral Keluhan Pasien BPJS Ditanggapi Sadis Dokter hingga Korban Meninggal, RSUP dr Sardjito Buka Suara

R. Izra
Last updated: Agustus 5, 2026 12:19 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
PASIEN BPJS MENINGGAL - Ucapan duka cita atas kabar meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan. (ist)
PASIEN BPJS MENINGGAL - Ucapan duka cita atas kabar meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan. (ist)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Pasien BPJS Kesehatan sering dianggap kasta rendah. Secara resmi, pandangan ini tidak diakui. Namun, anggapan ini jamak terjadi. Bahkan mungkin dalam benak dokter atau tenaga kesehatan (nakes) lainnya.

Komentar sadis nirempati dari dokter terhadap keluhan pasien BPJS di media sosial (medsos) Threads bisa jadi menambah kuat persepsi itu.

Kasus ini semakin menjadi perhatian publik dan viral, setelah pada akhirnya pasien yang mengunggah keluhan harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapat kamar rawat inap di RSUP dr Sardjito Yogyakarta itu meninggal dunia.

Bacaaja: Sebelum Meninggal, Yurizal Paisen BPJS Dibully Nakes setelah Keluhkan Antrean Ruang Perawatan
Bacaaja: Jangan Salah Paham, Lima Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS

Alih-alih mendapat dukungan atau paling tidak respons yang penuh empat, unggahan tersebut justru dibalas komentar bernada sinis dari akun yang diduga milik dokter berinisial EPR.

Komentar itu langsung menuai kecaman dan menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Menanggapi polemik tersebut, RSUP dr Sardjito Yogyakarta akhirnya buka suara.

Manager Hukum dan Humas RSUP dr Sardjito, Banu Hermawan, menjelaskan bahwa dokter yang menjadi sorotan bukan merupakan pegawai rumah sakit.

“Yang bersangkutan adalah peserta didik dokter spesialis dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, bukan staf maupun karyawan RSUP dr Sardjito,” jelasnya.

Menurut Banu, pihak rumah sakit kini berkoordinasi dengan FKKMK UGM untuk menelusuri kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri jejak digital yang beredar agar penanganannya tetap objektif.

RSUP dr Sardjito juga menegaskan komitmennya menjaga pelayanan kesehatan yang profesional dan menghormati setiap pasien. Rumah sakit turut mengapresiasi masukan dari masyarakat yang dinilai menjadi bentuk kontrol terhadap pelayanan kesehatan.

Dokter Minta Maaf

Di tengah ramainya sorotan publik, dokter Elda Putri Rahardini turut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.

Dalam surat pernyataannya, Elda mengakui komentarnya tidak pantas dan tidak mencerminkan nilai kemanusiaan maupun etika profesi dokter.

“Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan sangat tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan, pasien yang sebelumnya mengunggah keluhan terkait pelayanan BPJS.

Elda mengaku perbuatannya tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran. Ia berjanji menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar lebih bijak dan berhati-hati, baik saat bekerja maupun saat menggunakan media sosial.

Berawal dari Curhatan Pasien

Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal di Threads pada 22 Juli 2026. Saat itu ia mengaku sudah menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap.

Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar. Salah satunya berasal dari akun yang kemudian dikaitkan dengan dokter Elda dan dinilai merendahkan pasien.

Situasi makin menjadi perhatian publik setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Meski begitu, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya hubungan sebab akibat antara komentar di media sosial dengan meninggalnya Yurizal.

Kasus ini kini memicu diskusi luas soal etika tenaga kesehatan di media sosial, pentingnya empati terhadap pasien, serta kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS. (*)

You Might Also Like

Gratis! 76 Bus Angkutan Balik Bawa Perantau Jateng Kembali ke Ibu Kota

Petani-Legislator Temanggung Geruduk DPR RI: Kaji Ulang Regulasi Tembakau, Nasib Jutaan Orang Terancam

Solo Sabet ASEAN Clean Tourist City Award, Respati: Kita Gak Main-main Soal Kebersihan

Vonis Mati Menghantui Awak Sea Dragon Kasus Sabu 2 Ton, Jaksa: Sesuai UU

Samuel Wattimena: El Nino Bukan Buat Panik, Tapi Alarm Supaya Semua Bergerak Lebih Cepat

TAGGED:ditanggapi sadisdokterheadlinekeluhan pasien bpjspasien bpjsrsup dr sardjitosadis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Penduduk Indonesia Tembus 290 Juta Jiwa
Next Article TILANG - Ilustrasi polisi lalu lintas (Polantas) melakukan tilang manual terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Polisi Kembali Berlakukan Tilang Manual? Kakorlantas Bilang Begini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Sengketa Sriwedari, Wali Kota Solo Ungkap Fakta Mengejutkan: Ibu Saya Ahli Waris, tapi . . .

Kasus Dugaan Pengeroyokan Advokat di Jl Veteran Naik Penyidikan

Lapas Purwodadi Gelar Shalat Istisqa, Pegawai dan Peserta Magang Diajak Introspeksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Harimaunya Kok Tinggal Empat? Pemkot Semarang Buka Suara

Desember 18, 2025
DUKUNG SENSUS--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak masyarakat mendukung Sensus Ekonomi 2026, Kamis (16/7/2026). (ist)
Info

Sensus Ekonomi Seret! Pendataan Baru 38 Persen, Ini yang Dilakukan Wali Kota Agustina

Juli 17, 2026
Info

Capek di Jalan? Terminal Mangkang Siapkan Posko Kesehatan Buat Pemudik

Maret 14, 2026
Akademisi UGM menyampaikan sikap, kritisi arah kebijakan politik luar negeri Indonesia. Mulai dari Bop hingga ART atau perjanjiang dagang dengan AS.
Info

Akademisi UGM Sebut ART hingga BoP Berpotensi Gerus Kedaulatan Rakyat

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Viral Keluhan Pasien BPJS Ditanggapi Sadis Dokter hingga Korban Meninggal, RSUP dr Sardjito Buka Suara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?