BACAAJA, JAKARTA– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras terus mengalami kenaikan hingga pekan kelima Juli 2026. Tren tersebut sudah berlangsung sejak Februari lalu dan kini semakin meluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga terjadi pada dua jenis beras sekaligus, yakni beras medium maupun premium.
“Beras medium ini mengalami peningkatan bahkan sejak bulan Februari sampai dengan minggu kelima Juli. Beras selalu mengalami peningkatan harganya, baik beras medium maupun beras premium,” ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Cek Harga Beras, Tim Gabungan Turun ke Pasar Banjarnegara
Secara nasional, rata-rata harga beras medium kini mencapai Rp14.489 per kilogram, naik dibandingkan bulan Juni yang berada di angka Rp14.417 per kilogram.
Sementara itu, harga rata-rata beras premium juga ikut meningkat menjadi Rp16.330 per kilogram, dari sebelumnya Rp16.245 per kilogram. Tak hanya harga yang naik, wilayah yang terdampak juga semakin luas.
BPS mencatat sebanyak 155 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras. Jumlah tersebut bertambah dibanding pekan sebelumnya yang tercatat di 152 daerah.
“Beras semakin mengalami peningkatan jumlah kabupaten/kotanya. Minggu lalu ada 152, sekarang menjadi 155 kabupaten/kota,” jelas Ateng. Kenaikan IPH beras tertinggi terjadi di Kota Langsa sebesar 6,23 persen. Disusul Kabupaten Tambrauw (5,94 persen), Kabupaten Sarmi (5,54 persen), Kabupaten Kaur (5,01 persen), serta Kabupaten Aceh Barat Daya (4,67 persen).
Minyak Goreng
Selain beras, BPS juga mencatat harga minyak goreng di pasar rakyat masih terus merangkak naik sejak April hingga Juli 2026. Rata-rata harga minyak goreng seluruh jenis kini mencapai Rp20.229 per liter, naik 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Ateng, sebanyak 110 kabupaten/kota juga mengalami kenaikan IPH untuk komoditas minyak goreng. Sementara itu, harga minyak goreng tertinggi tercatat berada di Kabupaten Intan Jaya yang mencapai Rp60 ribu per liter. Sedangkan harga terendah masih berada di kisaran Rp15.500 per liter.
Komoditas lain yang ikut mengalami kenaikan adalah daging ayam ras. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga bertambah menjadi 110 kabupaten/kota.
Baca juga: Pastikan Harga Beras Sesuai HET, Tim Satgas Pangan Banjarnegara Sidak Pasar
Meski demikian, secara nasional harga rata-rata daging ayam masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP), yakni Rp38.164 per kilogram, sementara HAP ditetapkan sebesar Rp40 ribu per kilogram.
Di sisi lain, ada kabar yang sedikit melegakan. Beberapa komoditas hortikultura justru mulai menunjukkan tren penurunan harga. BPS mencatat harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah mulai turun dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan harga ayam ras kini juga berada di bawah HAP.
Kalau harga beras terus naik, yang ikut diuji bukan cuma daya beli masyarakat, tapi juga kreativitas mengatur isi dompet sampai akhir bulan. Sebab inflasi mungkin hanya angka di laporan, tetapi di dapur, setiap kenaikan seribu rupiah selalu punya cerita yang berbeda. (tebe)

