Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Main Padel di Semarang Kini Ramah di Kantong
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Main Padel di Semarang Kini Ramah di Kantong

Dulu banyak yang mengira padel cuma olahraga anak sultan. Raket mahal, sewa lapangan bikin dompet megap-megap. Tapi sekarang ceritanya mulai berubah. Di Semarang, olahraga yang lagi naik daun ini mulai dibikin lebih murah supaya siapa pun bisa ikut nyobain.

T. Budianto
Last updated: Agustus 5, 2026 3:40 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
JAJAL PEDEL: Sejumlah pemain menjajal olahraga pedel di Getz Courts, Selasa, (4/8/2026). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Olahraga padel mulai menunjukkan perkembangan di Kota Semarang. Meski belum sepopuler Jakarta, pengelola lapangan optimistis jumlah pemain akan terus bertambah, apalagi biaya bermain kini semakin terjangkau.

Direktur Gets Coutrs, Lani Regina mengatakan, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah mengenalkan padel kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga Semarang yang belum pernah mencoba, bahkan sekadar memegang raket padel.

“Kalau di Jakarta mungkin sudah sangat populer. Orang sudah biasa langsung ikut main. Kalau di Semarang masih banyak yang belum pernah mencoba, bahkan pegang raket pun belum,” ujar Lani, Selasa (4/8/2026) malam.

Karena itu, Gets Padel mulai menyiapkan berbagai program agar masyarakat lebih mudah mencoba olahraga tersebut. Salah satunya dengan menekan biaya bermain dan menyediakan paket latihan untuk pemula.

Baca juga: 800 Atlet Padel Serbu Semarang, Rekor Nasional Auto Pecah!

Lani mengatakan, harga bermain padel saat ini jauh lebih murah dibanding sebelumnya. Jika dulu biaya sewa lapangan dan latihan bisa mencapai hampir Rp1 juta untuk satu sesi, kini masyarakat bisa bermain dengan biaya sekitar Rp150 ribu per orang.

“Dulu coaching sekitar Rp400 ribu, lapangan juga mahal. Sekarang coaching sekitar Rp200 ribu, lapangan seratusan ribu. Kami juga sedang menyiapkan program coaching Rp50 ribu per orang. Jadi sekali main sekitar Rp150 ribu saja,” katanya.

Sistem Sewa

Menurut dia, calon pemain padel juga tidak perlu langsung membeli perlengkapan sendiri. Gets Coutrs menyediakan penyewaan raket, sementara bagi yang ingin memiliki raket sendiri juga tersedia pilihan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kalau mau coba, sebenarnya sekarang waktu yang tepat. Tidak harus beli raket dulu karena bisa sewa,” ujarnya. Gets Padel sendiri baru beroperasi sekitar dua pekan. Selama masa awal operasional, lapangan pada malam hari sudah cukup ramai karena banyak digunakan pekerja setelah jam kantor. Sementara sesi pagi masih menjadi tantangan yang terus diupayakan agar lebih ramai. “Kalau malam ramai karena habis office hour. Yang masih jadi PR kami itu mengisi jam-jam pagi,” kata Lani. Selain membuka kelas latihan, Gets juga memiliki program bermain bersama atau open play.

Melalui program tersebut, pemain yang datang sendirian tetap bisa bermain karena akan dipasangkan dengan peserta lain. “Kalau tidak punya teman main, tinggal ikut program kami. Nanti bisa main bareng peserta lain,” ujarnya.

Baca juga: April, Semarang Disulap Jadi “Arena Nasional”, Dari Balap Sampai Padel

Lani berharap perkembangan padel di Semarang juga mendapat dukungan pemerintah. Menurutnya, turnamen padel berpotensi menjadi agenda sport tourism yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah sekaligus memberi dampak positif bagi sektor perhotelan dan ekonomi lokal.

“Kalau ada turnamen misalnya, pemain dari luar kota datang ke Semarang. Itu bisa membantu perhotelan dan menggerakkan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Setiap olahraga besar selalu berawal dari rasa penasaran. Dulu banyak yang bilang padel terlalu mahal untuk dicoba. Sekarang biayanya mulai turun. Jadi, mungkin yang masih mahal bukan lagi sewanya, melainkan alasan untuk tidak mencoba sesuatu yang baru. (bae)

You Might Also Like

Handi Resmi Jadi Sekda Semarang, Agustina Langsung Kasih PR

Belasan Jiwa Terdampak Longsor Kalialang

Plat Merah Masih Ngegas Saat Lebaran? Agustina: Santai, Itu Lagi Dinas Bukan Jalan-Jalan

Perpus Rasa Kafe, Pemkot Siap Bikin Warga Betah Baca

Atlet NPC Solo Panen 15 Medali di ASEAN Para Games Tailan, Respati Siapkan Fasilitas Khusus

TAGGED:getz courtsPEDELpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketika Gen Z Keliru Memahami Spiritualitas Jawa
Next Article PASIEN BPJS MENINGGAL - Ucapan duka cita atas kabar meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan. (ist) Sebelum Meninggal, Yurizal Paisen BPJS Dibully Nakes setelah Keluhkan Antrean Ruang Perawatan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

JALANI SIDANG--Dua terdakwa kasus pencucian uang, Gus Yazid dan Andhi Nur Huda menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/8/2026). (bae)

Dituntut 6 Tahun Penjara, Gus Yazid Minta Dibebaskan dari Kasus Pencucian Uang Libatkan Letjen Widi

BERBINCANG SANTAI - Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo berbincang santai bersama BacaAja di depan kandang ayam miliknya. (dul)

Cara Unik Politikus PDIP Semarang Rawat Konstituen, Pelihara Ratusan Ekor Ayam

DEPORTASI WNA--WNA China pelaku love scamming yang sempat diamankan Imigrasi Semarang, akhirnya dideportasi ke negaranya. (ist)

Empat WN China Sindikat Love Scamming Dideportasi

BERI KETERAGAN - Kepala Dinkes Semarang, Abdul hakam, memberi keterangan kepada sejumlah awak media. (dul)

SPPG Karangturi Langgar 16 SOP, Dinkes Ungkap Penyebab Keracunan 707 Siswa-Guru SMKN 6 Semarang

MINTA MAAF--Dokter Benny C. Sihombing meminta maaf usia berkomentar sinis di media sosial terhadap warganet yang curhat soal layanan pengguna BPJS. (ist)

Dokter Penghujat Pasien BPJS Ramai-ramai Bilang Maaf setelah Korban Meninggal Dunia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Pemprov Cairkan Bonus Atlet Senilai Rp4,9 Miliar

Maret 6, 2026
Daerah

Wali Kota Semarang: Jadi Pemimpin Itu Bukan Cuma Gagah, Tapi Juga Rajin Baca!

Oktober 4, 2025
Olahraga

Sambut MU dengan Respek, Kapten ASEAN XI Tegaskan Siap Bikin Repot

Mei 28, 2025
Olahraga

Janji Perampingan Tinggal Janji: Jumlah Pengurus KONI Jateng Bertambah

Desember 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Main Padel di Semarang Kini Ramah di Kantong
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?