BACAAJA, SEMARANG – 707 guru dan siswa SMKN 6 Semarang mengalami gejala keracunan. Ya, mereka diduga keracunan setelah menyantap MBG.
Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mengambil langkah tegas setelah ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi resmi dibekukan sementara sambil menunggu hasil investigasi.
Keputusan ini diambil demi memastikan keamanan para penerima manfaat sekaligus memberi ruang bagi tim gabungan mengusut penyebab pasti insiden tersebut.
Bacaaja: 707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Ini Gejala yang Dirasakan
Bacaaja: Puluhan Siswa SD di Solo Diduga Keracunan MBG, Pemkot Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Koordinator Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadi Riajaya, mengatakan investigasi sudah dilakukan sejak Jumat (31/7/2026) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari KPPG, BGN wilayah Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Polrestabes Semarang, Babinsa, hingga pemerintah setempat.
“Keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama. Karena itu dapur kami suspend sementara sambil menunggu hasil investigasi,” kata Hadi, Senin (3/8/2026).
Menurut Hadi, pihaknya tidak hanya fokus menyelidiki sumber dugaan keracunan, tetapi juga terus memantau kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan.
Dari pendataan sementara, terdapat sekitar 693 siswa yang masuk dalam daftar penerima manfaat di sekolah tersebut. Sementara penyelidikan epidemiologi (PE) yang dilakukan Dinas Kesehatan telah menjangkau 422 responden.
Saat ini masih ada enam siswa yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni dua orang di RSUD KRMT Wongsonegoro, satu orang di RS Bhakti Wira Tamtama, satu orang di Puskesmas Bangetayu, dan dua orang di Puskesmas Halmahera.
“Kami terus mengecek kondisi siswa yang dirawat, sekaligus mendalami kronologi kejadian tahap demi tahap,” ujarnya.
Guru dan siswa jadi korban
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat total 707 orang mengalami gejala diduga keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Jumat (31/7/2026). Jumlah tersebut terdiri dari 693 siswa dan 14 guru.
Begitu laporan diterima sekitar pukul 10.30 WIB, tim kesehatan langsung turun ke lokasi untuk memberikan penanganan medis, melakukan penyelidikan epidemiologi, serta mengambil sampel makanan dan spesimen korban guna diuji di laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan penanganan dilakukan bersama puskesmas, rumah sakit, pihak sekolah, penyelenggara SPPG, dan instansi terkait.
“Fokus kami memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami gejala mendapat pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya,” katanya.
Dari total korban, 698 orang mendapat penanganan langsung di sekolah. Sementara sembilan orang harus dirujuk ke rumah sakit dan puskesmas untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Selain menangani korban, Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes juga masih menelusuri sumber dugaan keracunan.
Petugas telah mengamankan sampel makanan MBG, sisa makanan, hingga spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium.
Hakam menegaskan, hingga kini pemerintah belum bisa memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh hasil pemeriksaan laboratorium selesai. Masyarakat kami imbau tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi,” tegasnya. (*)

